Langkah-Langkah Wawancara, Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya

LANGKAH-LANGKAH WAWANCARA – Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan pembicaraan antara dua orang atau lebih yang terjadi antara narasumber dan pewawancara. Tujuan awal dari wawancara adalah untuk mendapatkan Info yang pas bersumber langsung dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dikerjakan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber.

Ankur Garg, seorang psikolog menunjukkan bahwa wawancara bisa menjadi alat bantu bagi pihak perusahaan yang hendak memperjakan seorang calaon atau kandidat yang hendak mendapatka pekerjaan, wawancara jenis ini sering disebut wawancara kerja.

Kadang seorang pewawancara mendatangi seorang narasumber yang ahli dalam bisangnya untuk mendapatkan informasi, ada juga wawancara yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang yang telah mengalami suatu peristiwa atau menjadi sakti, serta banyak lagi jenis-jenis wawancara yang bisa gigunakan untuk mendapatkan informasi.

Hal ini akan kita bahas satu persatu untuk mendapatkan pengetahuan secara utuh, setelah itu baru kita bahas mengenai langkah-langkah wawancara kepada narasumber tertentu.

Langkah-langkah Wawancara

langkah langkah wawancara

langkah-langkah wawancara | pixabay.com

  1.  Menentukan tema atau topik wawancara;
  2. Mempelajari masalah yang berkaitan dengan tema wawancara;
  3. Menyusun daftar atau garis besar pertanyaan yang akan diajaukan  (5W+1H);
  4. Menentukan narasumber dan mengetahui identitasnya;
  5. Menghubungi dan membuat janji dengan narasumber;
  6. Mempersiapkan peralatan untuk wawancara (atat tulis atau alat perekam);
  7. Melakukan wawancara;
  8. Mencatat pokok-pokok wawancara;
  9. Menyususn laporan hasil wawancara.

Tujuan Wawancara

langkah langkah wawancara tujuan

tujuan wawancara | forbesimg.com,jpg

  1. Memperoleh informasi atau data penelitian;
  2. Memperoleh opini;
  3. Memperoleh biografi;
  4. Memperoleh cerita.

Jenis Jenis Wawancara

langkah langkah jenis jenis wawancara

jenis-jenis wawancara | jvstoronto.org

Jenis Wawancara Berdasarkan Cara Pelaksanaan

Berdasarkan cara pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi dua, yaitu wawancara terstruktur/terpimpin dan wawancara tidak terstruktur/bebas.

1. Wawancara Terstruktur/Terpimpin

Wawancara terstruktur atau terpimpin adalah wawancara secara terencana yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wawancara ini dinilai lebih efektif karena :

  1. Pertanyaan sesuai dengan urutan;
  2. Tidak ada informasi yang terlewatkan;
  3. Wawancara lebih lancar.

2. Wawancara Tidak Terstruktur/Bebas

Wawancara tidak terstruktur atau bebas adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

Jenis Wawancara Berdasarkan Jumlah Narasumber

Wawanara berdasarkan jumlah narasumber yang diwawancarai dibagi menjadi tiga, yaitu wawancara individu, kelompok, dan koferensi.

1. Wawancara Individu

Wawancara individu adalah wawancara yang dilakukan seseorang pewawancara dengan responden tunggal atau wawancara secara perseorangan.

2. Wawancara Kelompok

Wawancara kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu bersamaan.

3. Wawancara Konferensi

Wawancara konferensi adalah wawancara antara seorang pewanwanara dengan sejumalah responden atau sebailiknya.

Wawancara Berdasarkan Keterbukaan Informasi

Wawancara berdasarkan keterbuakaan Informasi dibagi mejadi dua, yaitu wawancara terbuka dan tertutup.

1. Wawancara Terbuka

Wawancara terbuka adalah wawancara yang terbuka untuk umum, artinya orang lain dapat hadir dan menyaksikan proses wawancara. Pertanyaan pada wawancara jenis ini tidak terbatas(tidak terikat) jawabannya.

2. Wawancara Tertutup

Wawancara tertutup adalah wawancara yang orang lain tidak boleh hadir untuk menyaksikan proses wawancara. Pertanyaan yang boleh diajukan pada wawancara jenis ini terbatas.

Etika Ketika Melakukan Wawancara

etika dalam wawancara

etika dalam wawancara | getyourpulse.com

  1. Datang tepat waktu.
  2. Perhatikan penampilan, bersikap santun, wajar, dan ramah.
  3. Perkenalkan masalah yang akan ditanyakan sehingganarasumber tahu alasan dirinya dijadikan narasumber.
  4. Mulailah dengan pertanyaan ringan (untuk narasumber yang punya banyak waktu), namun langsung ke personal inti untuk narasumber yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan wawancara.
  5. Hindari pertanyaan yang sifatnya menggurui, pribadi, dan bersifat interogatif atau terkesan memojokkan narasumber.
  6. Dengarkan dengan baik jawaban yang disampaikan narasumber. Boleh diingatkan secara halus apabila narasumber bermberi keterangan dari topik yang sedang dibicarakan.
  7.  Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan baru yang muncul dari penjelasan narasumber.
  8. Setelah seluruh pertanyaan diajukan, jangan lupa memberikan kesempatan kepada narasumber untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin belum ditanyakan.
  9. Usai wawancara, smpaikan ucapan terimakasih kepada narasumber.

