Menikmati Kecantikan Ciptaan Allah SWT – Part II 5/5 (1)

0 Shares

Banyak cara untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita. Salah satunya adalah dengan mentadaburi ayat-ayat Allah. Ayat Allah terbagi menjadi dua bagian, ayat-ayat Qouliyah dan ayat-ayat Kauniyah.

Ayat Qouliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah SWT yang tercantum dalam Al Quran. Ayat-ayat ini menyentuh segala aspek kehidupan kita, dari pertama kali kita di lahirkan di dunia sampai meninggal dan dihisab di ahirat kelak.

Coba perhatikan makna dari ayat ini :

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)”. QS  At-Tin (1-5).

Dari ayat ini, kita bisa mengambil hikmah kehidupan. Bagaimana Allah menciptakan buah Tin untuk manusia dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit wasir dan encok.

Serta, buah Zaitun yang memiliki banyak manfaat, seperti : mencegah berbagi macam kangker, mencegah penuaan dini, menyehatkan pencernaan dan masih banyak manfaat yang dapat diambil oleh manusia.

Dari dua buah ciptaan Allah tadi, kita bisa mengambil pelajran, betapa Allah menciptakan dua buah yang sangat bermanfaat untuk manusia, kemudian Allah melanjutkan firmannya tentang penciptaan manusia. Diaman kita diciptakan sebagi makluk yang paling sempurna.

Jika kita bertakwa kepada Allah, maka kita akan mendapatkan Syurga yang telah dijanjikan. Kalau kita ingkar pada perintahnya, maka kita akan dikembalikan ke tempat yang seredah-rendahnya, yaitu neraka jahanam.

Masih banyak ayat yang serupa dengan surat At-Tin ini, dimana kita bisa mengambil banyak pelajaran darinya.

Ayat Kauniyah adalah ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di muka bumi. Tanda-tanda ini seperti sebuah gunung yang menghujam tajam ke dalam perutbumi, matahari-bulan yang silih berganti siang dan malam, serta masih banyak lagi.

Baca juga :   Awas Ukhti, Jangan Sampai Hal ini Menodai Cerita Hijrahmu

Ayat Al Quran yang melandasi ayat Kauniyah ini seperti yang terdapat dalam QS Nuh:53 :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Dari ayat inilah, kami meniatkan diri untuk mencarai pahala dari Allah. Yakni, mentadaburi ayat-ayat Kauniyah dengan berlibur ke pantai Ngeden 🙂 .

Keseruah Baru Akan Dimulai

thefledglingsthoughts.com

Jalanan yang mencekam sudah kami lalui, alhamdulillah kita bisa sampai di pantai Neden dengan selamat.

(baca : Menikmati Kecantikan Ciptaan Allah SWT – Part I)

Melihat jam tangan, waktu menunjukkan sekitar pukul 23.00 wib, berarti perjalanan sekitar 2 jam dari pusat kota Jogja. Terlambat setengah jam dari jadwal yang direncanakan.

Tanpa berlama-lama, kita mengumpulkan barang bawaan kita dan membawanya ke spot yang kita tuju. Satu persatu anggota membawa barang dipundaknya.

Jalan setapak berbatu menjadi jalan satu-satunya yang harus kita lewati untuk sampai ketempat tujuan. Tebing berbatu yang curam menutupi kita dari hembusa angin pantai yang dingin menusuk tulang. Semak-semak dipinggir jalan terlihat samar  melambai-mabai seakan menyambut kedatangan kami.

“Masya Allah…., Amazzing, Luar biasa …!”. Ucapan kekaguman teman-teman yang mengiringi perjalanan kami.

Cahaya bulan yang menyinari pantai membuat karang disepanjang pantai menampakkan bentuk gagahnya. Deburan ombak yang menghantam karang terdengar bergemuruh hingga airnya bisa kita rasakan menempel diwajah kita .

Karena malam menghalangi kita untuk melihat keindahan alam patai Ngeden, kami pun tidak berlama-lama menatap keindahan karang itu. Masih ada hari esok yang bisa memuaskan hasrat kita untuk menikmati keindahan ciptaan Allah ini.

The Spot

jelajahjogja.com

Jalan setapak berbatu telah kami taklukkan. Nampak terlihat sebuah gubuk yang sederhana nan elok. Otot-otot yang tadinya kencang menahan rasa sakit mulai melemas, kurang sebentar lagi kami akan sampai di tempat peristirahatan.

Akhirnya, langkah terakhir kami mendarat di titik paling ujung pantai Ngeden. Kami duduk-duduk sambil melurusnan kaki yang telah berjuang keras melewati jalan berbatu.

Barang-barang kami  turunkan untuk bisa dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Karena gubuk terlihat agak kotor, akhirnya kami membersihkannya dulu sebelum digunakan.

Berrr…. dingin…

Dingin-dingin seperti ini enaknya minum yang hangat-hangat sambil makan cemilan. Sesuai rencana, kami  tidak langsung tidur, melainkan menikmati malam minggu di pinggir pantai sambil minum susu hangat ditemani cemilan ala Jogja.

Sharing yang Menentukan Masa Depan

edgecastcdn.net

O iya, temen-temen belum pada kenal ya, siapa aja mahluk-makluk yang ikut camping ini :-).

Pingin tahu ?

Oke, saya kenalkan satu persatu.

Yang kita anggap sebagai ketua perjalanan  namanya Fariz,  ia menjabat sebagai ketua LDK (lembaga dakwah kampus) yang betanggungjawab atas tersibgohnya nilai-nilai Islam di kampus UPN.

Yang kedua namanya Haidar, sosok yang murah senyum itu putra kelahiran Surabaya yang menjabat sebagai wakil ketua LDK yang membantu Faris.

Sebagai juru kunci kita yaitu Abi Setiawan, dia merupakan putra asli Gunung Kidul, dia kita culik untuk memandu kita berlibur di pantai Ngeden hehe.

Kalau di kampus, dia memiliki amanah sebagai ketua ALAMADA (lembaga dakwah tingkat fakultas).

 Brilian dan Ikhsan, dua orang ini adalah kader yang sangat militan, amanahnya sebagai ketua KAMMI dan anggota.

Selanjutnya Saya sendiri dan Fahri, kami bukan siapa-siapa, cuman pernah eksis di dunia kampus hehe.

Malam minggu yang nyaman itu kami gunakan untuk ngobrol-ngobrol tentang dunia kampus, karena memang tidak ada obroloan yang lebih seru daripada ini hehe.

Para jomblo-jomblo super ini, merupakan orang-orang yang cukup penting di kamus, pasalnya, eksistensi nilai-nilai Islam di kampus menjadi tanggungan mereka.

Supaya lebih berkah, sharing-sharing kali ini kami awali dengan membaca basmallah. Dimulai dengan prolog dari mas Fahri, satu demi satu mengeluarkan unik-uneknya selma mengemban amanah.

Sebagai orang yang pernah eksis dilembaga kampus, saya memahami perasaan mereka. Memang berat memegang amanah, tapi mau tidak mau amanah tersebut harus dijalankan dengna ikhlas.

Dengan wajah sedikit meng-iba, saya memberi nasehat kepada mereka, bahwa masa-masa yang mereka hadapi sekarang, juga pernah saya alami ketika menjabat dulu. Hal itu sudah biasa.

Nasihat yang paling ampuh saya lontarkan adalah, “Minta pertolongan sama Allah, pasti Allah akan menolong hambanya yang mengurusi Agama Allah”. Nasihat itu saya tutup dengan mengingatkan mereka akan janji Allah dalam QS. Muhammad ayat 7.

Sharing-sharing mode serius kita akhiri, kita beralih ke ngobrol santai sambil bercanda tawa. Entah kenapa, nge-buli merupakan jurus ambuh untuk mendaptkan tawa anak-anak. Semoga yang dibuli tidak merasa terdzolimi, sehingga dia tidak mengadu sama Allah, :-).

Waktu menunjukkan pukul 1.00 Wib, kami pun mengahiri sharing-sharing kita dan beristirahat.

Sholat Subuh Berjama’ah

ilmfeed.com

Terdengar samar suara seorang wanita yang sedang bercanda. Diantar sadar-tidak sadar saya mencoba memastikan diri, saya sedang bermimpi atau sudah bangun ?. Ternyata saya setengah sadar dari tidur saya.

Dipenuhi rasa penasaran, saya bertanya-tanya, suara siapa ini ?.

“Jangan-jangan….. jangan-jangan…..”, perasaan penuh tanda tanya.

“Jangan-jangan suara Nyi Roro kidul nih, ini kan pantai selasan”, dalam hati saya.

Akhirnya saya bangun dari tidur dan mencari tahu dari mana sumber suara tersebut. O… ternya suara itu berasal dari orang-orang yang kamping di pasir putih yang kita temui tadi malam. Astagfirullah halazim (sambil menghela nafas), hati ini merasa tenang. Melihat jam yang ada di Hp masih pukul 4.00, belum waktunya subuh. Jadinya saya melanjutkan tidur hingga azan subuh berkumandang.

Allahuakbar Allahuakbar….

Terdengar suara azan dari teman saya, dengan bergegas saya pun bangun dari tidur dan mengambil air wudzu dari galon berisi air yang kita bawa dari rumah. Tidak terdengar azan dari Mushola/Masjid terdekat. Mungkin karena daerah yang kita tempati jauh dari pemukiman warga, makannya tidak terdengar azan dari spaker Masjid.

Kami pun melaksanakan sholat shubur berjama’ah dan melanjutkannya dengan dzikir Al Ma’tsurah.

Menikmati Sunrise

unsplash.com

Terlihat garis cahaya yang lurus dari arah timur sampai ke barat, semakin lama semakin terang. Sang surya mulain menampakkan wajahnya di muka bumi yang terlihat sangat indah.

Tak mau ketinggalan moment indah ini, kami abadikan semua keindahan ini sebagai kenang-kenangan yang akan kita ceritakan kepada teman-teman yang lain, betapa indahnya ciptaan Allah SWT. Bergantian kami saling memfoto, sesekali kami foto bersama menggunakan three pot sebagai perlengkapan wajib untuk mengabadikan foto alay kita hehe.

Dari atas tebing, kami melihat kesibukan nelayan yang hilir mudik memacu kapalnya untuk mengambil jebakan yang sudah mereka pasang tadi malam. Satu persatu jebakan mereka angkat ke permukaan, terlihat agak samar, para nelayan mendapatkan lopster yang ukuranya agak lumayan, kira-kira seukuran hp Lenovo saya.

Sebagian nelayan lain sibuk memancing dari pinggir pantai. Mungkin, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memancing ikan karena ikan-ikan pada lapar semalaman tidak makan hehe.

Membuat Vlog

becboop.com

Momen-momen langka terlau sayang dilewatkan kalau tidak diabadikan dalam bentuk video.

Tidak mau ketinggalan, meskipun kita dianggap sebagai anak Masjid, kami juga bisa exsis seperti mereka yang punya jutaan follower yang setia mantengin timeline mereka

Semua moment yang berharga kami dokumentasi, naik ke tebing, melihat keindahan karang, bermain pasir di pantai dan moment-mement yang lainnya kami abadikan dalam bentuk video.

Di depan kamera, ke kocakan anak-anak muncul semua, sampai-sampai baterai handycam yang kita bawa tidak mampu lagi mempertahankan kesadaranya, berakhirlah kekocakan anak-anak.

Kami rasa, waktu kita bermain-main sudah selesai, kami memutuskan untuk pulang ke Jogja.

Perjalanan Pulang

quick-loan.ca

Perjalanan pulang terasa tidak terlalu menegangkan seperti semalam. Kali ini jalanan terlihat jelas oleh mata, sehigga indra penglihatan kita bisa mendeteksi semua halang rintang yang ada di jalan.

Singkat certita kami pun sampai di Masjid kampus dengan selamat. Satu persatu izin pulang ke kos masing-masing untuk istirahat lebih pulas.

Demikianlah cerita singkat dari saya. Banyak tempat-tempat yang indah nan cantik yang bisa kita nikmati sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Please rate this

0 Shares

Leave a Comment