Pesawat Terbang, Alat Transportasi Yang Melampauhi Imajinasi Manusia Zaman Dulu No ratings yet.

Bagaimana Pesawat Bisa Terbang

Pesawat Terbang – Menjangkau belahan dunia mana pun kini bukan lagi menjadi hal sulit. Dunia transportasi telah berkembang dengan sangat cepat. Jika zaman dahulu sebuah negara didatangi memerlukan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan, kini hanya membutuhkan waktu dalam hitungan jam, bahkan hanya beberapa menit.

Adalah pesawat terbang, teknologi transportasi yang terus dikembangkan oleh umat manusia, malahan bisa dikatakan kini telah melampauhi imajinasi manusia terdahulu mengenai kemampuan manusia untuk terbang dan mengangkasa.

Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai pesawat terbang, bagaimana sebuah benda dengan ukuran besar itu bisa terbang ditinjau dari segi ilmu fisika, apa-apa saja material penyusun sebuah pesawat sehingga bisa terbang dan juga aman saat di angkasa, sejarah dan perkembangan industri pesawat terbang Indonesia dari zaman penjajahan hingga kini, serta perkembangan terbaru mengenai pengembangan pesawat tercepat di dunia yang kabarnya sebentar lagi akan beroperasi.

Bagaimana Pesawat Bisa Terbang ?

Bagaimana Pesawat Bisa Terbang
©jelaja.com

Pesawat terbang adalah suatu kendaraan atau mesin apapun yang bisa terbang pada atmosfer. Prinsip kerjanya sehingga bisa terbang adalah prinsip hukum fisika yaitu menerapkan hukum Bernoulli pada udara dengan menggunakan alur laminiar sayap yang diperoleh, yang disebabkan oleh daya dorong yang dihasilkan mesin pesawat.

Sebagian besar pesawat terbang untuk tujuan komesial saat ini memakai mesin turbofan. Kata turbon berasal dari gabungan dua kata, yaitu turbin dan fan. Di mesin turbojet, udara yang berada pada bagian luar dikonpresi oleh bagian kompresor sampai mencapai tekanan tinggi. Setelah itu, udara bertekanan tinggi yang dihasilkan tersebut akan masuk pada ruang bakar lala bercampur dengan avtur (bahan bakar).

Bahan bakar yang mengalamai pembakaran udara tersebut akan membuat tekanan fluida  bekerja dan temperatur meningkat. Fluida yang memiliki tekanan tinggi tersebut kemudian melewati turbin lalu keluar di nosel dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi. Adanya perbedaan fluida keluar dan kecepatan udara yang masuk dari mesin akan menghasilkan gaya dorong T (Aksi dan reaksi: Hukum III Newton). Gaya dorong T tersebut berfungsi dalam bergerak pada arah horizontal dan sebahagian lagi dirubah pada saya pewat terbang menjadi gaya angkat (L).

Bagian Fan yang terdapat di mesin turbofan berguna dalam memberikan tambahan kecepatan udara yang akan memasuki mesin lewat bypass air. Udara segar tersebut lalu berkumpul dengan campuran udara bahan bakar yang telah dibakar pada ujung mesin bagian luar. Salah satu kelebihan menggunakan turbofan yakni mesin itu dapat meredam suara bising yang dihasilkan turbojet. Tetapi karena turbofan mempunyai susunan komponen yang lebih kompleks, maka jenis mesin ini mudah terganggu oleh Foreign Object Damage (FOD) dan bisa saja menyebabkan pembentukan es pada mesin. Terperangkapnya FOD (misalnya yang sering terjadi adalah burung terjebak) pada mesin dapat mengakibatkan kerusakan fatal pada pesawat terbang.

Pesawat terbang mempunyai kemampuan untuk bergerak pada tiga sumbu, yaitu taw, roll, dan pitch. Gerakan turun naik hidung pada sebuah pesawat dikendalikan oleh elevator, gerak turun naiknya sayap pada sebuah pesawat dikendalikan oleh aileron, sementara gerakan berbelok dalam bentuk horizontal dikendalikan oleh rudder yang terletak pada bagian fin (sirip) pesawat terbang.

Selain itu, pada bagian sayap belakang juga ada flap yang bertujuan membantu meningkatkan gaya angkat ketika sebuah pesawat terbang take off, juga mengurnagi gaya angkat ketika melakukan air brake (landing). Ketika pesawat melakukan cruise (menjelajah), flap tersebut akan masuk pada sayap dengan tujuan menekan gaya hambat D pesawat terbang.