Susunan Laporan Hasil Wawancara

langkah langkah wawancara laporan

wawancara laporan | pixabay.com

Menyusun laporan hasil wawancara meurpakan salah satu dari langkah-langkah wawancara untuk mendokumentasikan hasil dari proses wawancara. Seperti laporan pasa umunya, yaitu bagian pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan wawancara, topik, waktu dan tempat.

Di bagian hasil wawancara berisi informasi tentang identitas narasumber, pewawancara, dan transkrip hasil wawancara. Sedangkan dibagian penutup berisi simpulan dan saran. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini merupakan contoh laporan lasih wawancara dalam bentuk makalah.


Laporan Wawancara 

Pedagang Kaki Lima di Yogyakarta


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Wawancara

Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah China, India, Amerika Serikat dan memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah belum mampu menyejahterakan masyarakatnya.

Masih banyaknyak masyarakat miskin yang butuh perhatian dari pemerintah, akan tetapi pemerintah sampai saat ini belum mampu sengatasi permasalahan ini sampai tuntas. Akhirnya banyak masyarakat yang tuna karya sehingga banyak diantara mereka yang menjadi pemulung, pengemis yang hidup di garis kemiskinan.

Akan tetapi, banyak juga orang-orang yang tidak menyerah pada kondisi kemiskinan, seperti halnya para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di pinggiran jalan, atau PKL yang selau mendorong gerobaknya untuk mencari sesuap nasi.

Punji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahNya kami memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan wawancara dengan para pedagang kaki lima yang berada di Terminal Condongcatur, Yogyakarta.

Kegaitan ini merupakan salah satu tugas yang diberikan sekolahan sebagai sayarat mendaptkan nilai untuk Ujian Nasional 2016.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk medapatkan informasi dari narasumber mengenai topik yang kami bawa, yaitu Berdagang di Tempat Strategis Lebih Menguntungkan, oleh karena itu, kami mewawancarai pedagang oseng-oseng di salah satu lapat jualan.

Dengan dilaksanakan kegiatan wawancara ini, harapannya kmi dapat memenuhi tugasa Bahsa Indonesia yang diberikan oleh guru dan mendapat nilai yang baik.

B. Tujuan Wawancara

  • Mengetahu lebih dalam kehidupan pedagang makanan di Terminal Condongcatur
  • Menguasai teknik dan langkah-langkah wawancara
  • Mendapatkan informasi
  • Menyelesaikan tugas pelajaran Bahasa Indonesia

C. Topik Wawancara

Topik kegitan dalam wawancara ini adalah Berdangan di Tempat Stategis Lebih Menguntungkan.

D. Waktu dan Tempat Wawancara

Kegiatan ini dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Ahad/ 3 April 2016

Pukul ——–  : 09.00 – selesai

Tempat  —–  : Terminal Condongcatur, Yogyakarta.

HASIL WAWANCARA


A. Narasumber

Nama ——————– Bpk. Joko Wibowo

Tempat, tanggal lahir : Bantul, 7 Desember 1978

Alamat ——————  : Ds. Sribet, Bambang Lipuro 

Pekerjaan ————–  : Pedagang Oseng-oseng

B. Pewawancara

Wawancara ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari :

Pewawancara : Eko Sujarwo/02301238

Pencatat : Ali Ridho/02301440

Dokumentasi : Fajar Yanto/02301451

C. Transkirp Hasil Wawancara

Pewawancara (P) : Assalamu’alaykum, Selamat pagi pak, kami dari SMAN 4 Condongcatur mau izin untuk meminta waktu bapak sebentar untuk diwawancarai.

Narasumber (N) : Waalaykumsalam. Boleh, wawancara dalam rangka apa ya ?

P : Iya, begini pak, kami siswa kelas 3 SMA 4 Condongcatur diberi tugas Bahasa Indonesia oleh pak guru untuk mewawancarai salah satu pedagang kaki lima di terminal Condongcatur.

N : Oh, tugas ya. Iya boleh.

P : Alhamdulillah. Kami mulai pertanyaannya ya pak, boleh tahu sebelumnya identitas bapak? Nama dan tempat tanggal lahir?

N : Nama saya Bapak Joko Wibowo, lahir di Bantul, 7 Desember 1978.

