Sejarah Candi Borobudur yang Hingga Saat Ini Masih Menjadi Misteri 5/5 (1)

7 min read

Sejarah Candi Borobudur yang Hingga Saat Ini Masih Menjadi Misteri

Borobudur merupakan Candi Buddha terbesar di dunia. Candi yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia tersebut terletak Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Kemegahan candi yang satu ini memang tidak bisa dipungkiri lagi.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan bagi para wisatawan dari seluruh dunia untuk bisa menyaksikan secara langsung kemegahan dan kehebatan dari Candi Borobudur yang konon katanya, pembangunan candi tersebut hanya menggunakan telur dalam merekatkan susunan batu candi.

Tak heran, jika sejarah dari candi tersebut selalu menjadi sorotan bagi para wisatawan yang datang. Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah dari Candi Borobudur yang satu ini, berikut akan dijelaskan mengenai sejarah dari candi yang juga ditetapkan sebagai monumen Buddha tersebut.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur di bangun pada abad ke-8 yakni pada masa Dinasti Syailendra. Candi dengan bentuk stupa tersebut didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana yang hidup pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra.

Hingga saat ini, sejarah dari Candi Borobudur masih menjadi misteri dan belum ada yang bisa memecahkannya. Bahkan, siapa pendiri dari candi tersebut dan apa tujuan dibangunnya candi Buddha tersebar ini belum ada yang tahu. Hal tersebut karena tidak adanya bukti tertulis yang mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Meski saat ini ada banyak kisah dan cerita yang beredar, namun hal tersebut hanyalah cerita rakyat yang hidup di sekitar candi dan lebih dikenal sebagai dongeng rakyat setempat.

Perkiraan dari waktu pembangunan candi ini sendiri bahkan berdasarkan perbandingan jenis aksara yang tertulis pada kaki tertutup Karmawibhangga yang mana menggunakan jenis aksara yang umum digunakan pada prasasti kerajaan sekitar abad ke-8 dan abad ke-9.

Candi yang dibangun pada masa kerajaan Dinasti Syailendra tersebut bertepatan antara kurun waktu 760 masehi sampai 830 masehi. Bahkan, proses pembangunan candi ini diperkirakan memakan waktu 75 hingga 100 tahun lebih lamanya.

Candi megah ini baru benar-benar selesai pembangunannya pada masa Raja Samaratungga yakni yang memerintah tahun 825 masehi.

Letak Candi Borobudur

Bagi Anda yang ingin mengunjungi candi ini, Candi Borobudur berada di Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya, candi tersebut berada di Jln. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Jika Anda menempuh perjalanan dari Kota Semarang, candi tersebut berjarak sekitar 100 km, dari Surakarta berjarak 86 km dan dari Yogyakarta berjarak.

Biasanya, para wisatawan yang mengunjungi candi ini akan singgah di Kota Yogyakarta yang juga penuh dengan sejarah di dalamnya.

Pendiri Candi Borobudur

Bahkan hingga detik ini, belum diketahui dengan pasti siapa pendiri Candi Borobudur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli sejarah, candi tersebut dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra. Sempat pula tidak ada kejelasan dari candi megah ini apakah candi tersebut merupakan peninggalan agama Buddha atau malah agama Hindu.

Menurut sejarah yang ada diketahui bahwa warga dari Dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha dengan aliran Mahayana yang taat. Akan tetapi, berdasarkan tulisan yang ada di Prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa pada awalnya warga Dinasti Syailendra ini adalah penganut agama Hindu Siwa.

Pada masa itu, memang banyak dibangun candi Budha ataupun Hindu di dataran Kedu. Ada pula Candi Shiwalingga yang merupakan candi Hindu dan berada dekat dengan Candi Borobudur.

Walaupun begitu, para pakar telah sepakat jika Candi Borobudur merupakan candi Buddha. Candi tersebut juga dibangun dengan kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi yang ada di Dataran Prambanan meski Candi Borobudur lebih dulu dibangun yakni sekitar tahun 825 masehi.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Rancangan dari pembangunan Candi Borobudur ternyata pada awalnya tidak seperti sekarang ini. Rancangan awal dari pembangunan candi tersebut ialah adanya stupa tunggal yang sangat besar dan menjadi mahkota dari puncak candi.

