Tag: manajemen

  • Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, dan Akibat Jika Tak Diterapkan Dalam Perusahaan

    Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, dan Akibat Jika Tak Diterapkan Dalam Perusahaan

    Dalam kehidupan sehari-hari mungkin Anda sudah tidak asing dengan kata “manajemen” dimana kata ini sebenarnya melekat dalam setiap kegiatan manusia. Sebut saja tentang manajemen emosi, manajemen stress, manajemen keuangan hingga masuk ke lingkup lebih luas seperti manajemen organisasi, manajemen perusahaan, manajemen pemasaran dan lain sebagainya.

    Dari sekian banyak jenis manajemen, manajemen sumber daya manusia atau manajemen SDM ialah yang cukup sering dijumpai dalam perusahaan atau sektor bisnis. Manajemen SDM sendiri merupakan upaya atau proses untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi dan juga melakukan evaluasi secara menyeluruh pada sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan.

    Manajemen SDM ialah ilmu yang digunakan untuk mengatur hubungan serta peran tenaga kerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan utama perusahaan. Dengan kata lain, manajemen SDM juga termasuk kajian bidang ilmu manajemen yang menggabungkan terori sosiologi, psikologi dan lain sebagainya.

    Penerapannya secara nyata meliputi implementasi perencanaan dan desain, penyusunan karyawan, pengelolaan karir, pengembangan karyawan, hubungan tenaga kerja serta evaluasi kinerja. Manajemen SDM ini sangat melibatkan keputusan dan juga kebijakan yang berpengaruh terhadap tenaga kerja itu sendiri.

    Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

    Beberapa ahli di bidang ilmu manajemen pun telah banyak mengeluarkan pendapat terkait pengertian manajemen sumber daya manusia. Berikut ini adalah beberapa definisi manajemen SDM menurut para ahli.

    Handoko

    Menurut Handoko pengertian manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan seleksi, perekrutan, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia dalam rangka untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.

    Anwar Prabu Mangkunegara

    Menurut Anwar Prabu Mangkunegara manajemen sumber daya manusia adalah suatu perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian remunerasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

    Melayu Hasibuan

    Menurut Melayu Hasibuan, pengertian manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur peran hubungan kerja agar dapat secara efektif dan efisien dalam rangka untuk mencapai tujuan perusahaan, pekerja, dan masyarakat.

    Henry Simamora

    Menurut Henry Simamora definisi manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian remunerasi, serta pengelolaan individu anggota kelompok pekerja.

    Gary Dessler

    Menurut Gary Dessler pengertian manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan latihan untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau aspek-aspek yang terdapat dalam SDM, seperti posisi manajemen, rekrutmen, seleksi, pelatihan, kompensasi, dan penilaian prestasi kerja karyawan.

    Hadari Nawawi

    Menurut Hadari Nawawi pengertian manajemen sumber daya manusia adalah proses pendayagunaan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis yang dimiliki berfungsi maksimal bagi tercapainya tujuan perusahaan.

    Mutiara S. Panggabean

    Menurut Mutiara S. Panggabean pengertian manajemen SDM adalah suatu proses manajemen yang terdiri dari pengorganisasian, perencanaan, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan analisis pekerjaan, pengadaan, evaluasi pekerjaan, pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

    Marry Parker Follett

    Menurut Mary Parker Follett pengertian manajemen sumber daya manusia adalah seni dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang diperlukan.

    Achmad S. Ruky

    Menurut Achmad S. Ruky pengertian manajemen sumber daya manusia adalah aplikasi yang lebih tepat pada efisiensi yang sama dalam pemanfaatan, akuisisi, pengembangan dan pemeliharaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat optimal dari pemanfaatan sumber daya manusia oleh organisasi dalam mencapai tujuannya.

    Moses N. Kiggundu (1989)

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Moses N. Kiggundu dalam Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003:11), Human resources management is the development and utulization of personal for the effective achievement of individual, organizational, community, national, and international goals and objectives.

    (MSDM adalah pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan dan sasaran individu, organisasi, masyarakat, bangsa dan internasional yang efektif).

    Bohlarandel dan Snell (2010:4)

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Bohlarander dan Snell adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memberdayakan karyawan dalam perusahan, membuat pekerjaan, kelompok kerja, mengembangkan para karyawan yang mempunyai kemampuan, mengidentifikasi suatu pendekatan untuk dapat mengembangkan kinerja karyawan dan memberikan imbalan kepada mereka atas usahanya dan bekerja.

    Edwin B. Flippo

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Edwin B. Flippo adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.

    M. Manulang

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut M. Manulang adalah senig dan ilmu pengadaan, pengebangan dan pemanfaatan SDM, sehingga tujuan perusahaan dapat direalisasikan secara daya guna dan kegairahan kerja dari semua kerja.

    Sastrohardiwiryo

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Sastrohadiwiryo memakai istilah manajemen tenaga kerja menggantikan manajemen sumber daya manusia. Manajemen tenaga kerja adalah pendayagunaan, pengaturan, pengurusan, pembinaan dan pengembangan unsur tenaga kerja baik yang memiliki status sebagai karyawan, buruh, ataupun pegawai dengan semua kegiatannya dalam berusaha meraih hasil guna dan daya guna yang semaksimal mungkin, sesuai dengan harapan usaha perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga, maupun instansi.

    Fustino Cardos Gomes

    Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Fustino Cardos Gomes adalah suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya.

    Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

    Pembuatan manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau lembaga bisnis tentunya bukan tanpa tujuan. Melainkan dengan banyak tujuan dan maksud yang baik demi perusahaan tersebut.

    Menurut Cushway, ada beberapa tujuan dari manajemen SDM, yakni sebagai berikut.

    Membuat Kebijakan dan Pertimbangan

    Tugas utama dari manajemen SDM ialah untuk memotivasi para pekerja. Dengan adanya manajemen SDM ini, divisi yang mengurus masalah tersebut memiliki kewajiban untuk membantu membuat kebijakan untuk sumber daya manusia.

