Malu, Ditampar oleh Perkataan Anak Kecil 5/5 (1)

Kebo nusu gudel” mungkin ini peribahasa Jawa yang tepat untuk mengawali tulisan saya pada kesempatan kali ini. Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu, kebo yang artinya kerbau, nusu = menyusui,  gudel  sebutan untuk anak kerbau. Jadi “kebo nusu gedel” adalah kerbau yang menyusu kepada anak kerbau.

Maknanya, “orang tua yang belajar kepada anak kecil”.

Yah, saya pernah mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil. Pada saat itu dia seolah menjadi guru bagiku dan ia menasihatikau lewat kata-katanya.

Ceritannya bermula ketika saya lagi asyik mantengin taptop, tiba-tiba ada panggilan misterius masuk di ponsel lenovo miliku.

Panggilan Misterius

soytecno.com

Tilulit…. Tilulit …. Tilulit….,

HP saya berdering, dengan seketika saya menoleh ke hp saya untuk menjawab panggilan yang masuk.

“Kok ndak ada nama kontaknya ya, siapa ini, malam-malam gini telefon ?”, batin saya.

P : Penelfon

S : Saya

——————————-

P : Assalamu’alaykum…

S : Waalaykumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh…

P : Goh, pie kabare, apek to?

S : “Weh… siapa ini, kayaknyanya kenal”.  Alhamdulillah baik, dengan siapa ya ?

P : welah… iki aku, Mas Faizin.

S : Woalah, Mas Faizin to, pripon mas ?

Berlanjut…

Mas Faizin adalah musyrif saya ketika nyantri di asrama mahasiswa Seturan. Beliau merupakan sosok musyrif yang lucu dan asyik. Semua orang yang dekat dengan beliau pasti merasa nyaman.

Selepas lulus kuliah (disalah satu perguruan negeri Yogyakarta), beliau tidak lagi menjadi musyrif di asrama mahasiswa. Melainkan pindah menjadi musyrif  SMP IT Salman Al Farisi di Yogyakarta dan menjadi tenaga pengajar di sana.

Tujuan beliau menelfon saya adalah untuk meminta saya menjadi musyrif di agenda Quran Camp yang diadakan pada pada hari juma, sabtu, dan ahad di SMP-nya. Beliau mencari musyrif yang bisa mendampingi peserta Quran Camp. Kriteria musyrif yang  dicari adalah bacaan Al Quran-nya bagus dan memiliki hafalan minimal juz 30.

Karena pada saat itu saya selo, hafalan minimalis, maka saya diminta jadi musyrif di acara Quran Camp tersebut. Percakapan berlanjut pada persiapan acara dan penjelasan singkat tentang acara tersebut.

Hari -1, para musyrif diminta untuk hadir dalam persiapan QC.

Pandangan Pertama

unsplash.com

Hari pertama, kita diminta untuk hadir sebelum peserta sampai di lokasi. Kami memposisikan diri pada garda terdepan untuk menyambut adik-adik peserta dengan ramah, karena kesan pertama akan menentukan kesan-kesan selanjutnya. Kalau kesan pertama terlihat menyenangkan, maka seterusnya juga akan begitu.

Adik-adik peserta mulai berdatangan, satu demi satu peserta menghampiri meja registrasi untuk mengkomfirmasi keikutsertaannya sebagai peserta. Para orang tua pun dengan setia mengantarkan putra-putrinya mengikuti Quran Camp sambil menitipkan putra-putrinya kepada panitia.

“Ustad, tolong titip anak saya ya, tolong dibimbing supaya rajin menghafal Quran”, ucap salah satu ortu peserta.

“Wah, berat nih, ilmu masih cetek dipanggil ustad”, batin saya.

Banyak orang tua yang memitipkan pesan kepada para musyrif pendamping. Ada yang menita supaya anaknya tidak lupa minum obat, ada yang sering lupa naruh kacamata, ada juga yang berpesan kalau anaknya laper tolong dibeliin jajan berapapun yang diminta, nanti tagihannya diserahkan kepada orang tua.

Para orang tua peserta merasa agak cemas, karena anak-anaknya akan berpisah dengan orangtua selama tiga hari dua malam untuk mengikuti Quran Camp. Semua kebutuhan peserta selama tiga hari ditanggung oleh panitia . Musyirf  pendamping bertanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan semua kebutuhan peserta terpenuhi.