Material Penyusun Pesawat Terbang

Material Penyusun Pesawat Terbang
©michelbaudin.com

Seiring bersama dengan berkembangnya desain dan teknologi pesawat terbang yang jadi canggih, keperluan bakal material yang jadi baik juga jadi meningkat. Dari awal diciptakannya pesawat terbang berbahan kayu hingga aluminium, lantas digunakannya titanium dan bahan bersama dengan efisiensi tinggi butuh pengembangan yang intensif dari beraneka tekun ilmu.

Penggunaan material struktur pesawat terbang yang gampang sangatlah penting. Pada pesawat terbang transport sub-sonic modern, payload cuma sekitar 20% dari berat total namun 80% adalah berat kosongnya dan separuhnya adalah bahan bakarnya. Dapat dikatakan bahwa penambahan berat mampu menambah pemakaian bahan bakar, yang terkait secara segera bersama dengan meningkatnya cost operasional.

Adapun berikut ini adalah kriteria pemilihan bahan untuk pesawat terbang :

  • Efisiensi kemampuan statis (perbandingan pada kemampuan berat)
  • Sifat fatigue (Kelelahan)
  • Ketangguhan dan perambatan retak
  • Sifat korosi dan penggetasan
  • Kestabilan pada lingkungan

Kemudian, dibutuhkan juga kriteria yang tidak kalah pentingnya tentang produksi dan biayanya:

  • kemudahan mendapatkannya dan juga gampang dikerjakan
  • harga material
  • karakteristik fabrikasi (pembuatan)

Berikut adalah material-material yang biasa digunakan untuk membangun konstruksi pesawat terbang :

Campuran Aluminium

Aluminium
©alutecta.de

Pada penerbangan komersial, aluminium digunakan mencapai 80% dari total pemakaian material struktur. Material aluminium di sini pasti tidak sama dengan aluminium yang kita temui pada kehidupan sehari-hari pada peralatan dapur maupun dekorasi, aluminium untuk struktur pesawat terbang dipadukan dengan lebih dari satu bahan campuran (seperti tembaga, magnesium, seng dan mangan) yang mampu menambah kekuatan, kekakuan dan juga ketangguhanya.

Adapun aluminium alloy yang kerap digunakan pada pesawat terbang pada lain

  • Aluminium 2024-T3,T42,T351, T81 : Untuk tegangan tarik yang tinggi, ketangguhan tinggi dan juga karakteristik perambatan retak yang baik. T42 mempunyai kemampuan yang lebih rendah dari T3. Sedangkan T81 digunakan untuk temperatur tinggi
  • Aluminium 2224-T3, 2324-T3 : mempunyai kekuatan 8% lebih dari 2024-T3, ketangguhan dan ketahanan kelelahan lebih baik dari 2024-T3
  • Aluminium 7075-T6, T651, T7351 : Memiliki kebolehan lebih tinggi dari 2024, ketangguhan lebih rendah, digunakan untuk tegangan tarik yang tidak butuh ketangguhan tinggi. Memiliki karakteristik korosi yang baik
  • Aluminium 7079-T6 : Hampir sama bersama dengan 7075, tapi punya karakter potongan melintang yang lebih baik (>3in)
  • Aluminium 7150-T6 : 11% lebih kuat dari 7075-T6, karakteristik kelelahan dan ketangguhan lebih baik dari 7075-T6
  • Aluminium 7178-T6, T651 : Digunakan untuk beban tekan. Lebih kuat dari 7075, tapi tidak lebih tangguh.
  • Aluminium-lithium : 10% lebih gampang dan kaku dari aluminium alloy konvensional
  • PM aluminium : Lebih kuat, tangguh, tahan suhu tinggi dan juga tahan korosi dari aluminium alloy konvensional

Titanium

Titanium
©newatlas.com

Material titanium belum diketahui pada awal perkembangan teknologi dirgantara disebabkan oleh reaktivitas kimianya yang tidak biasa dan adanya kesulitan pada peroses memurnikanya dari tambang dan juga tergolong susahan pada membentuknya bersama dengan cetakan dan juga penempaan. Titanium juga punya memiliki kendala dalam hal pembiayaan machining (pengerjaan menggunakan alat) yang mahal, tapi titanium punya nilai/kemampuan per berat yang lebih baik dari material baja dan aluminium.

