sistem indra mata melotot

Sistem Indra Pada Manusia Besarta Fungsi Setiap Bagian-bagiannya

SISTEM INDRA – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang sistem saraf dan sistem hormon yang merupakan bagian dari sistem komunikasi.

Kedua sistem tersebut berfungsi mengatur dan mengendalikan aktivitas organ tubuh. Aktivitas organ tubuh ini didasarkan pada proses komunikasi berupa rangsang.

Alat yang menerima rangsang sebut reseptor. Alat indra juga memiliki kemampuan untuk menerima rangsangan, jadi alat indra pada manusia bisa disebut dengan reseptor.

Alat indra terdapat pada semua makhluk hidup. Alat indra berguna sebagai media untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya, menghindari musuh, dan sebagainya.

Kepekaan alat indra dalam menanggapi rangsang dapat berkurang jika ada gangguan pada alat tersebut.

Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit atau adanya kelainan pada alat indra. Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari alat-alat indra pada manusia dan kelainan serta penyakit yang menyerangnya.

1. Sistem Indra – Mata

mata melotot
pixabay.com

Mata merupakan alat indra yang unik karena sangat peka terhadap cahaya. Mata dapat melihat benda karena adanya pantulan cahaya dari benda.

Jika kamu mengamati mata yang tampak dari luar, akan terlihat bahwa mata berbentuk bulat dan terletak di dalam rongga.

a. Bagian-bagian mata

Bola mata dilekatkan oleh beberapa otot pada tulang tengkorak. Otot-oto tersebut terdiri atas tiga pasang otot yang ketiganya disebut otot silindrais.

Ketiganya berfungsi sebagai penggerak bola mata ke bawah, ke atas, ke kiri, atau kekanan.

Agar mata dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mata dilindungi oleh alis mata, kelopak mata, rambut mata, dan kelenjar air mata.

Perhatikan teman Anda, adakah bagian-bagian yang telah disebutkan tadi?

Alis mata berfungsi untuk menahan turunnya keringat dari dahi ke bola mata. Rambut mata berfungsi melindungi bola mata dari debu atau benda-benda lainnya.

Adapun kelopak mata berfungsi menjaga bola mata dan dari debu dan manyaring sinar matahari yang menyilaukan. Kelenjar ari mata berfungsi menghasilkan air mata.

Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar mata akan disebarkan ke bagian bola mata depan saat kamu berkedip. Dengan berkedip, debu atau kotoran yang ada di bola mata akan tersingkirkan.

Selain itu, bola mata terpelihara dari kekeringan. Kedipan mata terjadi dengan jangka waktu yang sangat singkat. Mata kita akan sakit apabila tidak berkedip dalam jangka waktu yang lama.

Bola mata manusia terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan dalam (retina), lapisan tengah (koroid), dan lapisan luar (retina).

Sklera merupakan lapisan putih yang titis, namun santat kuat. Bagian depan sklera disebut kornea. Kornea berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke mata.

Lapisan tengah atau koroid berwarna gelap. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah dan berfungsi menyerap cahaya.

Selain itu juga berfungsi mengurangi berkas cahaya yang memantul di sekitar mata bagian dalam.

Bagian depan selaput ini terputus dan membentuk selaput pelangi atau iris. Selaput tersebut ada yang berwarna hitam, biru, abu-abu, atau hijau.

Bagian inilah yang menentukan warna mata orang. Pada bagian tengah iris terdapat lubang untuk masuknya cahaya ke dalam mata. Lubang ini disebut pupil.

Besar-kecilnya pupil di atau oleh iris yang berhubungan dengan banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk.

Lapisan dalam mata atau retina disebut juga selaput jala. Bagian ini merupakan reseptor pada mata. Pada retina terdapat bintik kuning.

Bintik kuning sangat peka terhadap cahaya dan warna. Oleh karena itu, jika kamu melihat suatu benda dan bayangan jauh pada bintik kining, benda tersebut akan tampak jelas dan tajam.

Seseorang yang memiliki mata sehat dan normal, dapat melihat suatu benda dari dekat maupun jauh pada jarak tertentu dengan jelas.

Hal ini karena lensa matanya mampu memipih dan mencembung sesuai dengan jarak objek benda yang dilihatnya.

Ketikakamu melihat objek benda yang jauh, otot lensa akan mengendur. Dengan demikian, lensa mata akan memipih.

Sebaliknya, ketika melihat objek benda yang dekat, otot lensa akan berkontraksi. Hal ini akan diikuti dengan mencembungnya lensa mata.

Mencembungnya dan memipihnya lensa mata bertujuan untuk memfokuskan cahaya yang terpantul dari benda yang terlihat agar bayangan jatuh tepat pada retina.

Bagai mana proses perjalanan cahaya pada bola mata? Cahaya yang ditangkap mata bertutut-turut akan melalui kornea mata, aqueous humor, pupil, lensa, vitrues humor, dan akhirnya pada retina.

Retina sebagai reseptor akan meneruskan ke otak melalui sel sarf sensorisnya dan otak akan menerjemahkan bayangan yang tertangkap oleh retina.

b. Kelalainan dan penyakit pada mata

Apakah kamu atau teman sepermainmu ada yang menggunakan kaca mata? Orang yang biasanya menunjukkan ada kelainan pada matanya.

Apa saja kelainan dan penyakit pada mata? Berikut ini beberapa kelainan dan penyakit pada mata.

1. Rabun jauh

Rabun jauh atau miopi merupakan ketidakmampuan mata untuk melihat objek yang jauh dengan jelas.

Hal ini karena lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang. Akibatnya, bayangan jatuh di depan bintik kuning. Penderita miopi dapat ditolong menggunakan kaca mata berlensa cekung.

2. Rabun dekat

Penderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat objek benda secara jelas dari jarak dekat.

Hal ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih, bayangan akan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung.

3. Astigmata

Astigmata disebabkan permukaan lensa atau lengkungan kornea yang tidak mulus. Akibatnya, bayangan yang jatuh tidak tepat pada bintik kuning. Penglihatan penderita astigmata dapat dikoreksi dengan lensa silindreis.

4. Glukoma

Glukoma merupakan suatu keadaan yang mana tekanan bola mata meninggi. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kebutaan. Umumnya penyakit ini dialami orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

5. Trachoma

Trachoma merupakan virus yang menimbulkan peradangan pada kornea. Jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Trachoma dapat diobati dengan pemberian antibiotik.

6. Katarak

Penyakit ini disebabkan terjadinya pengeruhan pada lensa. Semakin keruh lensa, semakin tidak jelas penglihatan, lama-kelamaan dapat menyebabkan kebutaan.

Pengangkatan lensa katarak dan menggantikannya dengan lensa buatan merupakan cara terbaik dalam pengobatannya.

2. Sistem Indra – Telinga

gambar telinga dari batu
pixabay.com

Kamu dapat mendengar suatu karena memiliki indra pendengar berupa telinga. Telinga merupakan alat indra yang sangat peka terhadap rangsang suara.

Hal ini karena telinga memiliki saraf-saraf pendengaran. Selain adanya saraf pendengaran, telinga tersusun atas beberapa bagian. Bagian-bagian apa saja yang menyususn telinga itu?

a. Bagian-bagian telinga

Telinga tersusun atas telinga bagian dalam, bagian tengah, dan bagian luar. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga, saluran telinga, dan selaput gendang atau membran timpani.

Daun telinga berfungsi membantu memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran pendengaran.

Selaput gendang atau membran timpani berfungsi menangkap gelombang sura.

Pada telinga bagian tengah terdapat tida macam tulang, yaitu tulang landasan (incus), tulang martil (malleus), dan tulang sanggurdi (stapes).

Ketiga tulang tersebut berfungsi meneruskan dan mengubah gelombang suara dari gendang telinga atau selaput gendang ke bagian telinga.

Di bagian tengah telinga juga terdapat suatu saluran yang berhubungan dengan pangkal tenggorokan. Saluran ini disebut saluran Eustachius.

Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara di telinga bagian luar dan tengah.

Telinga bagian dalam terdiri atas rumah siput (koklea) dan tida saluran setnah lingkaran berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.

Bagiamna perjalanan gelombang suara sehingga otak dapat mengartikan gelombang suara tersebut?

Di sekitarmu banyak terdapat gelombang suara. Gelombang suara ini ditangkap oleh daun telinga dan diteruskan menuju membran timpani.

Membran ini akan menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran. Getaran tersebut akan melewati tulang pendengaran, yaitu martil, landasan, dan sangurdi.

Dari tulang pendengaran, getaran tersebut akan diteruskan menuju rumah siput. Getran yang sampai pada rumah siput akan menyebabkan cairan yang terdapt di dalamnya bergerak.

Di rumah siput ini pun banyak terdapat reseptor berupa rambut-rambut sensoris.