    Membantu Perusahaan Mencapai Tujuan

    Divisi manajemen SDM juga bertanggung jawab dengan hal penerapan kebijakan yang telah dibuat serta memperhatikan dampak kebijakan serta prosedur pada para pekerja terkait.

    Menyelesaikan Masalah

    Setiap perusahaan maupun organisasi tentunya akan menghadapi masalah yang perlu diselesaikan dengan baik dan cepat. Bahkan sering kali masalah tersebut menyeret perusahaan pada kondisi yang krisis dan memberi dampak risiko negatif yang besar bagi banyak pihak.

    Peran manajemen sumber daya manusia disini ialah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada perusahaan maupun organisasi dengan baik. Sumber daya manusia harus menemukan solusi terbaik bagi semua pihak sehingga tak memicu konflik atau masalah lain.

    Memberi Dukungan

    Tak kalah penting dengan tujuan lain, manajemen SDM juga dibuat sebagai motivator atau untuk memberikan dukungan pada perusahaan. Bentuk dukungan nyata yang diberikan oleh manajemen SDM tersebut antara lain adalah perekrutan sumber daya manusia berkualitas yang dapat menciptakan situasi kondusif pada perusahaan.

    Media Komunikasi Terbaik

    Manajemen SDM juga dapat berperan menjadi media komunikasi yang menjembatani hubungan pekerja, pekerja dengan manajer ataupun pekerja dengan perusahaan. Pentingnya komunikasi di dalam sebuah perusahaan akan berdampak besar pada hasil atau pencapaian yang didapatkan perusahaan tersebut.

    Sayangnya, karyawan kerap kali menghindari komunikasi langsung terhadap staff lain atau manajer. Nah disinilah manajemen SDM akan berperan menjadi media komunikasi terbaik yang akan membantu karyawan maupun pihak manajer dan perusahaan dalam menciptakan komunikasi yang baik.

    Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

    Jika dilihat dari pengertian manajemen sumber daya manusia, terdapat begitu banyak fungsi di dalamnya yang berperan penting pada sumber daya manusia maupun perusahaan terkait. Dimana manajemen SDM ini berperan dalam mengatur tenaga kerja serta interaksi antar karyawan atau anggota.

    Dengan penerapan manajemen SDM pada perusahaan, maka bisnis akan berjalan lebih stabil dan efisien. Nah berikut ini adalah beberapa fungsi atau manfaat dari manajemen SDM.

    Staffing/Employment

    Adanya manajemen SDM ini, maka akan terbentuk sebuah perencanaan yang baik terkait dengan seleksi tenaga kerja yang sesuai kebutuhan perusahaan. Manajer akan berperan dalam menyaring tenaga kerja atau calon karyawan yang sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan serta keahliannya. Tujuannya tak lain adalah untuk menghindari kekurangan dan kelebihan tenaga kerja dalam sebuah perusahaan.

    Performance Evaluation

    Seorang manajer bukan hanya bertugas menyeleksi namun juga melakukan evaluasi pada tenaga kerjanya. Dengan adanya manajemen SDM di sebuah perusahan, maka bisa memberikan penilaian terhadap anggota perusahaan serta memastikan jika masing-masing tenaga kerja sudah menjalankan tanggung jawab pekerjaannya dengan baik.

    Training and Development

    Jika dipahami lebih dalam pada pengertian manajemen sumber daya manusia yang mengatur hubungan antar tenaga kerja, hal ini berperan untuk memberikan pengarahan serta pelatihan yang baik pada anggota perusahaan.

    Manajer pun bertanggung jawab pada masalah pemutusan hubungan kerja, apabila terdapat anggota yang tak memenuhi kriteria kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, ataupun terjadi kelebihan tenaga kerja dalam perusahaan tersebut.

    Compensation

    Manajemen SDM pun berkaitan langsung dengan koordinasi pemberian reward ataupun kompensasi pada tenaga kerja. Manajer mempunyai tanggung jawab dalam mengemban struktur penggajian yang baik. Hal tersebut berkaitan langsung dengan kesesuaian antara pembayaran dengan manfaat yang diberikan oleh tenaga kerja.

    Personnel Research

    Seorang manajer harus berusaha meningkatkan efektifitas jalannya perusahaan melalui analisis pada permasalahan individu pekerja. Sebagai gambaran saja yang berkaitan dengan keterlambatan kerja, ketidakhadiran secara berulang serta permasalahan lain yang dapat muncul akibat ketidaknyamanan pekerja pada system perusahaan.

    Melalui analisis perilaku yang menyangkut pribadi tenaga kerja inilah dapat dihindari pengunduran diri oleh karyawan secara mendadak. Sebab hal tersebut dapat berpengaruh pada operasional atau kegiatan di perusahaan.

    Employe Relations

    Sebuah perusahaan atau bidang bisnis yang menerapkan manajemen sumber daya manusia secara baik, maka bisa menghindari munculnya permasalahan yang terkait dengan serikat pekerja.

    Keteraturan pada hubungan kerja antara anggota perusahaan dan pemimpin perusahaan bisa mencegah terbentuknya sekitar pekerja seperti demonstrasi, aksi mogok kerja serta permasalahan lain yang berkaitan langsung dengan tenaga kerja perusahaan.

    Safety dan Health

    Meski secara umum pengertian manajemen SDM ini mengarah pada kepentingan untuk mengatur interaksi yang terjadi antara tenaga kerja dengan pihak perusahaan, akan tetapi dalam peranannya pun harus mementingkan keselamatan kerja karyawan perusahaan.

    Keselamatan kerja karyawan adalah prioritas seorang manajer, mengingat hal ini akan berpengaruh pada kredibilitas perusahaan. Dengan begitu manajer akan membuat serangkaian standar operasional prosedur kerja pada beberapa sektor bisnis atau perusahaan yang berkaitan dengan produksi.

    Fungsi atau manfaat manajemen SDM untuk perusahaan maupun tenaga kerja di atas membuktikan jika penerapan manajemen SDM harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Dengan begitu tak ada kesalahan ataupun

    Akibat Jika Manajemen Sumber Daya Manusia Tak Diterapkan

    Begitu pentingnya manajemen SDM dalam sebuah perusahaan atau badan bisnis menjadikan sistem pengaturan atau sistem kontrol ini wajib ada. Dengan kata lain, sebuah perusahaan atau badan bisnis akan mendapati beberapa risiko atau masalah jika tak menerapkan manajemen SDM dengan baik.

    Berikut ini adalah beberapa akibat jika manajemen sumber daya manusia tak diterapkan dalam perusahaan.

    Kekurangan atau Kelebihan Tenaga Kerja

    Dalam sebuah perusahaan tentunya sudah ditentukan formasi atau anggota-anggota yang perlu mengisi posisi tertentu. Nah melalui manajemen SDM inilah perusahaan dapat mengatur jumlah anggota atau tenaga kerja yang dapat mengisi posisi tersebut.

    Jika manajemen SDM tak diterapkan dengan baik, maka kemungkinan kekurangan tenaga kerja akan sangat besar. Bahkan kelebihan tenaga kerja pun bisa terjadi lantaran beberapa hal seperti tidak adanya pengaturan yang baik dari manajer atau pihak perusahaan.

    Kurangnya Seleksi SDM

    Setiap perusahaan tentunya menginginkan sumber daya manusia terbaik untuk mengemban tugasnya dan memajukan perusahaan semaksimal mungkin. Sayangnya tanpa manajemen SDM, perusahaan tampaknya tak akan bisa mendapatkan sumber daya manusia yang terbaik.

    Hal ini bisa terjadi karena manajemen SDM juga bertugas menyeleksi calon tenaga kerja. Sehingga ketika manajemen SDM tak diterapkan dengan baik, maka seleksi calon tenaga kerja pun tak akan maksimal dan membuat perusahaan kehilangan calon karyawan terbaik atau bahkan memilih karyawan yang salah.

    Konflik Internal

    Salah satu hal paling berbahaya bagi perusahaan adalah adanya konflik internal dalam perusahaan tersebut. Meskipun sering kali tidak terlihat namun konflik inilah yang justru kadang memberikan dampak negatif besar bagi perusahaan.

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika manajemen SDM ini pun berfungsi untuk mencegah serikat pekerja. Dimana serikat pekerja adalah dampak konflik internal yang bisa memicu dampak lain yang lebih besar.

    Pengaturan komunikasi melalui manajemen SDM memang masih menjadi jembatan terbaik bagi perusahaan maupun pihak tenaga kerja.

    Semua kemungkinan buruk tersebut bisa saja terjadi secara cepat maupun bertahap, tergantung bagaimana baik buruknya penerapan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut.

    Itu dia pembahasan lengkap tentang apa yang dimaksud dengan manajemen SDM atau sumber daya manusia, tujuan penerapannya dalam perusahaan, manfaat atau fungsinya dalam perusahaan serta akibat yang muncul jika manajemen SDM tidak diterapkan dengan baik dalam sebuah perusahaan.

    Dewasa ini perusahaan besar maupun kecil tampaknya sudah mulai memprioritaskan manajemen SDM demi kemajuan perusahaan dan juga kesejahteraan tenaga kerja. Dengan begitu diharapkan dunia kerja pun akan memberikan dampak yang lebih baik bagi kehidupan sosial para tenaga kerja.

  • Pengertian Manajemen: Definisi Menurut Para Ahli, Fungi, Tujuan dan Jenisnya

    Pengertian Manajemen: Definisi Menurut Para Ahli, Fungi, Tujuan dan Jenisnya

    Untuk mencapai sebuah kesuksesan, baik dalam bisnis, pendidikan maupun sektor kehidupan lain, manajemen sangat dibutuhkan. Hal ini karena manajemen bisa dijadikan sebagai landasan pengaturan terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

    Secara umum pengertian manajemen ialah sebuah proses untuk mengatur segala sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang, maupun organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang ada.

    Sementara menurut etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno yakni “Management” yang berarti seni dalam mengatur dan melaksanakan. Manajemen juga bisa diartikan sebagai upaya perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien serta efektif.

    Efektif pada konteks ini ialah untuk mencapai tujuan sesuai perencanaan serta efisien untuk melaksanakan pekerjaan dengan terorganisir dan benar.

    Menurut T. Hari Handoko, ada 3 faktor utama mengapa manajemen sangat dibutuhkan, yakni:

    • Manajemen dibutuhkan guna menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, kegiatan dan sasaran yang saling bertentangan antara pihak yang memiliki kepentingan dari organisasi terkait.
    • Manajemen dibutuhkan agar tujuan pribadi maupun organisasi dapat tercapai.
    • Manajemen dibutuhkan guna mencapai efisiensi dan efektivitas suatu kerja organisasi.

    Sebuah organisasi atau lembaga yang tengah berkembang sangat memperlakukan organisasi pada beberapa hal, yakni manajemen strategi, manajemen SDM, produksi, marketing dan lain sebagainya.

    Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    proffesional management menurut para ahli
    source: unsplash.com

    Beberapa ahli pada bidang ilmu manajemen telah menerangkan apa arti manajemen, sehingga orang awam dapat lebih mudah memahami pengertian manajemen. Berikut ini adalah beberapa definisi manajemen menurut para ahli.

    George R. Terry

    Menurut George Robert Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan; perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan.

    Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

    Mary Parker Follet

    Menurut Mary Parker Follet, pengertian manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.

    Henry Fayol

    Menurut Henry Fayol, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengawasan/ kontrol terhadap sumber daya yang ada agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

    Lawrence A. Appley

    Menurut Lawrence A. Appley, arti manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

    Ricky W. Griffin

    Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses koordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

    Efektif berarti tujuan dapat tercapai sesuai rencana, sedangkan efisien artinya tugas dijalankan dengan benar, terorganisir, dan selesai sesuai jadwal.

    Hilman

    Menurut Hilman, pengertian manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.

    Oey Liang Lee

    Menurut Oey Liang Lee, pengertian manajemen adalah ilmu atau seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    Dr. Ahuja

    Menurut Dr. Ahuja, pengertian manajemen adalah pihak-pihak yang menawarkan/menyediakan jasa untuk bidang yang berhubungan dengan manajemen.

    Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

    Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, pengertian manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak bukan dari tanggung jawab keselamatan serta kesehatan kerja baik dari sisi perencanaannya.

    Renville Siagian

    Menurut Renville Siagian, pengertian Manajemen adalah salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli yang terlatih dan berpengalaman.

    James A.F Stoner

    Menurut James A. F. Stoner, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, leadership, serta pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta penggunaan Sumber daya yang tersedia di organisasi tersebut guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya.

    Drs. H. Malayu S.P Hasibuan

    Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan menyatakan bahwa Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain nya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Millet (1954)

    Menurut Millet (1954) menyatakan bahwa Manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorganisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.

    Plunket Dkk

    Menurut Plunket dkk Mendefinisikan manajemen sebagai “One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people)”.

    Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lbh manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).

    Dr. Sp. Siagian

    Menurut Dr. Sp. Siagian menyatakan bahwa Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.

    Richard L. Daff (2002:8)

    Menurut Richard L. Daff (2002:8) menyatakan bahwa Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

    Peter Drucker

    Menurut Peter Drucker menyatakan bahwa Manajemen adalah orang yang memiliki banyak tujuan untuk mengelola bisnis serta mengelola manajer dan juga mengelola pekerja dan bekerja.

    Chaster Bernard

    Menurut Chaster Bernard menyatakan bahwa manajemen adalah ilmu pengetahuan yang berisi ide-ide dengan lima fungsi utama, yaitu mendesain, mengatur, mengorganisir, mengendalikan, dan mengoordinasi.

    Fungsi Manajemen

    fungsi management

    Jika dilihat secara umum, fungsi manajemen ialah sebagai elemen dasar yang harus ada pada manajemen yang dijadikan acuan manajer (orang yang mengelola manajemen) dalam pelaksanaan tugas guna mencapai tujuan dengan cara perencanann, mengorganisir, mengoordinasi serta mengendalikan.

    Dilihat dari pengertian manajemen di atas, ada 5 fungsi lain dari manajemen pada bidang bisnis, yakni sebagai berikut.

    Perencanaan

    Perencanaan ialah satu fungsi terpenting pada manajemen bisnis. Manajer yang mengelola sebuah perusahaan atau badan bisnis harus merencanakan sera mengevaluasi setiap tindakan yang telah maupun belum ditindaklanjuti pada bisnis tersebut.

    Selain itu perencanaan juga dibutuhkan untuk menentukan secara keseluruhan tujuan perusahaan serta upaya yang perlu dilakukan untuk memenuhi tujuan terkait. Manajer perlu bertindak sebagai seseorang yang mampu mencari alternative guna mencapai tujuan akhir baik untuk rencana jangka pendek, menengah ataupun untuk rencana jangka panjang.

    Tidak adanya perencanaan yang matang dalam sebuah bisnis yang berkembang pastinya kan menggerogoti tenaga kerja terkait.

    Pengorganisasian (Organizing)

    Fungsi kedua dari manajemen pada bisnis iala sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar pada beberapa serangkaian kegiatan atau kegiatan-kegiatan kecil. Tujuannya ialah untuk mempermudah manajer melakukan pengecekan dan pengawasan secara efektif serta menentukan sumber daya yang diperlukan pada setiap kegiatan yang telah dibagi secara efisien.

    Pengorganisasian akan lebih mudah dilaksanakan dengan cara pembagian tugas yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan serta bagaimana pengerjaannya. Hal ini bertujuan agar pencapaian target atau tujuan bisnis melalui proses yang lebih terangkai dan terstruktur ataupun terorganisasi.

    Pengarahan (Directing)

    Selanjutnya yakni sebagai pengarahan atau directing, yakni sebuah tindakan yang mengusahakan agar setiap anggota bisnis mampu mencapai target dan sasaran yang sesuai dengan prosedur manajerial yang telah direncanakan.

    Seorang manajer akan mengarahkan jika terjadi masalah ataupun ada pengerjaan yang tak sesuai dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Disini bisa dilihat betapa pentingnya peran manajer, mengingat setiap tindakan dalam dunia bisnis tak selalu sama seperti apa yang telah direncanakan.

    Dengan begitu, manajer bisa mengarahkan kembali agar semua tindakan bisa disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat.

    Penempatan (Staffing)

    Hampir sama seperti organizing, hanya saja penggunaannya lebih luas. Jika organizing lebih memperhatikan manajemen SDM, namun pada staffing ini lebih memperhatikan sumber daya secara universal atau umum.

    Beberapa sumber daya yang dimaksud disini antara lain ada peralatan, perlengkapan, serta investasi yang ada di sebuah organisasi.

    Pengawasan (Controlling)

    Dari sekian banyak rencana serta tindakan yang telah dijalankan, perlu ada pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis dalam konteks ini ialah melakukan evaluasi secara menyeluruh pada kinerja sumber daya perusahaan.

    Manajer secara aktif melakukan pengawasan pada sumber daya yang sudah diorganisasi sebelumnya kemudian memastikan jika tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana. Adanya penyimpangan atau kesalahan pada pengerjaan tugas bisa dikoreksi kemudian menjadi pembelajaran pada perencanaan di periode berikutnya.

    Klasifikasi dari masing-masing sumber daya pun sama pentingnya untuk menjadi bahan klasifikasi agar tak menyebabkan dominasi dari pihak pengawas saja. Bisnis yang baik ialah bisnis yang anggotanya pun bisa bekerjasama dengan tim secara luas serta berjalan berkesinambungan.

    Beberapa hal yang perlu dipenuhi pada proses pengawasan kerja adalah sebagai berikut:

    • Penetapan waktu (scheduling): dimana manajer harus mempunyai waktu rutin dalam melakukan pengawasan, semisal setiap dua minggu sekali, sebulan sekali dan lainnya.
    • Jalur (routing): manajer harus menetapkan jalur yang berfungsi untuk meminimalisir resiko terjadinya kesalahan.
    • Perintah pelaksanaan (dispatching): manajer harus memiliki sikap untuk memerintah serta mendorong agar setiap sumber daya mampu menyelesaikan tugasnya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
    • Tindak lanjut (follow up): manajer melakukan pengecekan dan memberikan solusi jika terjadi permasalahan pada proses pencapaian tujuan guna meminimalisir kesalahan yang sama terjadi kembali lagi.

    Unsur Dalam Manajemen

    unsur-unsur dalam management

    Untuk membentuk sistem manajerial yang terkoordinasi dengan baik, diperlukan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Seluruh unsur tersebut saling berkesinambungan dan saling melengkapi satu sama lain, jika ada salah satu unsur yang tak ada maka akan berimbas pada hasil keseluruhan dari target pencapaian.

    Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur manajemen.

    Manusia (Human)

    Faktor terpenting pada manajemen adalah manusia. Pada praktiknya, manusia ialah unsur yang membuat tujuan serta melakukan proses untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses perencanaan dan kerja tak akan terjadi jika tak ada unsur manusia di dalamnya.

    Uang (Money)

    Unsur kedua ialah uang, dimana uang memberikan pengaruh pada hasil kegiatan dengan jumlah yang dapat dihitung pada peredaran dana sebuah perusahaan. Uang juga bisa menjadi alat pada proses pencapaian tujuan, dengan penggunaan yang bisa diperhitungkan secara rasional.

    Penggunaan uang pada sebuah perusahaan ialah untuk biaya operasional, seperti pembelian dan perawatan peralatan kantor, gaji pegawai, serta kebutuhan perusahaan lainnya.

    Material (Bahan)

    Yang dimaksud material pada manajemen bisnis ialah bahan setengah jadi dan juga bahan jadi. Unsur ini merupakan salah satu faktor penting pada dunia bisnis mengingat hasil yang baik hanya dapat dicapai apabila material yang digunakan pun bagus.

    Mesin (Machines)

    Sama seperti material, mesin juga sangat dibutuhkan untuk menentukan hasil yang bagus. Hanya saja penggunaan mesin memiliki tujuan yang lebih spesifik yakni untuk melakukan pekerjaan sulit sehingga lebih mudah dan juga cepat.

    Penggunaan mesin pun mampu meningkatkan hasil serta keuntungan untuk perusahaan. Proses kerja atau operasi perusahaan pun menjadi lebih efisien dan efektif.

    Metode (Methods)

    Proses pelaksanaan kerja hanya bisa berjalan dengan efisien dan efektif jika dilakukan dengan metode yang pas. Suatu metode kerja pun harus mempertimbangkan fasilitas, sasaran, waktu, uang serta kegiatan bisnis.

    Tak hanya itu, metode yang baik dan tepat pun harus dipahami oleh manusia yang melaksanakannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya dapat berjalan dengan baik jika manusia terlibat dalam metode tersebut.

    Pasar (Market)

    Unsur manajemen yang begitu krusial bagi sebuah perusahaan ialah proses pemasaran produk. Dimana barang tak akan bisa diedarkan atau dijual jika tak ada pemasaran yang tepat.

    Sebuah bisnis dapat menguasai pasar jika produk yang ditawarkan memiliki kualitas terbaik dan sesuai dengan minat serta daya beli konsumen. Inilah yang menjadikan proses pemasaran memiliki hubungan yang begitu erat dengan kualitas barang yang dipasarkan.

    Contoh dan Jenis Manajemen

    penerapan management

    Penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya bisa dilakukan dengan konteks yang begitu luas. Ada begitu banyak bidang yang membutuhkan ilmu manajemen. Nah berikut adalah beberapa contoh serta macam-macam jenis manajemen:

    • Manajemen Administrasi Perkantoran
    • Manajemen Strategi
    • Manajemen Biaya
    • Manajemen Personalia dan Administrasi
    • Manajemen Organisasi
    • Manajemen Perusahaan
    • Manajemen Produksi
    • Manajemen Pemasaran
    • Manajemen Keuangan
    • Manajemen Organisasi
    • Manajemen Waktu
    • Manajemen Pendidikan
    • Manajemen Komunikasi
    • Manajemen Agribisnis
    • Manajemen Konstruksi
    • Manajemen Sumber Daya Manusia
    • Manajemen Stress
    • Manajemen Risiko
    • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    • Manajemen Rantai Pasokan
    • Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas)
    • Dan lain sebagainya.

    Dari beberapa contoh jenis manajemen di atas, bisa dilihat bagaimana luasnya penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari.

    Penerapan Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-Hari

    penerapan management dalam kehidupan sehari-hari

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika ilmu manajemen sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan setiap aspek kehidupan manusia sebenarnya tak pernah lepas dari ilmu manajemen. Sebut saja manajemen emosional, manajemen keuangan pribadi dan lain-lain yang harus dikuasai semua manusia.

    Kemudian pada lingkup yang lebih luas seperti manajemen perusahaan, manajemen konstruksi, manajemen organisasi dan lain sebagainya. Penerapan ilmu manajemen dalam berbagai sektor kehidupan ini bertujuan agar seluruh kegiatan yang dilakukan manusia lebih terkontrol dan pencapaian target yang ditetapkan pun menjadi lebih mudah.

    Bagaimana, sudah paham apa itu pengertian manajemen, fungsi, tujuan manajemen pada bisnis serta jenis-jenisnya? Semoga dengan uraian di atas Anda bisa lebih memahami pentingnya ilmu manajemen dan menerapkannya dengan baik pada kehidupan Anda.

  • Fungsi Manajemen POAC  Menurut George R. Terri dan Para Ahli

    Fungsi Manajemen POAC Menurut George R. Terri dan Para Ahli

    Fungsi manajemen dalam hal ini adalah sejumlah kegiatan yang meliputi beraneka ragam jenis pekerjaan yang dapat digolongkan ke dalam satu kelompok sehingga membentuk satu kesatuan administratif.

    Fungsi Manajemen dan Jenis Pekerjaan

    fungsi manajemen

    Sebagaimana yang dikatakan oleh Louis A. Allen di dalam bukunya “The Professional of Management” manajemen adalah suatu jenis pekerjaan khusus yang menghendaki usaha mental dan fisik yang diperlukan untuk memimpin, menyusun, merencanakan, dan mengawasi.

    Allen, Louis A., mengatakan bahwa pekerjaan manajer itu mencangkup 4 fungsi manajemen, yaitu:

    1. Leading (memimpin)
    2. Planning (merencanakan)
    3. Organizing (menyusun)
    4. Controlling (mengawasi dan meneliti), yaitu menentukan langkah-langkah yang lebih baik.

    Setiap manajer atau pemimpin harus menjalankan keempat fungsi manajemen tersebut di dalam organisasi sehingga hasilnya menjadi suatu keseluruhan yang sistematis.

    Contohnya setiap orang bisa merencanakan dan menyusun pekerjaannya, tetapi jika cuma itu mereka belum bisa disebut manajer, seperti halnya seorang ibu tidak bisa kita sebut sebagai dokter, hanya karena kadang-kadang ibu itu memberikan anaknya fungsi pokok manajemen, yaitu:

    1. planning;
    2. organizing;
    3. staffing;
    4. directing and leading;
    5. controlling.

    George R. Terry merumuskan fungsi manajemen menjadi empat fungsi manajemen pokok, yaitu:

    1. planning;
    2. organizing;
    3. actuating;
    4. controlling.

    Berkaitan dengan hal tersebut, menurut George R. Terry perlu memahami konsep PIRO, yang merupakan singkatan dari people, ideas, resources, dan objectives.

    People (manusia) merupakan sumber daya manajemen paling penting yang tersedia bagi manajer.

    Sebagaimana dalam analisis akhir manajemen adalah: oleh (by), melalui atau dengna menggunakan (through) dan untuk (for) manusia.

    Hal ini berarti dalam upaya mencari suatu tujuan yang telah ditentukan maka setiap anggota organisasi perlu diberitahu, diyakini dan dibangkitkan semangatnya.

    Selain itu, mereka perlu diarahkan sesuai dengan tugas-tugasnya agar hasil kerjanya dapat memuaskan.

    Ideas (gagasan-gagasan) merupakan milik yang paling berharga dari manajer, yaitu berupa pemahaman mengenai sesuatu berupa konsep-konsep pemikiran yang diperlukan.

    Objectives merupakan tujuan-tujuan yang memberikan makna bagi penggunaan manusia, gagasan dan sumber daya.

    Jadi, jelas ada suatu tujuan yang dicapai dan suatu misi yang harus diemban sesuai dengan sasaran dari setiap kegiatan organisasi.

    Luther Gulick (1930) mengatakan, fungsi manajemen adalah POSDCORB, singkatan dari:

    P = Planning

    O = Organizing

    S = Staffing

    D = Directing

    C = Coordinating

    R = Reporting

    B = Budgeting

    Sebenarnya lama sebelum tahun (1908) Henry Fayol menyebutkan bahwa tugas utama seorang manajer adalah:

    1. merencanakan (to plan);
    2. mengorganisasikan (to organize);
    3. mengkoordinasikan (to coordination);
    4. mengawasi (to control).

    Sesungguhnya pandangan mengenai fungsi manajemen itu tidak berbeda antara beberapa ahli tersebut, cuma yang satu memasukkan salah satu atau dua fungsi ke dalam satu fungsi, sedangkan yang lain membaginya lagi sehingga menjadi beberapa fungsi yang lebih terperinci.

    Kita lihat, misalnya Louis A. Allen memasukan fungsi directing, selecting people dan staffing ke dalam salah satu fungsi manajemen, yaitu leading, sedangkan Koontz dan O’Donnell memisahkannya.

    Selain itu, kita lihat George R. Terry merumuskan planning menjadi fungsi pertama, sedangkan fungsi learning dia memasukan ke dalam actuating.

    Jika kita lihat sistematika fungsi-fungsi manajemen dari Louis A. Allen, kita akan melihat bahwa hal di atas sudah sesuai dengan kenyataan di lapangan, bahwa setiap manajer harus melaksanakan keempat fungsi tersebut, sehingga hasilnya menjadi satu kesatuan yang sistematis.Berkomunikasi adalah pekerjaan seorang manajer, terutama dalam menjami

    Masing-masing fungsi tidak berdiri sendiri, tetapi harus dirakit menjadi proses manajemen. Fungsi manajemen menurut Louis A. Allen terdiri dari:

    1. Manajemen Leading (memimpin)

    fungsi manajemen leading
    fungsi manajemen ©pixels.com

    Memimpin adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer agar orang-orang lain bertindak.

    Dalam pengertian manajemen, memimpin bukan proyeksi dari sifat pribadi, melainkan merupakan suatu jenis pekerjaan khusus yang terdiri dari keahlian yang dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang sama sehingga menuntut dirinya sebagai seorang generalist.

    Fungsi leading ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu:

    • mengambil keputusan (decision making);
    • mengadakan komunikasi (communicating);
    • memberikan motivasi (motivating);
    • memilih orang-orang (selecting people);
    • mengembangkan orang-orang (developing people).

    Penjelasan fungsi manajemen sebagai leading adalah sebagai berikut :

    1. Mengambil keputusan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam memperoleh kesimpulan-kesimpulan dan pendapat (conclusion and judgement) dalam memberi keputusan mengenai suatu soal.
    2. Berkomunikasi merupakan tugas utama bagi seorang manajer, terutama ketika mentrasfer pemikiran antara dirinya dengan bawahan yang dipimpinnya.  Tugas pemimpin dalam kaitan dengan komunikasi adalah memberikan penerangan mengenai tradisi, tujuan, sejarah, perubahan, dan politik.Oleh karena itu, seriap bawahan atau kariawan wajib mengetahui dan memahami tiga point berikut seperti yang terlihat dalam diagram berikut ini.
      fungsi manajemenMerupakan tugas seorang pemimpin untuk memberikan penerangan kepada bawahannya mengenai tradisi, tujuan, sejarah, dan politik perusahaannya.Mereka harus mengerti betul tentang struktur organisasi, hubungan kepegawaian dan aktivitas dari satu bagian dengan bagian lainnya.Oleh sebab itu, mereka harus bisa beradaptasi dengan job list yang diberikan dan juga dengan kultur yang berlaku.

      Jadi, fungsi komunikasi itu maksudnya untuk menjamin pengertian timbal balik antara atasan dan manajer serta orang-orang lain yang tergabung dalam organisasi.

      Manajer harus mengerti bawahannya dan memahami kebutuhannya dan pendapat mereka.

    3. Motivasi adalah fungsi yang merupakan pekerjaan seorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain untuk bertindak.Motif adalah suatu dorongan dari dalam dirinya atau dari luar yang memberikan suatu kekuatan yang sangat bear untuk berbuat sesuatu.Motivasi diarahkan kepada sumber utama tingkah laku manusia (mainspring human behaviosr) dan hal ini merupakan salah satu keahlian manajemen yang paling sulit.Cara-cara yang dipergunakan oleh seorang pemimpin untuk menuntut dan membantu bawahannya tentu saja bermacam-macam.

      Untuk mendapatkan yang paling baik, dibutuhkan suatu pengetahuan dari berbagai macam cara yang disertai dengan intuisi untuk memilih cara yang paling tepat waktu dan tempatnya.

    4. Pekerjaan manajer yang lain adalah memilih orang-orang untuk kelompoknya, yaitu memilih orang yang pandai dan cock untuk bekerja sama dengan anggota kelompok lain.
    5. Mengembangkan orang-orang adalah pekerjaan manajer dalam memperbaiki sikap dan pengetahuan orang, yaitu dengan jalan melatih dan mengembangkan orang sehingga bakat dan kecakapan dapat digunakan dan dimanfaatkan sepenuhnya. Hal ini menurut beberapa usaha, yaitu
      a. appraisal of performance (penilaian hasil kerja);
      b. counseling (pemberian saran dan nasihat) ;
      c. coaching
      (instruksi dan latihan perseorangan)
      d. training (perintisan tindakan latihan).

    Leading merupakan fungsi utama manajemen yang sangat berpengaruh,  dan skill memimpin merupakan keahlian seorang manajer untuk mengatur hubungan antar manusia (human relations).

    Oleh karena itu, timbul kecenderungan untuk menarik kesimpulan bahwa hubungan antar manusia yang sempurna dan manajemen yang efektif adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan.

    2. Management Planning

     

    fungsi manajemen planning
    fungsi manajemen ©consumeraffairs.com

    Manajemen planning meliputi beberapa kegiatan, seperti:

    1. forecasting (meramalkan);
      Pekerjaan manajer dalam memperkirakan keadaan dan waktu yang akan datang.
    2. establishing objective (menetapkan maksud dan tujuan);
      Tugas manajer dalam menentukan saran-saran atau tujuan (goal or target).
    3. programming (mengacarakan);
      Menetapkan urutan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
    4. scheduling (mengatur tata waktu);
      Menetapkan urutan yang tepat. Hal ini sangat penting agar semua tindakan dapat berhasil dengan baik.
    5. budgeting (menyusun anggaran belanja);
      Mengalokasikan sumber-sumber daya yang ada.
    6. developing procedures (mengembangkan prosedur);
      Menormalisasikan cara-cara pelaksanaan pekerjaan (standardize).
    7. establishing and interpreting police (menetapkan dan menafsirkan kebijakan-kebijakan);
      Menerapkan dasar-dasar pelaksanaan pekerjaan.

    Harold Koontz dan O’Donnel mengatakan, fungsi perencanaan adalah “bila kelompok orang berusaha agar efektif, maka mereka harus mengetahui apa yang harus mereka selesaikan”.

    Rencana tersebut sudah ditetapkan jauh jauh hari, apa yang dikerjakan, kapan mengerjakannya, siapa yang mengerjakannya, dan bagaimana cara mengerjakannya.

    Planning menjembatani kesenjangan ketika kita berada dan ke mana kita ingin pergi atau dengan kata lain “plans are made to operate in the future“.

    Lebih jauh Koontz mengatakan, “planning meminta proses pemikiran yang memerlukan arah tindakan yang ditentukan secara sadar dan merupakan dasar dari keputusan-keputusan terhadap tujuan, pengetahuan, dan dugaan yang disoroti”.

    Jadi, dalam “planning” kita melihat ke muka, yaitu ke masa yang akan datang dan dengan kontrol kita melihat ke belakang, yaitu mengenai tindakan yang dilaksanakan.

    3. Management Organizing (penyusunan manajemen)

    fungsi manajemen ©lynda.com

    Kegiatan yang dilakukan oleh manajer dalam mengatur dan menghubungkan pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat dilaksanakan dengan efektif oleh orang lain (karyawan.

    Fungsi manajemen organizing ini meliputi:

    1. Designing Organization Structure (merencanakan strukur organisasi)
      Menyusun pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang ditentukan, menggolongkan pekerjaan agar merupakan satu kesatuan organisasi yang seimbang, dan menentukan tanggung jawab dalam setiap jabatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
    2. Delegating Responsibility and Authority (mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang)
      Mempercayakan tanggung jawab dan wewenang kepada orang lain, serta menetapkan pertanggungjawaban (accountibility) untuk hasil yang dicapai.
    3. Establishing Relationship (menetapkan hubungan-hubungan yang membedakan antara line dan staff)
      Menjelaskan reporting relationship (hubungan pelapor) antar bawahan masing-masing, dan antar kelompok sendiri dengan kelompok lainnya.Misalnya antara line dan staf, khususnya merupakan cara untuk membedakan antara dua jenis hubungan.Hubungan line
      Menunjukkan peranan orang-orang dalam suatu kelompok yang mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan terakhir dalam soal-soal yang berhubungan dengan maksud dan tujuan utama organsasi.

      Hubungan Staf
      Menunjukkan hubungan dari mereka yang bertanggung jawab atas pemberian nasehat dan jasa untuk membantu agar kelompok mencapai tujuan.

    4. Management Controlling (pengawasan, pengendslian dan pengamatan)

    fungsi manajemen controlling
    unsplash.com

    Pekerjaan manajer dalam menilai dan mengatur pekerjaan yang diselenggarakan dan yang telah selesai. Cara-cara pengawasan dalam manajemen diperoleh melalui:

    1. developing performance standard (perkembangan tinskadderajat pekerjaan);
    2. measuring performance (pengukuran hasil pekerjaan);
    3. evaluating results (penilaian hasil pekerjaan);
    4. taking corrective action (pengambilan tindakan perbaikan).

    Keempat cara pengawasan melalui manajemen pengendalian dapat dijelaskan sebagai betikut.

    1. Developing performance standard

    Pekerjaan yang harus diselesaikan oleh manajer dalam menetapkan alat-alat pengukuran (yard-stick). Dengan alat itu, dinilainya hasil pekerjaan orang yang harus melapor kepadanya.

    Ukuran-ukuran ini dapat diambil dan tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksanaan dan anggaran belanja yang ditetapkan dan direncanakan.

    2. Measuring performance

    Memastikan dan menetapkan pekerjaan mana sudah selesai dan mana yang sedang dalam proses pengerjaan. Hal tersebut dapat dicapai melalui pengamatan, laporan dan catatan berbagai kegiatan.

    3. Evaluating result

    Menetapkan arti perbedaan-perbedaan dan pengecualian-pengecualian dengan cara membandingkan hasil pekerjaan yang sebenarnya dengan ukuran hasil pekerjaan.

    4. Taking corrective action

    Meluruskan dan mengadakan perbaikan terhadap penyinpangan-penyimpangan yang terjadi.

    Adapun terkait ke 4 fungsi manajemen tersebut saling terhubung antara fungsi manajemen satu dengan fungsi manajemen yang lain.

    Semua itu merupakan hasil hubungan antara fungsi leading, planning, organizing dan controlling.

    Semua susunan, rencana-rencana, alat-alat pengawas dan peneliti tidak berguna tanpa adanya penggerak dari orang-orang yang dipimpin, yaitu manusianya.

    Oleh karena itu, manusia adalah unsur manajemen yang terpenting dalam setiap organisasi. Fungsi-fungsi pokok manajemen menurut George R. Terry yang membentuk fungsi manajemen sebagai salah satu proses sebagai berikut.

    1. Planning
      Kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan-tindakan selanjutnya.
    2. Organizing
      Kegiatan membagi pekerjaan di antara anggota kelompok dan membuat ketentuan dalam hubungan-hubungan yang diperlukan.
    3. Actuating
      Kegiatan menggerakan anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing.
    4. Controlling
      Kegiatan untuk menyesuaikan antara pelaksanaan dan rencara-rencana yang telah ditentukan.

    Selanjutnya, ia membuat suatu tabel perincian berbagai kegiatan penting dan setiap fungsi pokok manajemen yang merupakan pekerjaan manajer sebagai berikut.

    Perencanaan (Planning)

    1.  Menjelaskan, memantapkan dan memastikan tujuan yang dicapai.
    2. Memprediksi keadaan atau peristiwa yang akan datang.
    3. Memperkirakan kondisi-kondisi pekerjaan yang dilakukan.
    4. Memilih tugas yang sesuai untuk pencapaian tujuan.
    5. Membuat rencana secara menyeluruh dengan menekankan kreativitas agar diperoleh sesuatu yang baru dan lebih balk.
    6. Membuat kebijaksanaan, prosedur, standar dan metode-metode untuk pelaksanaan kerja.
    7. Memikirkan peristiwa dan kemungkinan akan terjadi.
    8. Mengubah rencana sesuai dengan petunjuk hasil.

    Pengorganisasian (Organizing)

    1. Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas operasional.
    2. Mengelompokkan tugas-tugas ke dalam posisi-posisi secara operasional.
    3. Menggabungkan jabatan-jabatan operasional ke dalam unit-unit yang saling berkaitan.
    4. Menempatkan dan memilih orang untuk pekerjaan yang cocok dengan orang tersebut.
    5. Menjelaskan persyaratan dari setiap jabatan.
    6. Menyesuaikan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap anggota.
    7. Menyediakan berbagai fasilitas untuk pegawai.
    8. Menyelaraskan organisasi sesuai dengan petunjuk hasil pengawasan.

    Penggerakan (Actuating)

    1. Melakukan kegiatan partisipasi dengan senang hati terhadap semua keputusan, tindakan atau perbuatan.
    2. Mengarahkan dan menantang  orang lain agar bekerja sebaik-baiknya.
    3. Memotivasi anggota.
    4. Berkomunikasi secara efektif.
    5. Meningkatkan anggota agar memahami potensi secara penuh.
    6. Memberi reward  berupa penghargaan kepada pegawai yang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
    7. Mencukupi keperluan pegawai sesuai dengan kegiatan pekerjaannya.
    8. Berusaha memperbaiki instruksi sesuai dengan petunjuak pengawasan.

    Pengendalian (Controlling)

    1. Membandingkan hasil-hasil pekerjaan dengan rencana secara keseluruhan.
    2. Menilai hasil pekerjaan dengan standar hasil kerja.
    3. Membuat media pelaksanaan secara tepat.
    4. Memberitahukan media pengukur pekerjaan.
    5. Memindahkan data secara terperinci agar dapat terlihat perbandingan dan penyimpangan-penyimpangannya.
    6. Membuat saran tindakan-tindakan perbaikan jika dirasa oleh anggota.
    7. Memberitahu anggota-anggota yang bertanggung jawab terhadap pemberian penjelasan.
    8. Melaksanakan pengawasan sesuai dengan petunjuk hasil pengawasan.

    FAQ: Apa saja yang termasuk ke dalam fungsi manajemen?

    Pada dasarnya, fungsi manajeman terdiri dari 5 unsur penting yaitu:

    • Planning (perencanaan)
    • Organizing (Pengorganisasian)
    • Commanding (Pemberian Komando)
    • Coordinating (Pengkoordinasian)
    • Controlling (Pengawasan)

      FUNGSI MANAJEMEN