Panduan Cara Membuat Daftar Pustaka yang Benar | Solusi Untuk Tugas Anda No ratings yet.

7 min read

Panduan Cara Membuat Daftar Pustaka Yang Benar

Dalam pembuatan karya ilmiah baik itu makalah, skripsi atau karya lain tentunya Anda harus membubuhkan Daftar Pustaka di sana. Bahkan, setiap sumber yang diperoleh harus jelas dan benar adanya.

Nah, sumber inilah yang harus ditulis dalam Daftar Pustaka. Tahukah Anda masih banyak orang yang belum mengetahui cara membuat Daftar Pustaka. Bahkan banyak diantara mereka yang masih ngarang dan asal menuliskan saja.

Padahal, Daftar Pustaka harus dituliskan dengan benar, karena Daftar Pustaka sebagai penunjukan sebuah informasi itu didapatkan. Nah, kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai Daftar Pustaka, cara membuat Daftar Pustaka hingga contohnya seperti apa.

Untuk Anda yang ingin tahu informasi ini lebih dalam, yuk langsung saja simak penjelasan selengkapnya yang ada di bawah ini.

Pengertian Daftar Pustaka

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan Daftar Pustaka itu? Berdasarkan pengertiannya, Daftar Pustaka merupakan sebuah daftar yang di dalamnya berisi tentang semua buku, atau informasi dalam bentuk tulisan yang dijadikan sebagai acuan maupun landasan dari sebuah penelitian.

Penulisan Daftar Pustaka sendiri dicantumkan pada akhir karya ilmiah dimana harus sesuai dengan cara penulisan yang benar. Adapun menuliskan Daftar Pustaka juga memiliki banyak manfaat, antara manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Penulisan Daftar Pustaka pada karya ilmiah menjadikan karya ilmiah tersebut telah memenuhi etika penulisan.
  2. Penulisan Daftar Pustaka juga dijadikan sebagai bentuk ucapan terima kasih dari penulis kepada penyumbang data.
  3. Penulisan Daftar Pustaka juga dijadikan sebagai sebuah pendukung dari ide penulis. Sebab, biasanya Daftar Pustaka diambil dari para pakar terkenal.
  4. Penulisan Daftar Pustaka juga dijadikan sebagai suatu petunjuk yang digunakan untuk melacak suatu kebenaran dari sebuah data yang diambil.
  5. Penulisan Daftar Pustaka juga dijadikan sebagai suatu referensi silang yang mana dalam hal ini menunjukkan halaman atau bagian mana dari suatu karya yang diambil.

Dengan melihat manfaat Daftar Pustaka di atas menunjukkan bahwa adanya Daftar Pustaka itu sangat penting dalam suatu karya ilmiah. Karena itu, untuk menghargai orang-orang yang telah berkarya, sudah sepatutnya dalam menulis karya ilmiah Anda harus mencantumkan Daftar Pustaka.

Tujuan Dibuatnya Daftar Pustaka

Selain memiliki manfaat, penulisan Daftar Pustaka juga memiliki banyak tujuan. Tujuan ini tentunya sangat penting agar tidak merugikan pihak manapun. Mau tahu apa saja tujuannya? Yuk langsung saja simak tujuan daftar pustaka selengkapnya di bawah ini.

Terhindar Dari Plagiarism

Salah satu tujuan utama diwajibkan nya menuliskan Daftar Pustaka pada karya ilmiah adalah untuk menghindari plagiarism. Apa itu plagiarism? Plagiarisme adalah tuduhan penjiplakan karya milik orang lain.

Karena hal inilah Anda harus menuliskan Daftar Pustaka serta menuliskan catatan kaki sebagai sumber dari setiap kutipan yang diambil dengan melakukan hal ini, maka tanpa sadar Anda sedang menghindari serta melindungi diri dari tuduhan penjiplakan.

Sebab, masalah hak cipta itu sangat rumit dan jika sampai Anda masuk ke dalam lingkaran tersebut, maka Anda sendiri yang akan kesusahan karena itu, demi menghindari hal yang besar, maka Anda harus memperhatikan Daftar Pustaka meskipun ia terlihat begitu sepele.