P : Apakah bapak sudah berrumah tangga ?

N : Alhamdulillah sudah nak, Anak saya sekarang ada 3; satu masih SD, satu SMA, yang satu sudah lulus SMK langsung kerja.

P : Kalau boleh tahu, anak bapak yang tertama bekerja sebagai apa ya?

N : Alhamdulillah, anak bapak yang pertama setelah lulus SMK sekarang membuat bengkel sepeda motor kecil-kecilan di dekat rumah.

P : Kalau bapak sendiri sudah berapa lama jualan oseng-oseng mercon di tempat ini?

N : Wah… sudah lama sekali nak, seingat saya sudah sejak tahun 2002 saya sudah di jualan disini.

P : Sudah cukup lama juga ya pak !. O iya pak, disebelah terminal ini kan ada Taman Kuliner yang diperuntukan bagi pedagang yang ingin julan kuliner, tapi bapak kok lebih memilih jualan di sini ya? sedangkan di Taman kuliner tersesan sepi.

N : Dulu memang bapak sempat jualan di sana nak ketika pertama kali di resmikan. Akan tetapi, setelah beberapa minggu berjualan di sana, bayak kendala-kendala berjualan di sana sehingga rekan-rekan pedagang pada rugi, termasuk bapak. Akhirnya bapak berjualan lagi di sini.

P : Memangnya kendala-kendala yang bapak alami apa pak , sehingga membuat bapak merugi saat berjualan?

N : Begini nak, di Taman Kuliner itu kan menjadi tempat berkumpul semua penjual makanan. Harapan dari pemerintah daerah, tempat itu akan menjadi tempat berkumpulnya aneka makanan khas Yogyakarta, Akan tetapi minat masyarakat terhadap makanan brebeda beda. Misalnya, peminat Gudeg lebih banyak dari pada Tiwul, akhirnya penjual Tiwul sekidit peminatnya dan gulung tikar.

Kebanyakan masyarakt juga lebih suka makan sambil melihat lalu lintas kendaraan di kota, kalau di Taman Kuliner lalu lintasnya tidak ada, dan tempatnya ya begitu-begitu saja. Akhirnya Taman Kuliner hanya ramai di waktu-waktu tertentu saja.

Pada akhirnya bapak kembali berjualan kembali ditempat ini karena pelanggan lebih suka suasana yang seperti ini.

P : Oh, begitu ya pak, terimakasih banyak pak atas waktunya, semoga dagangan bapak lancar dan dimudahkan rezekinya.

N : Amiin. Terimakasih nak atas do’anya.

P : Kalau begitu saya pamit dulu ya pak, terimakasih. Wassalamu’alaykum.

N : Waalaykumsalam.


PENUTUP

A. Simpulan

Setelah dilakukan wawancara, didapatkan kesimpulan bahwa, tempat merupakan faktor penting dalam berjualan. Tata kelola yang salah oleh pemerintah daerah akan membuat proyek yang gagal dan membuang-buang anggaran.

B. Saran

Saran kepada bapak Joko adalah dalam berjualan sediakan juga minuman botol cepat saji, sehingga pelanggan yang butuh minum cepat bisa langsung mengambil dan membelinya.


LAMPIRAN

(Bersi dokumentasi saat wawancara)


  Contoh Laporan Wawancara dalam Bentuk Narasi

langkah langkah langkah langkah laporan wawancara narasi

laporan wawancara narasi | narratorfiles.com

Laporan Wawancara dengan Seorang Wartawan

Hari/tanggal : Ahad/ 3 Desember 2016

Pukul : 09.00 WIB

Tempat : Rumah Mas Eko

Narasumber : Mas Eko

Pewawancara : Edi, Eko, Arif

Tema Wawancara : Seputar Profesi sebagai reporter

Tujuan Wawancara :  Memahami profesi sebagai seorang reporter

Hasil wawancara :

Setelah diwawancari, Mas Eko diketahui memiliki nama asli Eko Ratomo, panggilan setiap harinya adalah Mas Eko. Beliau berprofesi sebagai reporter berita di salah satu koran ternama di Indonesia.

Beliau sering berpergian keluar kota untuk memburu berita dari narasumber terkenal yang berhubungan dengan kasus atau keahlian yang sedang di geluti. Beliau ketika mencari berita, selalu menyusun langkah-langkah wawancara terlebih dahulu sebelum bertemu dengan narasumber yang hendak di wawancarai.

Etika-etika dalam wawancara juga diperhatikan sehingga narasumber yang diwawancarai merasnya nyaman dan tidak merasa didiksriminasi.


Demikianlah informasi mengenai langkah-langkah wawancara dan beberapa contoh laporan hasil wawancara. Semog bermanfaat untuk Anda bisa melakukan proses wawancara dengna langkah-langkah yang benar. Terimakasih.

Leave a Reply