Opening Ceremony

ytimg.com

Untuk memeriahkan jalanya agenda Quran Camp, dilakukanlah acara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh pengurus sekolah dan jajaran yayasan.

Setelah dibuka degan salam dan tilawah Al Quran, tibalah waktunya sambutan oleh tokoh-tokoh yang hadir sebagai bentuk formal dari agenda ini. Sambutan diawali oleh ketua pelaksana, dilanjut kepala sekolah, dan ketua yayasan secara berurutan.

Pembukaan ini juga merupakan momentum penyerahan tanggungjawab, dari orang tua peserta kepada pihak panitia untuk di didik selama tiga hari dua malam.

Opening ceremony berakhir dengan lancar tanpa suatu halangan apapun. Satu persatu orang tua meninggalkan lokasi sambil memberikan ciuman kasih sayang kepda putra-putrinya.

Menentukan Nama Kelompok

pesantrenluluwalmarjan.org

Setiap peserta sudah dikelompokkan oleh panitia berdasarkan jumlah hafalannya. Kebanyakan anak-anak menghafal juz 30,29 dan 28. Tapi ada juga yang menghafal surat Al Baqoroh. Alhamdulilah-nya, saya mendapat kelompok yang menggafal juz 30 sesuai kapasitas saya hehe.

Hal pertama kali yang saya lakukan ketika masuk ruangan peserta adalah beristigfar dan mengelus dada.

“Astagfirullahalazim……”, sambil mengelus dada.

Melihat tingkah laku anak-anak yang sangat aktif ini, membuat saya harus lebih banyak bersabar. Kasur yang sudah ditata rapi untuk istirahat mereka, dipakai mainan, ditumpuk-tumpuk sampai tinggi. Satu-persatu anak lari dan melompat ke atas kasur, tawa ceria anak-anak pun memenuhi ruangan.

Sebagi seorang musyrif pendamping, kita pasti khawatir melihat tingkah laku anak-anak yang seperti itu. Karena selama tiga hari, mereka menjadi tanggungjawab kita. kalau terjadi apa-apa, kita pasti yang pertama dimintai pertanggunhjawaban.

“Assalamu’alaykum adik-adik, gimana kabarnya?”, sapa saya sambil memasang wajah manis.

Merekapun berkumpul menuju saya dan saya kasih tugas menentukan nama untuk kelompok mereka. Bermacam nama muncul dari mulut mereke. Ada yang menyebutkan nama-nama kartun, pahlawan, power ranger, naruto dll.

Akhirnya mereka memutuskan nama “Umar” sebagai nama kelompok mereka. Pemberian nama Umar mereka anggap mewakili karakter mereka yang banyak tinggah dan semangat.

Tugas pertama sudah selesai, maka berlanjut ke acara selanjutnya, yaitu menghafal AL Quran sesuai tujuan awal mereka datang ke acara ini.

Menghafal Al Quran

alquranclasses.com

Ada banyak metode menghafal Al Quran yang bisa digunakan sebagai cara untuk memudahkan menghafal Al Quran. Metode yang menjadi pilihan dalam Quran Camp ini adalah metode Dzikruna.

Terusterang, pada saat itu saya juga baru mengetahui metode ini. Tapi kurang lebih hampir sama dengan metode Tikrar dengan mencoret kolom yang sudah disediakan. Mushaf yang digunakan berukuran besar lebih besar, sebesar kertas A4 dengan setiap ayat yang dipotong satu persatu dan ditulis kurang lebih 15 kali. Di samping kanan-kiri ada kolom untuk menuliskan berapa ayat yang sudah dibaca.

Ternyata tidak cuma saya yang baru pertama kali mengetahui metode Dzikruna, kebanyakan peserta juga senasip dengan saya. Akhirnya saya jelaskan pelan-pelan, bagaimana menggunakan metode ini.

Para peserta ada yang bisa mengikuti, ada juga yang susah sukar mengikuti, karena ia terbiasa menghafal dengan mushaf pada umumnya.

Perlu perjuangan untuk menyesuaikan diri menghafal Al Quran dengan metode yang baru. Akhirnya mushaf Dikruna yang diberikan kepada peserta, digunakan sebagai media baca saja, seperti mereka menggunakan mushaf  30 juz.

Kegiatan mengfal Al Quran dilaksanakan pada waktu ba’da subuh-duhur, ba’da dzuhur, ba’da asar dan ba’sa iya’. Selama kegiatan menghafal berjalan, para musyrif pendaping dan mendengarkan setoran mereka secara  seksama. Banyak hal-hal unik yang kami temui selama mendampingi adik-adik.

Tehnik Menghafal Quran yang Unik

storyofpakistan.com

Sebagai seorang musyrif yang baik, kita dituntut memperhatikan peserta secara detail, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Termasuk memperhatikan perilaku anak-anak selama menghafal Al Quran.

Teman saya , Burhan, bertugas dikelompok sebelah, ia menemukan peserta yang cara menghafalnya bisa dibilang cukup unik. Tehnik ini tidak biasanya dilakukan oleh kebanyakan penghafal Al Quran. Cara ini tidak perlu meluangkan kosentrasi yang tinggi untuk bisa menghafal Al Quran.

Teman saya baru menyadari kenunikan ini setelah menjalankan program menghafal Al Quran beberapa sesi. Dia memperhatikan si Azzam setiap kali setoran hafalan, ia terlihat sangat lancar melantunkan ayat suci Al Quran.

Setelah ditelusuri, si Azzam ini tidak membaca Al Quran seperti teman-teman yang lainnya. Dia hanya memegang mushofnya sambil memejamkan matanya.

Karena si Azzam terlihat memegang mushaf dan mulutnya komat kamit membaca ayat Al Quran. Burhan menganggap Azzam sedang menghafal Al Quran. Tapi semakin diperhatikan si Azzam kok ndak pernah membuka mushafnya.

Setelah ditanya, ternyata Azzam memang tidak membaca mushof Al Quran seperti teman yang lainnya . Ia cuma memunculkan ayat-ayat Al Quran yang ada dalam ingatan bawah sadarnya.

“Masya Allah…, kok bisa ya”, heran saya.

Ternyata, keluarga Azzam memiliki kebiasaan yang unik. Ibuknya selalu mendengarkan ayat-ayat Al Quran menggunakan MP3 kepada anak-anaknya selma tidur. Ba’da subuh, anak-anaknya disuruh setoran surat yang telah diperdengarkan tadi malam.

Hari-hari Penuh Tawa

winningwayz.co.za

Quran Camp berlanjut hari kedua, ba’da subuh kita melanjutkan hafalan dan setoran hafalan. Anak-anak sangat antusia mengikutinya, tapi ada juga yang mengantuk ketika sedang menghafal.

Selepas menghafal, kita bermain bola dilapangan. Semua anak laki-laki turun ke lapangan. Sebenarnya, permainan ini tidak ada dalam agenda, tapi karena ada salah satu anak memainkan bola dilapangan, akhirnya anak-anak yang lainnya ikutan main, termasuk kami para musyrif hehe.

Selepas main bola, kami mandi, dan sarapan pagi. Jam 9.00 semua peserta harus sudah dalam kondisi siap, karena jam 9.00 ada materi dari kak Andi (Children Motifator). 

Dengan gayanya yang lucu, kak Andi membuat anak-anak tertawa. Meskipun penuh canda-tawa, banyak pesan yang disampaikan oleh kak Andi kepada anak-anak, supaya menjadi anak yang sholeh dan mencintai Al Quran.

Selepas kenyang makan siang, dilanjut dengan hiburan dari kak Satria , setorang pesulap muslim. Dalam perfomannya, kak Satria menampilkan sulap tali, roda besi, dan kartu nama yang membuat anak-anak melongo dan tertawa penuh heran.

Dalam keheranannya, kak Satria bertanya kepada adik-adik. “Mau tahu rahasianya?”. Seluruh anak-anak kompak berseru ” Mauuuu !”.

Saat itulah, kak Satria memberikan pesan Tauhid kepada adik-adik. Mereka harus percaya bahwa dunia ini penuh dengan tipu daya. Hanya Allah SWT dzat yang harus kita imani dan percaya.

Adzan Ashar berkumandang, tandanya waktu hiburan dari kak Seto sudah selesai. Kami pun bergegas mengambil air wudzu dan melaksanakan sholat Ashar berjama’ah.

Keseruan berlanjut setelah sholat Ashar, temen-temen dari Quran Science akan berbagi ilmu tentang roket air. Anak-anak kalau ketemu air jadinya malah basah-basahan main air. Tapi hal itu tidak mengurangi esensi bari belajar science tentang roket air.

Baju basah penuh air, waktunya mandi sore. Kami pun melanjutkan kegiatan sholat magrib, makan malam, sholat isya’ dan menghafal.

Perkataan yang Menampar

pinimg.com

Seperi yang sudah dijadwalkan, selepas sholat Isya’, kami melanjutkan menghafal Al Quran. Satu persatu adik-adik menyetorkan hafalannya sambil sharing-sharing tentang permasalahan yang mereka hadapi dalam menghafal Al Quran.

Sebagian mereka menglami kesulitan ketika menghafal karena ngak ngerti artinya.

Ada satu anak yang saya kira lebih menonjol dari teman-teman satu kelompknya, namanya Rizal. Selama kurang dari dua hari, dia telah menyelesaikan hafalan juz 30. Karena  semua surat pada juz 30 sudah dihafal , ia minta izin kepada saya untuk melanjutkan hafalan juz 5 yang sudah ia hafal sebagian.

Anak ini ternyata sudah hampir setengah dari juz 5 yang ia hafal. Sambil memegang mushafnya, Rizal meminta nasihat kepada saya. “Mas gimana ya caranya biar istiqomah semangat menghafal, mas Teguh sudah hafal berapa Juz ?”, tanya Rizal.

“Plak…”, wajah ini terasa tertampar dengan pertanyaan Rizal. Saya merasa malu sekali dengan dia. Pasalnya saya  sendiri belum hafal juz 5, dia malah sudah hafal setengah.

Akhirnya saya pura-pura ndak mendengar pertanyaan  Rizal, yang kebetulan, pada saat itu saya lagi menyimak setoran temannya. Melihat saya sedang fokus menyiak setoran temannya, Rizal memahami saya dan mengabaikan saya.

“Alhamdulillah…. Aman…”, dalam hati saya.

Ini pelajaran berharga untuk saya, dengan usia yang sudah menginjak kepala dua, baru sedikit hafalan yang saya miliki.

Kami mengakhiri majelis itu dengan salam dan do’a penutup majelis.

Happy Endings

Kelompok Umar

Serangkaian acara sudah dilalui, akhrnya kita sampai lah pada hari terakhir.

Di hari ke-3, kami isi dengan outbound dan pemberian hadiah kepada peserta.

Tidak nampak raut kesediah pada wajah mereka, semua bergembira mengikuti kegiatan outbound.

Selesai outbound, kami menutup cara tersebut dengan pemberian hadiah kepada peserta dan kelompk kami mendapat dorprize karena menjadi kelompok paling rame :-).

Please rate this

Fungsi Al Quran dan Hadis Sebagai Pedoman Hidup No ratings yet.

sumber hukum islam al quran

FUNGSI AL QURAN DAN HADIS merupakan pedoman dan landasan bagi kaum muslimin dan dalam menjalankan kehidupan, karena di dalamnya terdapat berbagai aturan, baik yang berhubungan dengan aturan dunia dunia atau ukhrawi.

Desnan sinar dan petunjuk dari ajrannya dapat membimbing manusia ke jalan yanb benar dan tidak tersesat sehingga seorang atau masyarakat akan memiliki kepercayaan dan akidah yang benar dan lurus, peraturan dan hukum yang baik, serta akhlak mulia dan terpuji dalam mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Pemahaman terhadap Al Quran dan hadis wajib dilakukan oleh seluruha umat yang mengimaninya terlebih sejak dini agar lebih membekas dan menena.

Oleh karena itu, kami akan membahas tentang Al Quran dan hadis beserta ruang lingkupnya.

Setelah mempelajari bab ini, Anda akan mengetahui tentang pengertian dan fungsi  Al Quran serta Hadis. Selain itu Anda juga dapat mengetahui cara membfungsikan Al Quran dan hadis.

A. Pengertian dan Fungsi di Diturunkannya Al Quran

1. Pengertian Al Quran

Menurut bahasa Al Quran itu berarti bacaan atau yang dibaca. Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al Qiyamah ayat 17-18.

Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkan (di dalam) dan membacakannya, apabilaKami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (QS Al Qiyamah [75]: 17-18)

Adapun menurut istilah, Al Quran adalah kalam Allah SWT. yang diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui Malaikat Jibril yang dihimpun dalam mushaf yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad dan bagi yang membacanya merupakan perbuatan ibadah.

Dengan demikian,kalam allah yang diturankan kepada nabi—nabi selain Nabi Muhammad SAW. tidak dinamakan Al Quran. Seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa, atau Zabur kepada Nabi Daud.

a.Nama-nama Al Qura

Selain nama Al Quran, Allah SWT. juga memberikan nama lain bagi kitabnyayang terdapat juga dalam ayat-ayat Al Quran, yaitu sebagai berikut.

1) Al Kitab

Al Kitab atau kitabullah yaitu kitab Allah. Terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 2.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Q.S Al Baqoroh[2]:2)

2) Al Furqan

Al Furqan artinya pembeda, yaitu sebagai pembeda antara yang benar dan yang slah (bathil).

Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran Surah al Furqan ayat 1

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al Quran) pada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)” (Q.S Al Furqoh [25]:1)

3) Az Zikr artinya pengingat

Sebagaimana tercantum dalam Surah Al Hijr ayat 9.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (Q.S. Al Hijr [15]:19)

Dari nama-nama Al Quran diatas, yang paling masyhur (terkenal) dan mudah diingat oleh umat Islam dan umat selain Islam adalah Al-Quran.

2.Fungsi Al Quran Diturunkan

Segalam sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT. pasti ada manfaat dan gunanya, sekalipun itu berpa binatang yang sangat kecil.

Apalagi ini dengan Al Quran yang merupakan firman Allah SWT. dan mengandung banyak pokok ajaran sehingga seluruh hidup dan kehidupan ini menjadi teratur.

Oleh karena itu, dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang fungsi Al Quran di antaranya sebagai berikut.

a. Fungsi Al Quran sebagai Petunjuk Bagi Manusia

Al Quran adalah kitab suci yang diwahyukan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang beriman dan bertakwa dalam hiduap dan kehidupannya.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al Araf ayat 52,

“Sungguh,Kami telah mendatangkah sebuah kitab (Al Quran) kepada mereka, yang Kakmi jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”(Q.S. Al ‘Araf [7]:52)

Hal ini dapat terlihat bagi siapa saja (manusia) yang mengikuti petunjuk Al Quran akan mendapatkan kemuliaan, kejayan, keselamatan, dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Contoh kecil, apabila kamu bepertian ke suatu tempat untuk suatu tujuan. Namun, kamu tidak mengetahui jalan yang akan dilalui maka saat itulah kamu pasti memerlukan sebuah petunjuk.

Petunjuk arah yang kamu tuju, misalnya melalui bertanya , peta, atau minta diantar oleh seseorang yang dapt mencapai tujuan sehingga kamu tidak tersesat.

Begitu pula fungsi Al Quran terhadap umat manusia dapat mengantarkan ke arah tujuan, yaitu arah kebenaran dan kebahagiaan, mempunyai keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT. bahwa Allah SWT. Maha Pemberi Petunjuk dapat bersikap atau berakhlakul karimah, dan rasa kasih sayang atar sesama.

b. Fungsi Al Quran sebagai Sumber Pokok Ajran Islam

Fungsi Al Quran sebagi sumber pokok ajaran Islam adalah Al Quran sebab dari Al Quran-lah diambil segala pokok syariat dan dalil-dalil syar’I yang mencakup seluruh aspek kukum bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia atau di akhirat.

Adapun pokok-pokok ajran yang ada dalam Al Quran sebagai berikut

  1. Akidah (keimanan) yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Maha Segala-galanya, baik sefat atau zatnya. Keimanan memiliki enam cakupan yaitu Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari akhir, Qada dan Qadar.
  2. Ibadah yaitu sebagai penghambaan diri terhadap allah SWT. dengan cara melaksanakan segala yang diperintahkannya dan menjauhi segala larangannya baik berupa perkataan, maupun perbuatan.
  3. Akhlak yaitu udi pekerti yang baik, yang menciptakan hubungan baik antar pribadi dengan pribadi dan antar masyarakat dengan seseamannya.
  4. Hukum yaitu ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. hubungan manusia dengan manusia, atau hubungan manudia dengna alam.

Adapun ayat Al Quran yang berhubungan dengan sumber pokok ajaran Islam yang tercantum dalam Surah an Nisa’ ayat 105.

“Sungguh, Kami talah menurunkan kitab (Al Quran) kepada (Muhammad) membawakebenaran, agar engkau dapat mengaddili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang berkhianat” (Q.S. An Nisa [4]:105)

c. Pengajaran bagi Manusia

Maksudnya menjadi pengajaran sehingga manusia mengetahui jalan yang hak dan yang batil, antara yang benar dan yang sesat dan lain sebagainya, sebagaimana tercantum dalam Surah Yunus ayat 57.

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) dari Tumahmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman” (Q.S Yunus [10]:57)

Ayat di atas dapat disimpulkan bahwa Al Quran memiliki isi sebagai berikut.

  1. Pengajran dari Allah SWT.
    Al Quran berisi tentang pengajran dari Allah SWT. yang dapat menjelaskan arah atau tujuan hidup yang benar sehingga manusia dapat menentukan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
  2. Obat Penyakit Hati
    Dalam kehidupan sudah menjadi sunatullah bahwa berbagai macam maslah hadir dalam proses hidup ini, baik itu mencakup urusan pekerjaan, belajar, keluarga, ataupun hallainnya yang membuat hati tidak tenteram (gundah).Kondisi ini memerlukan penawar untuk menenangkan, menentramkan jiwa dan mengendalikan hawa hafsu. Salah satu obat yang paling mujarah yaitu dengan mendkatkan diri kepada Allah SWT.

    Melalui ayat-ayat Al Quran baik dibada, dipeljari atau dipahami secara mendalam sehingga hati yang gundah, jiwa yang tidak tenteram, dan hati yang kotor dapat terobati.

  3. Petunjuk
    Petunjuk dalam cabang ilmu pengetahuan.Dalam mencari ilmu-ilmu Allah yang terkandung dalam Al Quran sehingga kita mendapatkan pengetahuan yang luas.
  4. Rahma
    Sebuah kasih sayang merupakan sesuatu yang penting dalam hidup karena manusia tidak akan dapat hidup sendiri pasti memerlukan orang lain, baik sebagai teman bicara, meminta bantuan, dan sebaginya.Apalagi kasih sayang berupa rahmat dari Allah SWT dapae membuat nikmat, aman, dan terkendali dalam hidup, baik rohani maupun jasamani.

    Oleh karena itu, dengan fungsi inilah Al Quran mempunyai peran yang sangat penting untuk menjalani hidup ini agar berjalan dalam kebenaran dan keselamatan di dunia atau di akhirat.

B. Pengertian dan Fungsi Hadis

Pengertian Hadis

Menurut bahsa hadis memiliki beberapa arti, yaitu baru, dekat, warta atau berita. Adapun pengeritan hadis menurut istilah ialah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi baik berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan (taqrir)

Contohnya : Dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda :

“Bahwasanya setiap perbuatan tergantung pada niatnya”(H.R. Bukhari dan Muslim)

Fungsi Hadis

Umat Islam memandang hadis sebagai dasar hukum dan menempatkanya pada tempat kedua setelah Al Quran karena hadis memperoleh dasar kebenarannya dair Al Quran dan bimbingan dari Allah SWT yang seslau terjaga kebenarannya.

Oleh karena itu, hadis mempunyai fungsi sebagai berikut.

  1. Sebagai penjelas dari Al Quran yang bersifat umum, contohnya tentang cara salat, puasa, haji, dan lain-lain.
  2. Menguatkan hukum-hukum yang terdapt dalam Al Quran. Contohnya kamu diperintahkan umtum melaksanakan salat yang bertujuan mencegah perbutan keji dan mungkar.

Kemudia, dikuatkan oleh hadis bahwasanya salat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan salat berarti dia mendirikan agama dan barang siapa meniggalkanya berarti dia merusak agama.

  1. Menentukan hukum tersendiri. Contohnya, Nabi menentapkan bahwa seorang muslim tidak boleh mewariskan kepada seorang kafir dan sebaliknnya orang kafir tidak mewariskan kepada orang muslim.

C. Cara Memfungsikan Al Quran dan Hadis dalam Kehidupan Sehari-hari

Al Quran merupakan mukjizat yang abadi sepanjang masa dan ini sebagi bukti tentang kebenaran Nabi Muhammad SAW, di dalamnya terkandung berbagai aturan hidup bagi manusia baik dari segi ibadah, hukum, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

Ini pun dijelaskan dan diperkuat dengan adanya hadis-hadis yang dikeluarkan oleh nabi berdasarkan bimbingan Allah SWT.

Umat Islam harus senantiasa meyakini, memmahami, dan melaksanakan Al Quran dan Hadis. Oleh karena itu, bagi yang selalu berpegang teguh kepadanya akan menjami hidup selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mencapati hal tersebut harus  mampu memfungsikan Al Quran dah Hadis dalam kehidupan sehari-hari di antannya dengan cara sebagai berikut.

1. Meyakini dan Memahami bahwa Al Quran dan Hadis adalah Ajaran yang Sempurna

Nabi Muhammad SAW. adalah nabi dan rasul terakhir yang mengemban tugas dalam menyampaikan ajran Allah yang mutlak benarnya melalui al Quran dan hadis yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia.

Al Quran dan Hadis memberikan berbagai aturan dan pengajaran untuk kehidupan manusia mulai dari yang dianggap kecil sampai pada tingkat yang dianggap besar.

Misalnya, mengatur tentang tata cara membuang air kecil, tata cara makan, minum, tidur, kukum, politik, tata negara, dan lainnya melalui praktik-praktik dan contoh dari Rasulullah SAW.

Inilah konsep sempurna dari ajaran Al Quran dan hadis yang dibawa oleh seorang rasul yang kejujurannya selalu dijamin oleh Allah.

Dari pembahasan inilah kiranya senantiasa membentuk pribadi yang selalu berada dalam bimbingannya dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya sehingga kita menjadi manusia yang bahagia hidup di dunia dan akhirat.

Sebagaimana firmannya dalam Surah Al Maidah ayat 3.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakanagamamu tuntukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu” (Q.S. Al Maidah [5]:3)

2. Menerapkan Hukum Al Quran dan Hadis dalam Kehidupan Sehari-hari

Al Quran dan hadis sebagai standar kebenaran dalam melakukan aktivitas hidup sehingga kita menjadi orang-orang yang selalu lurus dalam kebenaran itu dan mendaptkan kebaikan dari Allah SWT.

Misalnya, melakukan ibadah salat berdasarkan perintah Al Quran dengan melihat tata cara rasul melakukannya, saum, ibadah haji, pergaulan di masyarakat, atau tatanan hidup berbangsa dan negara.

Penerapan Al Quran dan Hadis dalam hiduap sehari-hari akan membentuk pribadai yang mulia dengan sikap sebagai berikut.

a. Berlaku Adil

Al Quran dan hadis mengatur dan mengajarkan bagaimana bersikap adil dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan bersipak adil, manusia akan menjadikan orang-orang menjadi bertakwa.

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.” (Q.S. Al Maidah [5]:8)

Perilaku adil dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam bentuk sebagai berikut.

1) Adil dalam menentukan sikap sesuai dengan ajran

2) Adil dalam menerapkan huku

3) Adil dalam hidup, artinya menjaga keseimbangan hidup di dunia

4) Adil dalam membelanjakan harta

5) Adil dalam memberikan kesaksian

b. Pribadai yang Syukur

Orang yang berpedoman pada Al Quran dan hadis senantiasa dalam mencari rezekinya akan selalu mempertimbangakan penilaian, misalnya akan mencari rezeki dengan halal mengeluarkan hak orang lain dalam harta, tidak berlebihan, mampu untuk selalu mengingat Allah dalam setiap kesempatan.

Karena dengan bersikap syukur dia akan mampu menggunakan renga, pikiran, dan hartanya untuk Allah. Misalnya akan selalu taat beribadah, mengeluarkan zakat, infak dan sedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan lain-lain.

c. Pribadi yang Takwa

Dengan berpegang teguh kepada Al Quran dan hadis, Ia akan selalu berhati-hati dalam berbuat. Oleh karena itu, ia akan lebih introspeksi diri dan lebih meningkarkan kualitas keimanan, keilmuan, dan ibadahnya.

Misalnyam dengan banyaknya mencari ilmu, berdiskusi, belajar yang baik, melakukan ibadah tepat waktu, banyak melakukan ibadah sunnah seperti saum senin kamis, salat sunnah Rawatib, berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua, hormat kepada guru, dan lain-lain.

Melalui upaya inilah keranya pribadi yang takwa akan tercapai dalam setiap waktu dan akan mendapat kemuliaann dari Allah SWT.

3. Menyebarluaskan Ajaran Al Quran dan Hadis

Menyebarluaskan ajaran Al Quran dan hadis adalah sebuah tuntutan bagi semua umat Islam agar terwujud kehidupan Islami.

Penyebaran ajaran ini baik melalui sistem belajar mengajar maupun berdakwah bagi setiap manusia.

Pelaksanaan ini dapat dipraktikan dalam proses belajar mengajar, atau berdakwah di lembaga format atau nonformal.

Misalnya, sekolah,perguruan tinggi, lembaga pelatihan, masjid, majelis taklim, dan perusahaan.Upaya ini untuk mewujudkan agar dalam setiap segi kehidupan manusiaterbimbing oleh ajaran Al Quran dan hadis. Bentuk pengajaran dan dakwah ini dapat berupa, sebagai berikut.

Membaca dan mengkaji Al Quran dan hadis, baik dalam keluarga ataupun masyarakat.

  1. Saling memberikan nasihat, baik dalam kebenaran maupun kesabaran.
  2. Mendukung setiap upaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi manusia.
  3. Bijaksanan dalam bersikap,bertutur kata, maupun berbuat.
  4. Rela mengorbankan harta, jiwa demi kepentingan ajaran Islam.

Inilah di antra cara yang dapat diterapkan untuk memfungsikan Al Quran dan hadis dalam kehidupah sehari-hari sehingga kita mampu untuk menjadi orang yang terbimbing dalam hidup sehingga kita menjadi orang mendapat kebagagiaan, baik di dunia maupun akhirat.

D. Intisari Fungsi Al Quran dan Hadis

  •  Kaum muslimin memiliki dua pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan agar mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat, pedoman itu adalah Al Quran dan Hadis.
  • Al Quran dan Hadis sebagai petunjuk, penjelas, dan pemisah.
  • Al Quran mempunyai nama lain yaitu al Kitab, al Furqan, dan az Zikr.
  • Hadis berfungsi sebagai penjelas, penguat Al Quran, dan penentu hukum tersendiri.
  • Cara yang dapat diterapkan untuk memfungsikan Al Quran dan hadis dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita mampu untuk menjadi orang yang berbimbing dalam hidup sehingga kita menjadi orang yang mendapat kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

E. MuhasabahFungsi Al Quran dan Hadis

Apakah kamu sudah yakin bahwa al Quran benar-benar sebagai pedoman hidup?.

Apakah kamu sudah yakin, apakah kamu sudah mempelajarinya dan mengamalkan isi kandungannya?

Oleh karena itu, apabila kamu belum sepenuhnya dapat melaksanakan isi kandungan Al Quran, langkah awal nya adalah pelajari terlebih dahulu Al Quran sampai benar-benar kamu mahir membaca Al Quran. Kemudian, secara bertahap mempelajari isi kandungannya. Setelah itu, belajar untuk mengamalkannya.

F. Kisah Teladan tentang Fungsi Al Quran dan Hadis

#Kitab Allah Lebih Berhak Diikuti

Setalah Sulaiman bin Abdul Malik, salah seorang khalifah Dinasti Umayyah dimakamkan, Umar bin Abdul Aziz naik mimbar seraya berkata,

“Sesungguhnya aku mencabut baiat untukku yang ada di pundak kalian. Maka pilihlak orang lain untuk memimpin kalian”. Orang-orang kemudian berteriak satu suar, “Kami memilih engkau!”

Kemudian, ia turun lalu memberi perintah agar semua fasilitas yang disediakan untuk dirinya selaku Khalifah Bani Umayyah dijual dan uangnya dimasukkan ke dalam Baitul Mal.

Setelah itu, ia pulang dan istirahat. Lalu putranya, Abdul Malik bertanya, “Engkau istirahat, tidak mengabaikan harta orang-orang yang dirampas dengan cara zalim? Siapakah yang menjamin engka hidup sampai waktu Zuhur?”.

Lalu Umar bin Abdul Aziz keluar, tidak jadi istirahat dan segera memanggil pembantunya agar siapapun yang pernah diperlakukan secara zalim melaprkan.

Seorang warga laki0lali nonmuslim (dzimmi) dari Hims (Hamah) yang tampak telah berubah beruban berdiri lalu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku meminta engkau memberikan keputusan hukum dengan kitab Allah.” Umar bin Abdul Aziz menjawab, “Apa itu?”

Ia menjawab, “Abbas bin Walid bin Abdul malik merampas tanah beserta rumahku!” Sementara Abbas duduk tidak jauh dari Umar bin Abdul Azziz, lalu ditanya, “Apa jawabanmu, wahai Abbas?”

Ia menjawab, “ Wahai Amirul Mukminin, aku memnta keputusan dari kitab Alah.”

Umar bin Abdul Aziz kemudian berkata, “ Kitab allah lebih berhak diikuti dari pada tulisan Al Waid bin Abdul malik. Kembalikan kepadanya tanah dan rumah itu, wahai Abbas.”

Begitulah pada hari pertama memangku jabatan khalifah, Umar bin Abdul Aziz mengembalikan hak milik yang dirampas satu persatu.

Baca juga:

FUNGSI AL QURAN DAN HADIS

Please rate this