Menghargai Karya Tulis Orang Lain

Selain digunakan untuk mencegah plagiarisme, penulisan Daftar Pustaka juga digunakan untuk menghargai karya tulis dari orang lain. saat Anda menuliskan sumber Daftar Pustaka secara lengkap, sejatinya Anda sedang menghargai karya tulis milik orang lain.

Baca juga :   Ramesia Penipu? Anda Akan Tercengang Mengetahui Fakta-Fakta Ini!

Sebab, hal yang Anda kutip dan dijadikan sebagai Daftar Pustaka merupakan sebuah ide, argumen dan gagasan yang dimiliki oleh penulis sebelumnya. Saat Anda menggunakan argumen tersebut, sudah sepantasnya Anda memberikan apresiasi meskipun hanya berupa Daftar Pustaka.

Membantu Para Pembaca yang Ingin Mengetahui Sumber Informasi dari Setiap Kutipan

Tujuan lain dari menuliskan Daftar Pustaka adalah untuk membantu para pembaca yang ingin mengetahui informasi dari kutipan yang diambil. Sebab, kadang-kadang Anda akan menemukan pembaca yang tertarik dengan kutipan yang ada pada karya Anda.

Dengan adanya Daftar Pustaka, maka Anda dapat memudahkan keinginan mereka untuk mencari lebih dalam informasi yang diinginkan, sehingga informasi yang diperoleh juga lebih rinci.

Penulisan Sumber Kutipan

Dalam cara menulis Daftar Pustaka, Anda harus tahu bahwa kutipan itu dibagi menjadi dua buah jenis. Kutipan ini adalah kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan tidak langsung merupakan sebuah kutipan yang diambil dari ide orang lain, kemudian Anda merangkainya kembali dengan menggunakan kalimat sendiri.

Dalam hal ini berarti penulis tidak mengutip sama persis sesuai dengan kalimat asli yang dikutip. Sebab, penulis akan merangkai serta merangkum kalimat tersebut menjadi sebuah artikel yang baru.

Sedangkan kutipan langsung merupakan sebuah kutipan yang diambil dengan cara menulis ulang ide milik orang lain sesuai dengan aslinya. Dalam hal ini, penulis sama saja menggunakan teknik copy paste.

Nah, kutipan langsung juga dibagi menjadi dua yakni kutipan pendek dan panjang. Dalam kutipan langsung pendek terdapat syarat-syarat yang harus diperhatikan penulis. Pertama adalah APA Style (American Psychological Association). Artinya, panjang kalimat yang dikutip tidak boleh melebihi 40 kata.

Sedangkan syarat yang kedua adalah MLA Style (Modern Language Association) yang artinya bahwa panjang kutipan tidak boleh melebihi empat baris. Adapun cara menuliskan kutipan panjang dan pendek ini juga harus sama persis dengan kutipan yang diambil dari karya aslina. Bahkan, sumber kutipan juga ditulis sedekat mungkin dengan kalimat yang dikutip.

Sedangkan kutipan panjang juga memiliki syarat yang sama yakni APA dan MLA. Hanya saja cara menulisnya tidak boleh menggunakan tanda petik, Bahkan ukuran font dan spasi hasil sesuai dengan karya tulis yang asli hanya saja harus menjorok satu cm atau 5 spasi. Selain itu, karena kutipan yang diambil banyak, maka kutipan ini harus dipisah dengan kalimat Anda.

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka Dari Buku

Setelah Anda memahami informasi di atas, maka kini saatnya Anda belajar cara menulis Daftar Pustaka. Dalam menulis Daftar Pustaka, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, terlebih lagi jika itu sumbernya dari buku.

Diantara hal-hal yang harus Anda perhatikan antara lain adalah sebagai berikut.

Nama

Ingat, dalam menuliskan Daftar Pustaka nama pengarang harus ditulis di bagian depan. Dalam hal ini nama harus dibalik, artinya nama belakang dari penulis diletakkan di depan kemudian diberi tanda koma (,) baru nama depannya dituliskan.

Nah, jika buku ini merupakan hasil karya tulis milik dua orang, maka nama yang dibalik hanyalah nama dari penulis pertama saja. sedangkan penulis selanjutnya namanya sama dan tidak perlu dibalik.

Jika dalam karya tulis disebutkan gelar, maka dalam penulisan Daftar Pustaka gelar tersebut tidak perlu dituliskan. Namun, jika dalam buku tersebut terdapat nama editor, maka dalam penulisan Daftar Pustaka harus ditambahkan singkatan (Ed). Sebagai contoh, Mahaso, Edo (Ed).1997.