Baca juga :   Wisata Kuliner Bogor yang Terkenal, Makanan Khas dan Tempat Nongkrong yang Asyik dan Enak

Akan tetapi, karena stupa tersebut dianggap terlalu besar dan berat serta bisa membahayakan, kemudian stupa ini dibongkar dan diganti dengan tiga barisan stupa kecil serta satu stupa induk yang berada di puncak seperti yang dilihat sekarang.

Nah, di bawah ini akan dijelaskan mengenai perkiraan tahapan pembangunan Candi Borobudur.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama pembangunan candi yakni dilakukan dengan meletakkan fondasi dasar candi. Tahap pertama ini tidak diketahui dengan pasti kapan waktunya, namun para ahli memperkirakan sekitar tahun 750 masehi.

Candi tersebut dibangun di atas bukit alami. Dimana, pada bagian atas bukit diratakan serta pelataran datarnya diperluas. Nah, candi ini dibangun dengan menggunakan batuan andesit meski tidak seluruhnya.

Pada bagian bukit tanahnya dipadatkan serta ditutup dengan menggunakan struktur batu sehingga penampakannya menyerupai cangkang dan membungkus bukit tanah tersebut. Sisa dari bagian bukit ditutup dengan menggunakan struktur batu lapis demi lapis.

Tahukah Anda? Ternyata pada awal pembangunan candi ini dibangun dengan tingkatan susun yang tampak seperti rancangan susunan piramida. Akan tetapi, susunan tersebut kemudian diubah dan sebagai gantinya dibangunlah tiga undakan pertama yang mana digunakan untuk menutup struktur asli dari piramida yang telah diubah.

Tahap Kedua

Ternyata, pada tahap kedua ini tidak banyak proses pembangunan yang dilakukan. Pada masa itu pembangunan yang terjadi hanyalah penambahan dua undakan yang berbentuk persegi, pagar langkan serta satu undak melingkar. Pada bagian atasnya pun langsung dibangun sebuah stupa tunggal dengan ukuran yang cukup besar.

Tahap Ketiga

Nah, pada tahap ketiga pembangunan ini ternyata terjadi perubahan rancangan bangunan candi. Pada bagian undak atas lingkaran yang memiliki stupa tunggal dengan ukuran yang besar kemudian dibongkar dan diganti dengan tiga buah undak lingkaran. Stupa-stupa dengan ukuran yang lebih kecil tersebut dibangun berbaris melingkar pada bagian pelataran undak-undak dan satu stupa yang memiliki ukuran besar di bagian tengahnya.

Tak hanya itu, bahkan pondasi candi pun dibuat lebih lebar serta dibangun pula kaki tambahan untuk membungkus kaki asli sekaligus berfungsi menutup relief Karmawibhangga. Perubahan stupa besar pada Candi Borobudur ini dilakukan karena stupa tersebut dianggap terlalu besar dan juga berat sehingga diganti dengan menggunakan tiga stupa kecil dan satu stupa induk.

Tahap Keempat

Tahap keempat adalah tahap terakhir dari pembangunan Candi Borobudur. Pada tahapan tersebut hanya dilakukan sedikit perubahan kecil serta finishing. Perubahan kecil tersebut berupa penyempurnaan relief, perubahan tangga serta pelengkung atas gawang pintu, penambahan pagar langkan pada bagian paling luar, dan pelebaran dari ujung kaki.

Setelah perubahan-perubahan kecil tersebut selesai dibangun, maka Candi Borobudur pun telah usai dibangun. Diperkirakan selesainya pembangunan candi tersebut sekitar tahun 850 masehi.

Penemuan Kembali Candi Borobudur

Rupanya, candi megah yang satu ini pernah tersembunyi selama berabad-abad lamanya. Candi tersebut terkubur di bawah tanah dan debu vulkanik yang mana ditumbuhi pohon serta semak belukar di atasnya. Tak heran, jika penampakan candi ini sendiri malah tampak seperti bukit biasa.

Sampai saat ini pun, belum diketahui alasan mengapa candi tersebut ditinggalkan serta dibiarkan tidak terawat. Akan tetapi, para sejarawan memperkirakan bahwa pada sekitar tahun 928 masehi hingga 1006 masehi, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota dari Kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur dikarenakan adanya letusan gunung api.

Akan tetapi, hal tersebut belum bisa menjadi alasan yang kuat. Tak hanya itu, bahkan masuknya agama islam ke Nusantara sekitar abad 15 membuat Candi Borobudur tersebut kian dilupakan. Meskipun terdapat cerita tentang kejayaan dari Candi Borobudur di masa lalu.

Baru kemudian pada tahun 1814 Masehi, Candi Borobudur ditemukan kembali. Pada saat itu, Indonesia sedang berada di bawah Pemerintahan Inggris dan dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai gubernur jenderal. Raffles sendiri ternyata memiliki ketertarikan terhadap sejarah serta budaya jawa.

Baca juga :   Video Lucu Banget Bikin Ngakak, Vidio Hantu / Arab / Bayi / Gokil / Kocak / Anak Terbaru

Saat sedang melakukan inspeksi ke Semarang, Thomas Stamford Raffles mendengar kabar bahwa ada sebuah monumen besar yang tersembunyi dan berada di dalam hutan yang dekat dengan Desa Bumisegoro. Kemudian, Raffles mengutus seorang insinyur Belanda yang bernama H.C Cornelius untuk menyelidiki monumen besar tersebut yang pada waktu itu belum diketahui kepastiannya.

Dalam kurun waktu 2 bulan, Cornelius beserta 200 orang bawahannya menebang pepohonan serta semak belukar yang tumbuh di Bukit Borobudur. Tak hanya itu, Cornelius juga menyuruh bawahannya untuk membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi tersebut.

Setelah ditemukan, baru kemudian Cornelius melaporkan temuannya kepada Raffles serta memberi sketsa dari Candi Borobudur itu sendiri. Hal itulah yang membuat Raffles dianggap sangat berjasa dalam penemuan kembali candi terbesar itu dan menarik perhatian dunia atas keberadaan bangunan besar yang pernah hilang tersebut.

Kemudian, Hartmann yang merupakan seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda yang bekerja di Karesidenan Kedu meneruskan kerja yang dilakukan oleh Cornelius. Ia berusaha untuk menampakkan seluruh bagian candi yang terkubur. Tahun 1835, Hartmann mampu membuka seluruh bagian candi.

Setelah semua bagian dari Candi Borobudur dapat terlihat, Pemerintah Hindia Belanda seorang insinyur pejabat Belanda yang bekerja di bidang teknik, yakni F.C. Wilsen untuk mempelajari monument tersebut.

Candi Borobudur terus dilakukan penelitian oleh Pemerintah Hindia Belanda. Hal itu juga yang membuat Borobudur kian terkenal di seluruh dunia. Tak heran jika Candi Borobudur mampu mengundang para kolektor untuk berkunjung ke candi tersebut. bahkan, hal itu juga menjadikan Borobudur sebagai target para pencuri untuk mencuri artefak yang ada di sekitar candi lalu dijual dengan harga mahal.

Baru kemudian pada tahun 1882, kepala inspektur artefak budaya memberikan saran agar Candi Borobudur dibongkar seluruhnya serta relief yang ada di candi tersebut dipindahkan ke museum. Cara ini dilakukan karena kondisi yang tidak stabil dan banyaknya pencurian yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Akan tetapi, hal tersebut membuat seorang arkeolog yang bernama Groenveldt yang ditunjuk oleh pemerintah menggelar penyelidikan utuh atas kasus yang terjadi tersebut. Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar Candi Borobudur tetap dibiarkan utuh serta tidak dibongkar untuk dipindahkan.

Pemugaran Candi Borobudur

Untuk menjaga kelestariannya, Pemerintah Hindia Belanda terus berupaya untuk melindungi bangunan sejarah tersebut. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah pada waktu itu ialah dengan melakukan pemugaran pada tahun 1900 Masehi.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk komisi yang terdiri atas tiga pejabat untuk meneliti bangunan tersebut. Para peneliti itu sendiri terdiri atas seorang insinyur ahli konstruksi bangunan Departemen Pekerjaan Umum yang bernama Van de Kamer, seorang insinyur yang sekaligus tentara Belanda yaitu Theodoor van Erp, dan seorang sejarawan seni yang bernama Brandes.