Seiring pergerakan cairan pada rumah siput, rambut-rambut sensoris ini bergetar. Gerakan ini kemudian akan dikirm oleh sel saraf sensoris menuju otak dalam bentuk imuls. Otak akan menerjemahkan impuls ini sebagai suara.

b. Kelainan penyakit pada telinga

Ada beberapa kelainan dan penyakit pada pelinga. Umumnya jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan ketulian. Berikut ini beberpa kelainana dan penyakit pada telinga.

  1. Tuli.
    Otang yang sudah tidak dapt lagi mendengar dikatakan tuli. Tuli dapat disebabkan menumpuknya kotoran telinga sehingga menumbat saluran telinga. Oleh karena itu, rajin-rajinlah membersihkan saluran telinga. Guanakan pembersih telinga yang steril.
  2. Radang telinga tengah
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Biasanya radang telinga tengah diikuti radang pada saluran pernapasan bagian atas (radang tenggorokan). Biasanya radang telinga paling sering menyerang anak-anak.
  3. Mabuk perjalanan
    Mabuk perjalanan ini disebabkan adanya gangguan pada tiga saluran setengah lingkaran. Gangguan ini dapat disebabkan rangsangan yang terus-menerus oleh gerakan-gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan sehingga keseimbangan tubuh terganggu.

3. Sistem Indra – Hidung

wanita mencium bunga
pixabay.com

Apakah kamu dapat merasakan harumnya masakan pada saat ibumu menggoreng ikan di dapur? Kamu dapat mencium harumnya masakan karena memiliki indra pembau berupa hidung.

Hidung merupakan indra pembau yang peka terhadap ransang berbentuk gas dan uap. Di dalam rongga hidung terdapat sel-sel reseptor yang dilengkapi dengan rumbut-rambut halus berselaput lendir.

Paaa waktu kamu menicum aroma makanan, zat berbau yang menguap dari masakan tersebut terhirup bersama udara pernapasan.

Kemudian, larut bersama selaput lendir di dalam rongga hidung. Hal ini merangsang ujung sel saraf pembau di dalam rongga hidung.

Dari ujung sel saraf pembau di dalam rongga hidung. Dari ujung sel saraf pembau ini impuls akan diteruskan ke otak. Setelah dari otak, kamu dapt mengatakan bahwa masakan tersebut harum. Berdasarkan penjelasan ini, pastinya kamu sudah tahu apa fungsi utama dari sistem indra hidung.

Fungsi indra pembau akan hilang jika terjadi penymbatan rongga hidung (misalnya oleh polip atau tumor) dan adanya infeksi pada reseptor-rseptor pembau oleh virus.

Hilangnya fungsi indra pembau disebut anosmia.

4. Sistem Indra – Lidah

gambar anak kecil menjilat es krim
pixabay.com

Mengapa kamu dapat merasakan asinnya garam, manisnya gula, dan pahitnya kopi? Organ apa yang berfungsi untuk merasakan manis dan pahitnya sesuatu? Organ untuk mengetahui rasa ini adalah lidah.

Oleh karena itu, lidah disebut sebagai indra pengecap. Selain itu, lidah juga berfungsi untuk mengatur makanan, menelan, dan membantu berbicara.

Cucilah tanganmu dan peganglah permukaan lidahmu. Ada yang kamu rasakan? Permukaan lidah terasa kasar karena memiliki tonjolan-tonjolan atau kuncup-kuncup pengecap yang disebut papila.

Pada papila ini terdapat ujung-ujung sek saraf pengecap. Di dalamnya papila terdapat banyak puting-puting pengecap (taste bun). 

Puting pengecap ini memiliki sel reseptor yang di ujungnya terdapat rambut-rambut halus. Setiap sel reseptor dihubungkan dengan sel saraf sensoris.

Setiap makanan yang terlarut dalam mengadakan kontak dengan rmbut-rambut halus, akan mernagsang sel reseptor.

Selanjutnya, sel reseptor akan mengubah zat kimia itu menjadi impuls. Impuls selanjutnya diteruskan ke otak oleh sel saraf sensoris untuk diterjemahkan. Selanjutnya, kamu akan meraskan rasa makanan yang kamu makan.

Demikanlah beberpa hal pembahasan mengenai sistem indra pada manuisa, semoga menambah pengetahuan bagi kamu, dan menginspirasi kamu untuk mencintai ciptaan yang telah diberikan oleh  Sang Pencipta kepada kita.

Baca juga :

# Sistem Indra

Leave a Comment