Sedangkan untuk nama penulisnya dua orang, seperti tadi yang dibalik hanya nama pengarang yang pertama saja. sedangkan jika penulisnya tiga orang, maka setelah nama kedua diberikan kata penghubung “dan”. Sebagai contoh Soemardjan, Selo dan Marya Susilo. Kusmadi Islamil. Dini A, dan Eva L.

Adapun jika nama pengarang lebih dari tiga orang, maka pengarang pertama namanya dibalik sedangkan yang lainnya ditulis dkk (dan kawan-kawan) atau Anda juga bisa menuliskan et all. Sebagai contoh: Sugiono dkk.

Baca juga :   Ketahui Pengertian Reksadana untuk Investasi Keuangan Anda

Jika Anda mengutip banyak buku namun ditulis oleh satu pengarang, maka dalam penulisannya anda cukup menuliskan nama pengarang pada awalan. Kemudian berilah garis sepanjang 10 ketikan yang diakhiri dengan tanda titik. Setelah itu, baru Anda mencantumkan tahun terbit serta tanda titik di sana. Adapun dalam menuliskan tahun Anda harus menuliskan tahun terlama menuju ke yang baru.

Tahun Terbit

Selain nama, dalam penulisan Daftar Pustaka Anda juga harus mencantumkan tahun terbit. Dalam mencantumkan tahun terbit, Anda harus benar-benar teliti. Sebab, kesalahan yang sering terjadi pada penulisan Daftar Pustaka adalah salah menuliskan tahun terbit.

Ditulis dalam Daftar Pustaka tersebut tahun terbit yang digunakan adalah tahun cetakan pertama. Padahal buku tersebut merupakan buku cetakan ke 3. Karena itu, di sini Anda harus teliti. Jika buku itu merupakan buku cetakan ke 3, maka tulis tahun terbitnya sesuai dengan cetakannya.

Judul Buku

Anda juga harus menuliskan judul buku dalam Daftar Pustaka dengan benar. Judul buku ini harus ditulis secara lengkap dan jangan disingkat. Jangan lupa dalam menulis judul buku Anda harus menuliskannya dengan menggunakan font italic atau miring.

Kota dan Nama Penerbit

Ini menjadi bagian terakhir dalam penulisan Daftar Pustaka. Dalam cara menulis Daftar Pustaka, Anda harus mencantumkan kota serta nama penerbit yang mencetak buku tersebut.

Dalam hal ini, Anda harus mendahulukan nama kota terlebih dahulu baru kemudian diikuti dengan nama penerbitnya. Untuk membatasi keduanya, Anda bisa menggunakan tanda titik dua (:)

Hal yang paling penting dan tidak boleh sampai salah dalam menuliskan daftar pustaka adalah tanda batas serta urutannya. Pastikan Anda menggunakan tanda titik(.) untuk membatasi urutan dari nama, tahun penerbit, judul buku dan kota serta nama penerbit.

Sebagai contoh, berikut penulisan Daftar Pustaka yang benar:

Data buku

Judul: Cara Praktis Belajar Bahasa Arab

Penulis: Ahmad Haris

Penerbit: Sinar Mas

Kota Terbit: Bandung

Tahun Terbit: 2000

Penulisan Daftar Pustaka yang benar adalah Haris, Ahmad. 2000. Cara Praktis Belajar Bahasa Arab. Bandung: Sinar Mas

Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal

Selain menggunakan buku, Daftar Pustaka juga bisa diambil dari jurnal, majalah ataupun koran. Jika Anda mengambil dari sumber ini, maka Anda juga harus menuliskan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, serta kota terbit dan nama penerbitnya. Hanya saja, ada beberapa perbedaan antara penulisan Daftar Pustaka dari buku dengan jurnal ini.

Nama

Pastikan bahwa nama yang ditulis di sini adalah nama penulis artikel bukan editor apalagi nama orang yang tidak ada kaitannya.

Judul

Dalam menulis judul, Anda tidak disarankan menggunakan font italic atau miring, namun tulisan judul harus ditulis tegak lurus dan memberikan tanda kutip (“) dalam membuka maupun penutupnya. Sedangkan nama jurnal atau majalah baru ditulis miring dan ada juga yang ditulis dengan menggunakan tanda kurung.

Contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal Data Artikel

Judul Jurnal :Sirok Sastra: Jurnal Kebahasaan dan kesastraan Volume 1

Judul artikel: Bahasa Indonesia dalam informasi dan iklan di ruang Publik Kota Pangkalpinang

Penulis: Umar Solikhin

Kota tebi:Pangkalpinang

Penerbit: Kantor Bahasa Provinsi bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun terbit: 2013

Cara menulis Daftar Pustaka yang benar dari jurnal

Solihin, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam informasi dan iklan di ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Sastra: Jurnal Kebahasaan dan kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Cara Membuat Daftar Pustaka dari Internet

Tidak hanya dari jurnal saja, Anda juga bisa mengutip Daftar Pustaka dari internet. Apalagi saat ini internet menjadi salah satu media informasi yang selalu bisa menjawab pertanyaan Anda kapan saja. mau tahu bagaimana cara menulis Daftar Pustaka ini, simak smapai habis dan jangan sampai salah lagi.

Baca juga :   Cara Membuat Anak Untuk yang Baru Menikah dan Anda Yang SUSAH Memiliki Keturunan

Menggunakan Gaya APA (American Psychological Association)

Cara menulis Daftar Pustaka menggunakan gaya APA dengan cara menyusunnya dari nama web, tanggal artikel dibuat, judul artikel, lalu waktu mengakses serta alamat URLnya secara lengkap. Sebagai contoh, Liputan6.com (2019,18 Maret). 4 Ciri-ciri Globalisasi yang Tanpa Disadari Mengubah Kehidupan. Diakses pada 19 Maret 2019, dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/

Melalui MLA (Modern Language Association

Jika Anda menggunakan gaya ini, maka penulisannya harus disusun berdasarkan judul artikel, nama website, tanggal artikel dibuat, waktu akses, alamat website (URL) lengkap. Sebagai contoh: “4 Ciri-ciri Globalisasi yang Tanpa Disadari Mengubah Kehidupan”. Liputan6.com.18 Maret 2019.19 Maret 2019. https://www.liputan6.com/citizen6/read/

Melalui MHRA (Modern Humanities Research Association)

Adapun susunan penulisan Daftar Pustaka menggunakan gaya ini adalah dengan menuliskan nama website, judul artikel, deskripsi website, tanggal artikel dibuat, alamat URL.

Contoh penulisan Daftar Pustaka ini adalah Liputan6.com, “4 Ciri-Ciri Globalisasi yang Tanpa Disadari Mengubah Kehidupan”, Ciri-Ciri Globalisasi bagi kehidupan, 18 Maret 2019, <https://www.liputan6.com/citizen6/read/> {diakses pada 19 Maret 2019)

Setelah membaca dan mengetahui cara membuat Daftar Pustaka di atas, pernahkah Anda Kesulitan saat menyusun Daftar Pustaka? Tahukah Anda jika daftar pustaka itu bisa disusun secara otomatis. Bahkan, formatnya langsung sesuai dengan harapan dan dijamin rapi.

Bagaimana sih cara membuat Daftar Pustaka otomatis itu? Ternyata caranya sangat mudah. Anda bisa membuatnya melalui Microsoft Word. Caranya adalah dengan membuka Ms. Word terlebih dahulu. Kemudian klik Ribbon Reference lalu klik Manage Source (poin 1 dan 2).

Nanti akan muncul jendela baru yang bernama Source Manager. Kemudian di sini Anda bisa mengklik ne (poin ke 3). Setelah itu, Anda akan kembali menemukan jendela baru Create Source. Silahkan Anda memilih kolom language. Lalu memilih sumber daftar pustaka yang akan dimasukkan. Beres deh. Bukankah sangat mudah untuk dicoba?

Ada banyak cara membuat Daftar Pustaka yang harus Anda perhatikan. Dalam menulis Daftar Pustaka ini Anda harus benar -benar teliti. Sebab, Daftar Pustaka digunakan untuk menunjukkan informasi dari penulis yang Anda kutip.

Tujuannya adalah untuk menghindari plagiarisme dan tujuan lain yang sudah disebutkan di atas. Semoga informasi seputar ara membuat Daftar Pustaka ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *