Pengertian, Penyebab, Akibat, Macam-Macam dan Contoh Pencemaran Air Lengkap

Permasalahan lingkungan saat ini menjadi PR besar bagi masyarakat Indonesia. Sebenarnya, tidak hanya masyarakat Indonesia saja, namun menjadi permasalahan dunia. hal ini ditandai dengan menurunnya kualitas air.

Padahal, air merupakan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Sayangnya, keberadaan air saat ini sudah tercemar. Pencemaran air ini dibuktikan dengan kualitas air yang semakin tidak sehat dan bahkan menjadi sumber penyakit.

Coba Anda lihat lautan yang luas, hampir semua lautan terutama di daerah pantai Anda bisa menemukan sampah yang terbawa ombak. Saat melihat air laut, mungkin airnya sudah tidak jernih lagi dan bahkan sudah berwarna hitam.

Sama halnya saat Anda ke Jakarta. Jika Anda melihat sungai yang ada di wilayah pedesaan dimana airnya masih jernih dan segar, maka di kota besar Ada tidak akan menemukannya lagi. di sana air sungai berubah menjadi warna hitam dan bahkan mengeluarkan bau yang busuk.

Lebih mengerikannya lagi, di sungai juga sudah jarang ditemukan ikan. Malah, yang ada hanya tumpukan sampah baik itu plastik atau sampah lain yang sengaja dibuang oleh penduduk sekitar. Hal inilah yang menjadikan pencemaran air muncul di mana-mana.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi semua ini? tentunya harus ada kesadaran dari setiap masyarakat bahwa air itu penting dan air bersih sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai permasalahan yang terjadi karena pencemaran air.

Pengertian Pencemaran Air

Apa yang dimaksud dengan pencemaran air itu? Berdasarkan pengertiannya, pencemaran air merupakan suatu proses menurunnya kualitas air yang ada di sungai, penampungan air, danau, laut maupun lainnya yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Pengertian lain mengatakan bahwa pencemaran air adalah suatu kondisi dimana terjadinya suatu fenomena yang mengakibatkan perubahan keadaan air pada penampungan seperti sungai, danau, laut atau bahkan air tanah karena aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam definisi lain yang menyebutkan jika pencemaran air adalah sebuah proses menurunnya kualitas air yang disebabkan oleh makhluk hidup, energi ke dalam air, zat atau karena ulang manusia. Selain itu, penurunan kualitas air ini juga terjadi baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Penyebab Pencemaran Air

Biasanya, penyebab terjadinya pencemaran air yang paling sering terjadi adalah karena sampah atau limbah industri dari aktivitas manusia. perlu Ada tahu, meskipun sampah dan limbah ini tampak sederhana, namun ternyata hal ini bisa membahayakan da bahkan menyebabkan kerugian yang banyak.

Bahkan, pencemaran ini juga bisa terjadi pada lingkungan rumah Anda. Misalnya saja seperti di mata air, sungai, danau maupun lautan. Akibatnya, kualitas air di tempat yang tercemar menjadi menurun. Nah, salah satu ciri-ciri air yang sudah tercemar bisa dilihat dari perubahan rasa, warna, bau dan hingga kualitas dari air itu sendiri.

Adapun penyebab pencemaran air yang bisa terjadi diantaranya adalah sebagai berikut.

Limbah Industri

Munculnya banyak pabrik di Indonesia tentunya memiliki dampak yang positif terhadap perekonomian. Namun, tahukah Anda jika dengan adanya banyak pabrik yang berdiri ternyata memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Salah satunya adalah menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan terutama kualitas air. Banyak pabrik yang belum sadar bahwa limbah yang dihasilkan itu bisa berbahaya bagi air. Namun, tetap saja dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu.

Padahal, seharusnya berdasarkan peraturan dilarang keras membuang limbah ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sebab, hal ini bisa merusak kualitas air dan merusak habitat yang ada di sungai.

Baca juga :   16 Kreasi Hiasan Dinding Cantik dan Mudah Dibuat di Rumah

Nah, limbah industri yang dibuang terus menerus menumpuk dan membuat air menjadi tidak sehat dan bahkan beracun, sehingga menyebabkan banyak biota air yang mati, persawahan mengering dan bahkan tanaman juga mati.

Jika sudah begini, air yang seharusnya menjadi sumber penghidupan menjadi sumber penyakit yang mematikan.

Limbah Rumah Tangga

Selain limbah industri, ternyata limbah rumah tangga juga bisa mencemari air lho. Terutama untuk mereka yang tinggal di bantaran sungai. Mengapa begitu? Sebab, banyak masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang hanya mencari gampangnya saja.

Misalnya saja mau membuang sampah langsung dibuang ke sungai. Limbah air sisa cucian sabun dan lain-lain dibuang ke sungai. Nah, kebiasaan buruk inilah yang dilakukan terus menerus menjadikan air menjadi tercemar.

Sungai yang seharusnya bersih bahkan menjadi dipenuhi dengan sampah. Hal inilah yang mengakibatkan munculnya bau busuk yang mengganggu masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Pertanian

Zaman sekarang sektor pertanian sudah tidak seperti zaman dahulu. Jika zaman dahulu semua dilakukan secara alami bahkan pupuk yang digunakan juga organik. Maka berbeda dengan saat ini.

Saat ini, sektor pertanian hampir 80% sudah menggunakan bantuan pupuk kimia. Mungkin penggunaan pupuk kimia ini membantu. Namun, percaya tidak percaya hal ini bisa berdampak pada penurunan kualitas air.

Sebab, pupuk akan diserap oleh tanah da bahkan masuk dan terbawa oleh air. Karena itu, kualitas dari air terutama air tanah menjadi rusak dan tercemar. Inilah yang menjadikan salah satu penyebab pencemaran air terjadi.

Penggunaan Detergen

Semua orang pasti menggunakan detergen setiap hari. Ya, detergen memang menjadi salah satu produk yang digunakan untuk mencuci. Namun, tahukah Anda jika penggunaan detergen bisa menyebabkan terjadinya pencemaran air?

Hal ini karena air detergen biasanya akan langsung dibuang dan meresap ke dalam tanah atau bahkan mengalir ke sungai. Akibatnya adalah bisa menyebabkan air tercemar dan membuat ikan-ikan yang hidup di sungai juga mati.

Penggunaan Bahan Peledak Saat Menangkap Ikan

Munculnya banyak kasus penangkapan ikan menggunakan bahan peledak memang akhir-akhir ini banyak terjadi. Memang mungkin hasil yang didapatkan lebih banyak. Namun, tahukah Anda jika perbuatan tersebut bisa mencemari kualitas air.

Sebab, jika ikan saja mati, maka orang lain yang menggunakan air tersebut juga bisa berefek. Bahkan, tidak hanya merusak kualitas air saja, namun juga bisa membunuh habitat laut lain seperti terumbu karang dan lain sebagainya.

Limbah Peternakan dan Perikanan

Selain penyebab di atas, ada lagi penyebab pencemaran air yang disebabkan oleh limbah peternakan dan perikanan. Sisa kotoran peternakan yang dibuang ke sungai atau ke tempat lain bisa mengakibatkan pencemaran air.

Bahaya Pencemaran Air

Setelah tahu penyebab pencemaran air, Ada juga perlu tahu bahaya pencemaran air juga. ternyata efek dari permasalahan ini cukup serius. Karena itu harus ada kesadaran yang tinggi dari semua masyarakat untuk mencegah atau bahkan mengatasi masalah ini.

Ada banyak sekali bahaya yang disebabkan oleh pencemaran air dan bahkan serius sehingga menyebabkan kematian. Mau tahu apa saja bahaya tersebut? Langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Tanah longsor

Tahukah Anda, akibat yang ditimbulkan dari pencemaran air bisa menyebabkan tanah longsor. Saat tanah longsor terjadi, tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi masyarakat. Tidak hanya kerugian material saja, namun tanah longsor juga bisa memakan korban jiwa.

Banjir

Permasalahan banjir di ibu kota tentunya sudah bukan hal yang baru. Bahkan, saat ini banjir tidak terjadi di ibu kota saja, namun di berbagai wilayah baik di Indonesia ataupun di dunia. Salah satu penyebab utama banjir adalah pencemaran air.

Mengapa bisa demikian? Saat sungai dipenuhi dengan sampah, maka air tidak bisa mengalir dengan selayaknya. Nah, ketika hujan turun, maka debit air yang ada di sungai otomatis akan meluap karena saluran yang tersumbat.

Baca juga :   Sistem Hormon pada Manusia Berserta Fungsi Kelenjar Endokrin dan Eksokirn

Efeknya bisa mengakibatkan banjir di daerah-daerah yang rendah. Terjadinya musibah banjir ini tentunya sangat merugikan baik bagi masyarakat ataupun bagi pemerintah kota setempat. Kerugian juga tidak hanya materi saja, namun juga muncul berbagai macam wabah penyakit.

Munculnya Wabah Penyakit

Seperti yang disebutkan di atas bahwa dampak pencemaran air juga bisa menimbulkan munculnya wabah penyakit. Lingkungan yang airnya sudah tercemar, berarti menandakan bahwa air tersebut sudah tidak sehat.

Ada banyak bakteri buruk yang bersarang di sana. Bahkan, air yang tercemar juga menjadi sarang nyamuk yang berbahaya. Sehingga bisa berdampak pada munculnya penyakit demam berdarah, malaria. Selain itu, muncul juga penyakit mematikan seperti hepatitis dan korea karena air yang sudah tercemar.

Rusaknya Ekosistem Air

Efek atau bahaya yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah terganggunya ekosistem air itu sendiri. Kualitas air yang sudah menurun membuat hewan yang hidup di air terganggu. Bahkan, banyak hewan yang mati sehingga menjadikan ekosistem air rusak secara keseluruhan.

Kematian Biota Air

Pencemaran air juga bisa mengakibatkan matinya biota air. Misalnya saja seperti matinya ikan atau spesies air lainnya. Sungai atau laut yang kotor tentunya sudah tidak mampu menunjang kehidupan spesies laut.

Sebab, spesies laut juga membutuhkan air yang bersih agar mereka bisa hidup. Baru-baru ini juga muncul kasus seperti ikan paus yang mati terdampar di pantai. saat dibedah, ternyata di dalam perutnya terdapat puluhan ton sampah.

Hal ini menandakan bahwa ikan paus memakan sampah yang artinya laut sudah tercemar karena sampah. Jika begini terus, maka laut yang seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk spesies air tinggal malah menjadi tempat yang mengerikan.

Keseimbangan Lingkungan Terganggu

Ketika terjadi perubahan interaksi dalam ekosistem karena tercemarnya air, maka hal ini bisa mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahkan, hal ini tidak hanya berdampak pada organisme air saja, melainkan organisme keseluruhan termasuk manusia sendiri.

Erosi

Erosi merupakan sebuah peristiwa yang terjadi karena pengikisan tanah karena air hujan. Terjadinya erosi juga bisa terjadi karena pencemaran air.

Berubahnya Tingkat Keasaman (pH)

Normalnya, tingkat keasaman (pH) untuk hidup suatu organisme adalah 6,5-7,5. Namun, saat limbah rumah tangga limbah industri, pertanian dan berbagai macam lainnya bercampur dengan air, maka hal ini bisa mempengaruhi pH air itu sendiri.

Bisa jadi H tersebut di atas 7,5 atau bahkan di bawah 5,5. Saat pH ini berubah, maka secara langsung hal ini akan berdampak pada terganggunya kehidupan organisme yang ada di air.

Sumber Air Bersih Semakin Berkurang

Dampak terbesar dari pencemaran air adalah berkurangnya sumber air bersih. Padahal seperti yang diketahui bersama bahwa sumber mata air bersih ini sangat penting. Sumber mata air bersih bisa berupa air sungai, air danau dan bahkan air tanah.

Namun, saat sumber ini tercemar, maka ia tidak bisa dikonsumsi lagi. hal inilah yang membuat manusia mulai kekurangan air bersih setiap tahunnya, padahal, keberadaan air bersih sangat dibutuhkan dalam kehidupan.

Macam-Macam Pencemaran Air

Dilihat dari macamnya, pencemaran air itu dibagi menjadi empat macam. Setiap macam memiliki dampak dan penyebabnya sendiri. Adapun penjelasan dari keempat macam pencemaran ini antara lain adalah sebagai berikut.

Pencemaran Air Karena Mikroorganisme

Sesuai dengan namanya, jenis pencemaran ini terjadi karena mikroorganisme yang hidup di air. Air menjadi tempat untuk hidup banyak makhluk hidup, termasuk untuk mikroorganisme yang tidak terlihat.

Adapun beberapa mikroorganisme yang menyebabkan pencemaran air seperti fitoplankton, zooplankton dan masih banyak lainnya. Pada dasarnya, mikroorganisme memiliki fungsi untuk menjernihkan air. Namun, ada kalanya ada mikroorganisme yang merugikan sehingga membuat air menjadi tercemar.

Adapun ciri-ciri air yang tercemar karena mikroorganisme adalah warnanya keruh. Sebab, di dalamnya kekurangan kandungan oksigen.

Pencemaran Air Karena Anorganik Nutrisi Dari tanaman

Pencemaran air yang satu ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan bidang pertanian. Banyak petani yang menggunakan pupuk nitrogen maupun fosfat di zaman sekarang ternyata bisa mengakibatkan pencemaran air.

Baca juga :   Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Sarat Makna yang Bisa Anda Jadikan Referensi

Namun, tahukah Anda jika penggunaan pupuk kimia ini bisa berdampak negatif, terutama bagi air. Bahan-bahan kimia yang berbahaya ini apabila tercampur dengan air bisa membunuh organisme yang hidup di air. Alhasil, air yang telah tercampur dengan zat kimia ini menjadi berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi lagi.

Pencemaran Karena Bahan Kimia Organik

Contoh-contoh dari bahan kimia organik adalah seperti pestisida, plastik, minyak, detergen, cairan pembersih dan masih banyak lainnya, tentunya, bahan-bahan ini sangat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tahukah Anda jika hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan, pencemaran yang terjadi karena bahan ini bisa membunuh tanaman, hewan air seperti ikan, udang dan masih banyak lainnya.

Pencemaran Karena Bahan Kimia Anorganik

Penggunaan bahan kimia anorganik sudah biasa dilakukan oleh masyarakat, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya menggunakan garam, asam dan juga bahan toksik lain seperti cadmium, timbal atau mungkin merkuri dalam jumlah yang tinggi.

Kebanyakan manusia tidak sadar jika penggunaan bahan-bahan tersebut sangatlah berbahaya. Hingga ketika dampaknya baru dirasakan baru sadar ternyata semua itu terjadi karena perbuatan yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama namun terus menerus.

Contoh Pencemaran Air

  • Bicara soal contohnya, ada banyak contoh kasus pencemaran air yang terjadi. Biasanya pencemaran air ini terjadi karena air telah terkontaminasi dengan zat-zat yang berbahaya. Adapun beberapa contoh pencemaran air adalah sebagai berikut:
  • Zat kimia organik, misalnya saja seperti bensin, detergen, plastik, pestisida dan minyak.
  • Agen infeksiosa, misalnya saja seperti parasit, bakteri dan virus.
  • Pencemar anorganik, misalnya saja seperti logam, asam, basa.
  • Pencemaran karena sedimen, mislay saja seperti kerikil, tanah, lumpur.
  • Pencemaran zat radioaktif, misalnya saja seperti uranium, thorium, cesium, iodie.
  • Pencemaran karena nutrisi atau unsur hara, misalnya saja seperti amonium, nitrat, dan fosfat.
  • Pencemaran pada zat-zat pengikat oksigen, misalnya saja seperti residu tumbuhan serta pupuk kandang.

Jika dilihat dari contoh di atas, ternyata zat-zat di atas merupakan zat yang biasa digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, zat ini ternyata mencemari air dan membuat kualitas air menjadi menurun.

Dengan tahu dan paham mengenai informasi pencemaran air di atas, maka kini Anda bisa melakukan upaya pencegahan apa saja yang harus dilakukan agar pencemaran ini tidak terus terjadi. Sebab, jika hal ini terus terjadi, yang ada kasihan anak cucu kita nanti sudah tidak bisa menikmati air bersih lagi.

Leave a Comment