Awas Ukhti, Jangan Sampai Hal ini Menodai Cerita Hijrahmu

Dewasa ini banyak wanita-wanita yang berhijrah untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Dalam perjalanan hijrahnya, banyak perubahan yang nampak pada diri mereka. Dari hal cara berpakaian, adab dalam bersosial dll.

Perjalanan hijrah ini merupakan perjalanan yang sangan penting bagi mereka, karena hal ini menentukan arah dalam menggapai dunia dan akhirat mereka.

Mereka menyadari bahwa mereka pernah memiliki masalalu yang cukup kelam. Ada yang berasal dari dunia yang hedonis, akademis, ada juga yang berasal dari dunai hitam yang sudah bertaubat. Tapi semua itu adalah masalalu yang ingin dilupakan.

Bagi mereka, masalalu yang kelam adalah sebuah aib yang ingin dibuang jauh-jauh. Mereka menutup rapat-rapat, jangan sampai ada orang yang mengetahuinya. Bahkan ketika aib ini muncul di permukaan, reputase sebagai seorang muslim-muslimah yang sudah berhijrah akan runtuh.

Berawal dari sebuah obrolan di sosial media

unsplash.com

Ketika saya sedang membuka jejaring sosial, tiba-tiba ada adik angkatan yang PM ke saya. “Assalamu’alaykum, Mas, Kabarnya gimana?”

Karena lama tidak berjumpa, akhirnya kami asyik mengobrol, saling menanyakan kabar masing-masing dan saling bertanya kabar teman-teman seperjuangan yang pernah aktif dilembaga kampus.

Pada sebuah percakapan, teman saya ini tertanya kepada saya tentang identitas seorang akhwat, “Mas tahu akhwat ini ndak ?” (sambil menyebutkan nama). Karena saya tidak tahu akhwat tersebut, saya katakan kepada dia bahwa saya tidak tahu.

Karena saking penasarannya, teman saya ini kasih foto si akhwat tadi.

Saya kaget sekali, “Kok bisa ya dia dapet foto ini ?” (batin saya)

Kemudian saya tanya kepada dia, “Kok kamu bisa dapet fotonya sih, setahu saya, akhwat-akhwat yang sudah berhijrah itu tidak mengupload foto pribadinya di jejaring sosial?”

 

Ternyata teman saya itu mendapatkan fotonya dari facebook.

Tapi dia tidak mendapatkan foto itu dari galeri facebook milik si akwat tadi. Melainkan dari teman facebook yang menandai si akhwat tersebut.

Jadi, meskipun kita tidak mengupload foto pribadi ke jejaring sosial, bisa saja teman kita yang mengupload dan menandai kita ke foto mereka.

Bagi seorang akhwat yang sudah berhijrah, mengupload foto pada jejaring sosial adalah sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan. Apalagi foto-foto yang tidak sesuai syariat, foto ketika belum berhijab misalnya.

Tapi foto seperti itu bisa saja muncul di sosial media secara tiba-tiba, karena teman kita pernah menguploadnya di sosial media tanpa seizin kita.

*

Untuk teman-teman akhwat yang pernah mengupload fotonya di sosial media, saya sarankan untuk segera di hapus.

Kalau ada temen yang mengupload foto anda, dan menandain anda. Hilangkan tag pada foto anda, dan mintalah kepada temen anda untuk menghapusnya.

 

“Lalu bagaimana untuk mengetahui temen-temen kita yang mengupload foto kita?”.

Pertanyaan tersebut bisa terjawab pada artikel saya sebelumnya tentang pencarian di facebook. Anda bis baca di sini : Cara mencari teman di facebok.

*

Sebagi seorang muslim, kita di anjurkan untuk menundukkan pandangan dari melihat kemaksiatan. Hal ini ditujukkan kepada ikhwat maupun akhwat.
Seorang ikhwan tidak semestinya memandang seorang akhwat yang bukan muhrimnya, begitu juga sebaliknya.

Mereka tidak semestinya memandang aurot orang lain yang di haramkan.

Pandanglah perkara di depan kita sesuai kadarnya saja, jangan sampai berlebihan sehingga mengumbar nafsu.

Jika ada lawan jenis tersenyum kepada kita, segeralah memalingkan wajah. Karena bisa jadi itu merupakan cara syaitan untuk menggoda kita supaya bermaksiat kepda Allah SWT.

Mungkin perkara ini sangat sukar dilakukan, pasalnya kondisi sosial masyarakat kita belum memungkinkan untuk memisahkan  kegiatan antara ikhwan dan akhwat.

Contohnya di Sekolahan, siswa laki-laki dan perempuan dicampur menjadi satu dan mereka bebas berinteraksi dengan minimnya pengawasan dari guru.

Hal ini berbahaya untuk generasi muda, terutama masa-masa SMP-SMA. Interaksi yang sangat sering bisa menimbulkan syahwat kepada lawan jenis tanpa disengaja.

Terbukti banyak media yang memberitakan tentang terjadinya hamil di luar nikah atau biasa disebut NBA (Marriage by Accident).

Pastinya kita tidak ingin menjadi salah seorang dari mereka.

Maka dari itu, yuk mulai dari diri kita sendiri untuk tidak mengumbar syahwat dipublik , terutama di sosial media. Karena bisa jadi, itu adalah awal dari kemaksiatan yang lebih besar.

 

Demikian tulisan singkat dari saya, kalau dirasa bermanfaat, tolong bagikan kepada teman Anda.

Jangan sampai hal ini terjadi pada orang yang kita sayangi.

Terimakasih,

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

baca juga : Cara Mencari Teman di Facebook Menggunakan Extention Inteligence Search

Leave a Comment