Ada banyak hal yang dilakukan dalam proses pemugaran ini, seperti pemugaran pada beberapa bagian relung, gerbang, stupa dan stupa utama; penguatan pagar langkan pertama; memindahkan beberapa batu yang dianggap membahayakan; pengaturan sudut bangunan; serta perbaikan dari sistem drainase.

Tak hanya itu, mereka juga membersihkan kawasan sekitar candi serta membuat pagar halaman. Proses pemugaran ini sendiri dilakukan pada rentang waktu 1907 Masehi hingga 1911 Masehi.

Tak hanya dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda saja, bahkan setelah Indonesia merdeka, pemerintah juga melakukan beberapa pemugaran kecil untuk tetap menjaga kelestarian dari Candi Borobudur.

Kemudian pada akhir tahun 1960-an, pemerintah Indonesia mengajukan permintaan pemugaran secara besar-besaran kepada masyarakat internasional untuk menjaga dan melindungi monument tersebut.

Baru setelah itu, Indonesia bekerja sama dengan UNESCO untuk mengambil langkah besar dan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Proyek besar tersebut dilakukan pada tahun 1975 hingga tahun 1982.

Baca juga :   Pam Pam, Si Lucu dengan Mata Mempesona

Setelah renovasi selesai, pada tahun 1991 UNESCO menjadikan Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia yang masuk ke dalam kriteria budaya.

Paket Wisata Candi Borobudur

Setelah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, hal ini menjadikan Candi Borobudur semakin terkenal di mata dunia. Tak heran, jika tempat bersejarah tersebut dikunjungi oleh banyak wisatawan dari seluruh dunia.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati megahnya candi Buddha terbesar di dunia tersebut, Anda bisa langsung ke tempat ini. Bahkan, disediakan pula berbagai macam paket wisata yang bisa Anda pesan. Tentu saja, berbagai macam paket wisata tersebut tidak hanya menawarkan Candi Borobudur sebagai tujuan utamanya.

Ada pula beberapa tujuan wisata lain yang dekat dengan candi tersebut, seperti berkunjung ke Candi Prambanan yang ada di Yogyakarta, berkunjung ke Museum Ullen Sentalu, berkunjung ke Kalibiru dengan pemandangan alamnya yang mempesona dan masih banyak lagi.

Bahkan, ada pula paket wisata yang menawarkan tour ke Merapi. Seperti yang sudah Anda ketahui, merapi merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia. Namun, tidak sedikit wisatawan yang penasaran untuk mengunjungi tempat tersebut dan menikmati keindahan alamnya.

Dalam paket wisata Candi Borobudur, biasanya juga tersedia paket wisata melihat sunrise di Candi Borobudur. Dengan paket wisata yang satu ini, Anda bisa menikmati indahnya matahari terbit dari atas candi sembari menikmati indahnya Gunung Merapi yang terlihat jelas dari Candi Borobudur.

Lalu, bagaimana dengan penginapannya? Tenang saja, di sekitar candi, ada banyak penginapan yang bisa Anda sewa. Beberapa tempat penginapan tersebut menawarkan berbagai macam fasilitas untuk para tamunya.

Lalu, berapa harga penginapan yang disewakan? Tentu harganya sangat bervariatif. Hal tersebut tergantung pada fasilitas apa saja yang disediakan kepada para tamu.

Candi Borobudur menjadi salah satu warisan dunia yang wajib untuk dilindungi. Tak heran jika candi Buddha terbesar di dunia tersebut terus dilakukan perawatan agar candi tidak rusak dan tetap lestari. Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya bangga dengan adanya situs sejarah yang telah diakui oleh dunia tersebut.

Nah, demikian pembahasan tentang Candi Borobudur, mulai dari sejarah hingga paket wisata yang dimilikinya. Semoga bermanfaat.

 

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *