Awas Ukhti, Jangan Sampai Hal ini Menodai Cerita Hijrahmu 5/5 (2)

Dewasa ini banyak wanita-wanita yang berhijrah untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Dalam perjalanan hijrahnya, banyak perubahan yang nampak pada diri mereka. Dari hal cara berpakaian, adab dalam bersosial dll.

Perjalanan hijrah ini merupakan perjalanan yang sangan penting bagi mereka, karena hal ini menentukan arah dalam menggapai dunia dan akhirat mereka.

Mereka menyadari bahwa mereka pernah memiliki masalalu yang cukup kelam. Ada yang berasal dari dunia yang hedonis, akademis, ada juga yang berasal dari dunai hitam yang sudah bertaubat. Tapi semua itu adalah masalalu yang ingin dilupakan.

Bagi mereka, masalalu yang kelam adalah sebuah aib yang ingin dibuang jauh-jauh. Mereka menutup rapat-rapat, jangan sampai ada orang yang mengetahuinya. Bahkan ketika aib ini muncul di permukaan, reputase sebagai seorang muslim-muslimah yang sudah berhijrah akan runtuh.

Berawal dari sebuah obrolan di sosial media

unsplash.com

Ketika saya sedang membuka jejaring sosial, tiba-tiba ada adik angkatan yang PM ke saya. “Assalamu’alaykum, Mas, Kabarnya gimana?”

Karena lama tidak berjumpa, akhirnya kami asyik mengobrol, saling menanyakan kabar masing-masing dan saling bertanya kabar teman-teman seperjuangan yang pernah aktif dilembaga kampus.

Pada sebuah percakapan, teman saya ini tertanya kepada saya tentang identitas seorang akhwat, “Mas tahu akhwat ini ndak ?” (sambil menyebutkan nama). Karena saya tidak tahu akhwat tersebut, saya katakan kepada dia bahwa saya tidak tahu.

Karena saking penasarannya, teman saya ini kasih foto si akhwat tadi.

Saya kaget sekali, “Kok bisa ya dia dapet foto ini ?” (batin saya)

Kemudian saya tanya kepada dia, “Kok kamu bisa dapet fotonya sih, setahu saya, akhwat-akhwat yang sudah berhijrah itu tidak mengupload foto pribadinya di jejaring sosial?”

 

Ternyata teman saya itu mendapatkan fotonya dari facebook.

Tapi dia tidak mendapatkan foto itu dari galeri facebook milik si akwat tadi. Melainkan dari teman facebook yang menandai si akhwat tersebut.

Jadi, meskipun kita tidak mengupload foto pribadi ke jejaring sosial, bisa saja teman kita yang mengupload dan menandai kita ke foto mereka.

Bagi seorang akhwat yang sudah berhijrah, mengupload foto pada jejaring sosial adalah sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan. Apalagi foto-foto yang tidak sesuai syariat, foto ketika belum berhijab misalnya.

Tapi foto seperti itu bisa saja muncul di sosial media secara tiba-tiba, karena teman kita pernah menguploadnya di sosial media tanpa seizin kita.

*

Untuk teman-teman akhwat yang pernah mengupload fotonya di sosial media, saya sarankan untuk segera di hapus.

Kalau ada temen yang mengupload foto anda, dan menandain anda. Hilangkan tag pada foto anda, dan mintalah kepada temen anda untuk menghapusnya.

 

“Lalu bagaimana untuk mengetahui temen-temen kita yang mengupload foto kita?”.

Pertanyaan tersebut bisa terjawab pada artikel saya sebelumnya tentang pencarian di facebook. Anda bis baca di sini : Cara mencari teman di facebok.

*

Sebagi seorang muslim, kita di anjurkan untuk menundukkan pandangan dari melihat kemaksiatan. Hal ini ditujukkan kepada ikhwat maupun akhwat.
Seorang ikhwan tidak semestinya memandang seorang akhwat yang bukan muhrimnya, begitu juga sebaliknya.

Mereka tidak semestinya memandang aurot orang lain yang di haramkan.

Pandanglah perkara di depan kita sesuai kadarnya saja, jangan sampai berlebihan sehingga mengumbar nafsu.

Jika ada lawan jenis tersenyum kepada kita, segeralah memalingkan wajah. Karena bisa jadi itu merupakan cara syaitan untuk menggoda kita supaya bermaksiat kepda Allah SWT.

Mungkin perkara ini sangat sukar dilakukan, pasalnya kondisi sosial masyarakat kita belum memungkinkan untuk memisahkan  kegiatan antara ikhwan dan akhwat.

Contohnya di Sekolahan, siswa laki-laki dan perempuan dicampur menjadi satu dan mereka bebas berinteraksi dengan minimnya pengawasan dari guru.

Hal ini berbahaya untuk generasi muda, terutama masa-masa SMP-SMA. Interaksi yang sangat sering bisa menimbulkan syahwat kepada lawan jenis tanpa disengaja.

Terbukti banyak media yang memberitakan tentang terjadinya hamil di luar nikah atau biasa disebut NBA (Marriage by Accident).

Pastinya kita tidak ingin menjadi salah seorang dari mereka.

Maka dari itu, yuk mulai dari diri kita sendiri untuk tidak mengumbar syahwat dipublik , terutama di sosial media. Karena bisa jadi, itu adalah awal dari kemaksiatan yang lebih besar.

 

Demikian tulisan singkat dari saya, kalau dirasa bermanfaat, tolong bagikan kepada teman Anda.

Jangan sampai hal ini terjadi pada orang yang kita sayangi.

Terimakasih,

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

baca juga : Cara Mencari Teman di Facebook Menggunakan Extention Inteligence Search

Please rate this

Pertemuan Dengan Sahabat Surgaku 5/5 (1)

Dalam tulisan ini saya akan menceritakan kisah hijrahku, dan pertemuan dengan sahabat yang mengajak ku ke jalan kebenaran. Dulu saya yang punya minset Dunia Oriented setelah bertemu temen-temen yang sholeh Alhamdulllah berubah 180 derajat menjadi Akhirat Orienten. Meskipun ndak Islami-Islami banget, paling ndak terus berusaha untuk menjadi Muslim beneran hehe

Bermula masuk ke dunia kampus

Ilustrasi PKK | sumber: belajardemibangsa.blogspot.co.id

Pemikiran anak SMA yang masing ingin melanjutkan studinya pasti menginginkan melanjutkan pendidikan ke Univesitas ternama. Salah satunya adalah saya, saya mencoba mendaftar di beberapa Universitas dan akhirnya terdampar di Kampus UPN “V” Yogyakarta dengan jalur undangan.

Setelah memenuhi segala berkas yang di butuhkan , alhamdulillah secara resmi saya di terima menjadi salah satu mahasiswa di kampus ini. Minggu pertama kuliah, kita diwajibkan mengikut PKK ( Pengenalan Kehidupan Kampus ) kalau bahasa umumnya adalah MOS ( Masa Orientasi Siswa).

Hari pertama kita disuruh membawa perlatan yang aneh-aneh.

Suruh buat tas dari kardus, bawa roti gencet, pakai capil petani dengan motif yang neko-neko dll.

Kadang sampai kesel sendiri sama senior, baru masuk kampus, udah diperlakukan seperti ini.

Inginnya tu disambut dengan baik, diajak keliling kampus, di kasih tahu tempat-tempat makanan enak, sekalian ditraktir gitu kan enak :D.

Tapi yang saya dapatkan adalah sebuah penggojlokan dari senior.

Udah mukannya ndak enak, sering bentak-bentak, di kasih hukuman, wah… pokoknya ndak enak lah.

Kasih tugasnya juga ndak bermutu, asal-asal aja. Mungkin ini bentuk pembalasan mereka yang pernah mendapatkan perlakuan yang sama dari senior sebelumnya.

Tapi, ya tidak seperti gitu juga lah….

MOS yang penuh dengan penggojoan itu tidak mendidik.

Tapi, Alhamdulilah sekarang tidak ada lagi penggojloan. Penggojlokan kepada siswa baru sudha dihapuskan atas kebijakan dari bapak Anis Baswedan selaku mentri Kemendikbut pada saat itu, sehingga tidak ada lagi korban gara-gara MOS.

“Tidak ada lagi MOS yang dilakukan oleh senior. Orientasi sekolah hanya dilakukan oleh guru pada jam-jam belajar, serta di dalam lingkungan sekolah,” kata Anies”

Anis Basewedan berkunjung ke sekolah | cnnindonesia.com

Di hari terakhir PKK, ada acra yang namanya Gelar Prestasi. Dalam acara tersebut, tidak ada lagi senior yang membentak-bentak. Adanya pameran UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas mahasiswa, ada juga BEM Universitas dengan berbagai prestasinya.

 

Para anggota UKM saling menawarkan organisasinya kepada para mahasiswa baru. Ada yang menggunakan selembaran (leaflet), form pendaftaran, maupun atraksi-atraksi yang dapat menarik perhatian mahasiswa baru.

Saya kelling terlebih dahulu untuk melihat setiap stand-stand yang ada. Saya menganalisis kelebihan dan kekurangan setiap UKM . Dan pada akhirnya saya melihat ada mas-mas dan mbak mbak yang pakai baju rapi dan jilbabnya gede-gede, saya kira ini adalah UKM yang bagus.

Ketika saya menghampiri stand mereka, saya diberikan selembaran pendaftaran dan memberi snak kepada saya.

Wah pas banget nih, lagi laper ada snack, mbak-mbaknya baik nih kasih snack ke kita. “batin saya”

Karena kebaikan hati mbaknya akhirnya saya ngisi formulir pendaftaran itu dan saya gabung UKM itu hehe :-).

Organisasi tersebut namanya KMI (Keluarga Mahasiswa Islam), taglinenya : “Karena Kita Keluarga

Saya rasa, organisasi ini pas banget untuk saya yang merantau jauh-jauh dari kampung halaman untuk mencari ilmua tanpa sanak saudara.

Setelah mendaftar dalam organisasi tersebut, saya disuruh mengikuti acara Open Housenya pada hari berikutnya,  hari Ahad tepatnya.
Mbak-nya : Besok jangan lupa ikut Open House ya dek .
Saya : Open House, itu apan ya mbak ?
Mbak-nya : Ya kayak perkenalan lebih dalam gitu dek, ada makan-makanya juga kok.
Saya : Mamakan-makan?! Wah… Oke mbak… 😀

Hari Ahad berikutnya, seperti janji saya, saya datang di acara Open House. Di sana ada acara openning dari ketua KMI yang memberikan tausiah kepada mahasiswa baru.

Ada juga materi dari Ustad yang diselingi dengan hiburan.

Setelah itu ada makan-makan untuk para peserta, ini nih yang di tunggu-tunggu hehe

Suasana Open Hose KMI

SURUH IKUT LK 1

Kegitan LK 1

Rangkaian kegitan selanjutnya untuk bisa bergabung dengan UKM KMI adalah mengikuti agenda LK(Latihan Kepemimpinan) 1. Awalnya saya agak ragu untuk ikut acara ini. Soalnya kita di suruh menginap di lokasi selama 2 hari 3 malam tanpa diperbolehkan menggunakan HP.

LK 1 ini adalah dauroh tingkat dasar untuk para anggota baru. Di sini kita dilatih menjadi seorang pemimpin yang mencintai Islam dan mau membela Agama Allah.

Dalam acara tersebut ada materi dari para Trainer, ada FGD (Focus Group Discussion), Outbond dan Jurit malam.

Dari beberapa agenda yang disediakan oleh panitia, yang paing berkesan bagi saya adalah agenda Jurti malam.

Dalam agenda jurit malam tersebut, peserta dibangunkan sekitar pukul 2.00 wib, kita di bangunkan untuk menyusuri beberapa pos yang ada di sekitar lokasi dauraoh.

Sebelum keberangkatan, kita di bagi menjadi beberapa kelompok dan diberangkatkan secara bergilir, saya berada di kelompok terakhir. Sembari menunggu giliran, kita disuruh berdzikir memperbanyak sholawat dan mengingat Allah.

Akhirnya tibalah giliran kita untuk berangkat menyusuri rute yang telah di tetapkan panitia. Di Pos Pertama, kita di sambut panitia dengan salam yang hangat, kita di beri nasihat-nasiat terkait meluruskan niat dalam mengikuti agenda ini. Jangan sampai agenda yang kita ikuti ini berlalu sia-sia tanpa mendapat pahala dari Allah SWT.

Pos Ke Dua, kita di chek hafalan ayat yang sudah di berikah oleh panitia. Ayat yang di suruh menghafal oleh panitia adalah Surat Ali Imran ayat 101 dan Surat Muhammad ayat 7.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Qs.3:110

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS:Muhammad:7)

Dari dua ayat tersebut kita di suruh menghafalnya ayat dan artinya. Kita juga di suruh untuk mentadaburi setiap makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Betapa Allah menyebut orang-orang yang berbuat ma’ruf dan mencegah orang dari kemungkaran sebagai manusia terbaik yang dilahirkan di muka bumi ini.

Allah juga menjanjikan pertolongan bagi orang-orang yang mau menolong Agama Allah. Betapa beruntungnya kita jika kita termasuk orang-orang tersebut. Semoga Allah mengizinkan kita untuk istiqomah dalam perjalanan hijrah ini.

Seteleh menyelesaikan tantangan di pos 2. Kita melanjutkan perjalanan ke pos 3. Dalam pos ini panitia menanyakan kepada setiap peserta. Bagaimana komitmen kita untuk memegang Islam ini ?. Satu persatu peserta menjawab pertanyaan dari panitia sesuai versi mereka sendiri-sendiri.

Ada yang menjawab akan istiqomah dalam berIslam dengan menjauhi segala larangan yang telah ditetapkan oleh Allah. Ada yang bersedia berjihad di jalan Allah. Ada juga yang sekedar mencoba menjaga sholat 5 waktu tepat waktu.

Apakah jawaban mereka sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam, ataukan sekedar mencari jawaban terbaik atas pertanyaan dari senior? Saya tidak tahu, wallahualam.

Satu demi satu panitia mendengarkan jawaban dari peserta, setelah selesai mendengarkan jawaban mereka. Diakhir sesi, panitia meluruskan jawaban mereka sesaui visi dan misi KM, kami sebagai peserta mendengarkan dengan seksama apa yang di sampaikan oleh panitia. Yang pasti kita diajarkan untuk Komitmen Menjadi seorang Muslim Sejati.

Sebelum melanjutkan di Pos 4, kita di suruh sholat Qiayamulail di Mushola samping pos 3 dan berdo’a supaya kita di mudahkan oleh Allah SWT dalam berTholabulilmi.

Di pos 4, kita diberikan pemahaman tentang makna Tauhid, dimana kita hanya patuh dan tunduk kepada Allah SWT. Tidak ada satu mahluk pun di dunia ini yang perlu kita takuti kecuali hanya Allah SWT.

Beberapa menit mendapatkan tausiah singkat tentang tauhid, kami diberi tantangan untuk mencari nama orang yang terukir di batu nisan kuburan  yang terletak di belakang pos 4. Berbekal satu lilin untuk 3 orang, kami mencarai nama yang telah ditentukan. Lama mencari tidak ketemu-ketemu, akhirnya kita di persilahkan untuk melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.

Ilustrasi kuburan | sumber : blogbojonegoro.com

Pos 5 adalah pos terakhir dari rentetan kegiatan jurit malam. Di sini kita diberi tahu apa makna dari setiap post yang telah kita lalui, serta hikmah dibalik tugas dan tantangan yang telah di berikan panitia kepada peserta.

Akhirnya, kamipun berhasil menyelesaikan semua tantangan yang diberikan oleh panitia.

Azan Subuh berkumandang, tanda berakhirnya agenda jurit malam. Kami kembali ke shelter act yang kita gunakan sebagai tempat menginap. Kami sholat subuh berjama’ah lalu membaca dzikir Al Ma’tsurat bersama-sama.

Satu hari tiga malam kami menikuti rentetan agenda LK1, akhirnya kami sampai pada agenda terakhir, yaitu agenda Out Bound. Dalam outbound tersebut banyak game yang mengajarkan kita kerjasama tim. Meskipun harus berkotor-kotor dengan lumpur, kita tetep semangat untuk mengikuti agenda tersebut.

Outbound

Setelah berkotor-kotor dengan lumpur dan air, kami membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pulang.

Agenda LK1 ditutup dengna ikrar peserta LK1 untuk selalu istiqomah dalam memegang Islam serta berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dengan mengucap Syahadat dan ditutup dengan takmir, kami mengucapkan ikrar untuk selalu istiqomah memegan Islam dalam dada kami. Maka berakhirlah agenda LK1 dan kami kembali ke rumah masing-masing.

IKUT-IKUTAN NGAJI

Ilustrasi Liqo’ | forkitabrawijaya.wordpress.com

Bagi anggota baru, lembaga KMI mewajibkan setiap alumni LK1 ngaji rutin setiap pekannya. Mmereka menyebutnya dengan Liqo’. Awalnya saya penasaran, apa sih yang namanya Liqo’, ternyata itu ngaji rutin melingkar yang dipandu oleh satu orang yang kita sebut sebagai Murobi.

Di sini, kita difahamkan tentang Ma’rifatullah, Ma’rifatur Rasul, Ma’rifatul Insan, Ghazwul Fikri dan masih banyak lagi hal-hal yang menarik.

Materi-materi tersebut masih terdengar asing di telinga saya, karena sebelumnya saya tidak pernah mendengaran pengajian yang membahas hal seperti itu sebelumnya.

Maklum, saya tinggal di keluarga yang ndak Agamis-agamis banget, jadi keluarga saya ndak terlalu menekankan belajar agama secara mendalam. Tapi bapak ibu selalu menyuruh saya belajar di TPA pas masih kecil.

Dari beberapa materi yang saya sukai adalah materi tentang ghazwul fikr. Saya seperti dibukakan mata ketika mendapatkan materi ini.Saya baru tahu, ternyata banyak sekali konspirasi yang dilakukan oleh orang-orang jahat untuk menguasai dunia.
Dalam kelompok Liqo’ ini, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Saya mendapat banyak teman baru, ilmu, skill managerial dll.

Kami di persaudarakan layaknya kaum muhajirin dan ansor. Ketika ada temen yang lagi kesusahan, kita saling membantu. Ketika ada yang mendapat rezeki, kita syukuran makan makan, pokoknya saya merasa nyaman dengan kelompok seperti ini.

Kita juga bisa curhat terkait permasalahan kita kepada teman-teman kita satu kelompok, mereka pasti akan membantu sesuai kemampuan mereka.

Mungkin itu saja cetita dari saya, tentang bagaimana saya menemukan sahabat-sahabat surgaku  yang tak tergantikan.

Masih banyak cerita yang belum saya tuliska pada kesempatan kali ini. Kalau ada kesempatkan, saya akan tuliskan pengalaman-pengalman saya berpetualang bersma sahat-sahat saya.

Demikian, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Please rate this