Tidak hanya itu, bahan ini juga mempunyai karakteristik tahan korosi yang tergong amat dan juga tahan panas yang sudah diakui. Mahalnya pembiayaan manufaktur titanium menyebabkan material ini jarang dipakai pada jumlah yang besar, itulah mengapa sehingga titanium hanya digunakan di bagian-bagian khusus saja pada pesawat terbang.

Titanium yang biasa dipakai didalam dunia dirgantara pada lain Ti-6Al-4V dan juga Ti-4Al-4Mo-2Sn-0.5Si.

Paduan Baja (Steel alloy)

Paduan Baja (Steel alloy)
©safeandvaultstore.com

Untuk keperluan tegangan tarik yang tinggi, baja kombinasi tetap mampu digunakan dibandingkan bersama dengan titanium dan tentu saja hanya dengan biaya yang lebih rendah. Berikut adalah baja kombinasi yang kerap digunakan pada struktur pesawat terbang :

Martensitic stainless steel

Mengandung 12-18% kromium dan juga tanpa nikel dan dikerjakan perlakuan panas bersama dengan quenching dan temper. Memiliki ketahanan korosi yang relatif rendah.

Biasa digunakan untuk peralatan dapur, bilah turbin dll.

Ferritic stainless steel

Mengandung 15-30% kromium, tanpa nikel dan tanpa perlakuan panas dan juga mempunyai tingkat kekuatan yang terbilang rendah. Ketahanan korosi tinggi pada suhu tinggi.

Dapat dipakai untuk perpipaan, bejana dan juga pabrik kimia.

Austenitic Stainless Steel

Mengandung 18% atau lebih kromium dan 3,5 hingga 22% nikel. stainless steel 321 dan 347 mengandung titanium dan columbium sebagai kombinasi penstabil pada korosi. Bahan ini terlampau tahan pada korosi bahkan pada air laut.

Biasa digunakan pada industri dirgantara, pabrik kimia, perpipaan dan juga pemakaian pada air laut.

Precipitation Hardened stainless steel

Mengandung karbon dengan presentasi yang sangat rendah, yakni hanya 15-17% kromium, 4-7% nikel dan lebih dari satu bagian kecil logam kombinasi lain. Sangat tahan korosi, bahkan untuk keperluan penggunaan pada air laut.

Juga paling banyak dipakai pada pesawat terbang dimana kekuatan, ketahanan pada korosi dan juga suhu tinggi dibutuhkan.

High strength low alloy steels

Dengan bahan utama dari besi, yang bisa dikeraskan hingga kekutan yang amat tinggi. Bahan yang biasa digunakan pada kategori ini adalah 4130 dan 4340 alloy.

Umumnya digunakan pada struktur kerangka dan juga komponen landing gear.

Komposit

Carbon fiber
©aeroengineering.co.id

Material komposit kini telah banyak dipakai pada dunia dirgantara sebabkan kemampuan dan juga kekakuanya pada beratnya yang lebih tinggi dibandingkan material lain sepertin baja dan aluminium, dan juga arah seratnya bisa diatur sedemikian rupa cocok bersama dengan pembebanan agar penggunaanya efisien. Selain itu, material komposit mampu dibentuk kontur yang aerodinamis bersama dengan lebih fleksibel dibandingkan bahan lainnya gara-gara dibentuk pakai cetakan.

Material komposit yang paling sering dipakai di industri dirgantara adalah carbon fiber, boron, fiberglass dan juga kevlar. Tidak cuma bahan basic berikut pada struktur pesawat terbang untuk meraih kombinasi karakteristik yang sempurna, bisa juga dipadukan bahan-bahan fiber di atas bersama dengan aluminium baik pada wujud lembaran ataupun honey comb yang biasa dikenal dengan sebutan sandwitch.

Sejarah Industri Pesawat Terbang Indonesia

Bagaimana sejarah dan perkembangan industri pesawat terbang di Nusantara? Berikut gami bagi menjadi dua bagian rentang waktu yakni masa sebelum dan setelah kemerdekaan.

Sebelum Kemerdekaan

Sejarah Industri Pesawat Terbang Indonesia Sebelum Kemerdekaan
©tni-au.mil.id

Pada masa kolonial Belanda, penguasa kala itu tidak mempunyai program perancangan pesawat terbang. Mereka cuma laksanakan serangkaian aktivitas yang mengenai pembuatan lisensi dan juga evaluasi tehnis dan keselamatan untuk seluruh pesawat terbang yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Pada tahun 1914, di Surabaya didirikan instansi penguji penerbangan yang bertugas pada pengkajian kinerja pesawat untuk pengoperasian di area tropis. Lalu pada tahun 1930 dibentuk badan produksi pesawat terbang yang menghasilkan pesawat Canadian Avro-AL, sebuah pesawat yang bodinya terbuat dari kayu lokal. Untuk setelah itu layanan produksi seksi ini dipindahkan ke Lapangan Udara Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara). Pada periode berikut penerbangan cukup banyak diminati bersama adanya beberapa pesawat yang dibuat oleh perorangan.

Pada tahun 1937, atas keinginan seorang pebisnis lokal, beberapa pemuda Indonesia yang dipimpin oleh Tossin merancang pesawat terbang pada sebuah bengkel yang terletak di Jl. Pasirkaliki, Bandung. Mereka menamai pesawat buatanya PK. KKH. Pesawat ini pernah mengejutkan dunia penerbangan karena telah memperlihatkan kemampuannya untuk terbang ke Belanda dan daratan Chine vice versa. Sebelumnya, lebih kurang tahun 1922, Indonesia bahkan telah terlibat pada modifikasi pesawat di sebuah linkungan pribadi di Jl. Cikapundung, Bandung.

Pada tahun 1938, atas keinginan LW. Walraven dan MV. Patist, pesawat PK. KKH didesain ulang jadi pesawat yang lebih kecil dan diproduksi pada sebuah bengkel yang berlokasi di Jl. Kebon Kawung, Bandung.

Setelah kemerdekaan Indonesia

Sejarah Industri Pesawat Terbang Indonesia
©tiketturindo.com

Setelah Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, kesempatan bagi Indonesia untuk mewujudkan impian produksi pesawat terbang buatan sendiri langsung terbuka luas. Sejak kala itu orang Indonesia menjadi memahami bahwa sebagai sebuah negara kepulauan seperti Indonesia sangat memerlukan layanan transportasi jalur udara untuk membantu kelancaran roda pembangunan, pemerintahan, ekonomi dan pertahanan nasional.

Pada tahun 1946, Biro Perencanaan dan Konstruksi didirikan oleh TRI-Udara Angkatan Udara Indonesua (sekarang TNI-AU). Lalu bersama disponsori oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, sebuah lokakarya khusus didirikan di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Dari bahan sederhana berbentuk sejumlah Zogling, mereka merancang dan merintis pesawat ringan NWG-1 (pesawat layang). Pembuatan pesawat ini termasuk melibatkan Tossin yang dibantu oleh Ahmad dan kawan-kawan. Enam unit pesawat jenis itu selesai dibuat dan dapat digunakan untuk mengembangkan keperluan penerbangan Indonesia dan ketika itu juga memperkenalkan dunia penerbangan untuk calon pilot yang dipersiapkan untuk ikuti pelatihan penerbangan di India.

Setelah itu pada 1948 mereka sukses menciptakan mesin pesawat terbang pertama, yang merupakan modifikasi dari mesin Harley Davidson, WEL-X. Mesin ini dirancang oleh Wiweko Supono dan pesawat buatan mereka setelah itu diperkenalkan dengan nama RI-X. Pada masa tersebut ditandai bersama didirikannya sejumlah kelompok Aeromodelling. Walaupun mereka terpaksa menghentikan aktivitas ini karena munculnya pemberontakan komunis di Madiun dan agresi Belanda.

Pada periode ini aktivitas penerbangan di Indonesia lebih ditekankan sebagai bagian dari revolusi fisik untuk pertahanan negara. Pada masa ini termasuk lahir pesawat-pesawat yang dimodifikasi untuk misi tempur. Agustinus Adisutjipto adalah tokoh yang paling berperan pada periode ini. Beliau telah merancang dan menguji sendiri pesawat terbang hasil rancangannya pada medan pertempuran di udara yang sesungguhnya. Beliau memodifikasi pesawat Cureng ke bentuk versi serangan darat. (baca: pesawat tempur)

Setelah masa Agresi Belanda berakhir, aktivitas yang disebutkan di atas kemudian dilanjutkan ulang di lapangan hawa Andir (Bandar Udara Husein Sastranegara), Bandung. Pada tahun 1953 aktivitas itu lalu dikembagakan menjadi Seksi Percobaan yang mempunyai 15 orang anggota. Seksi Percobaan berada di bawah pengawasan Komando Depot Perawatan Teknik Udara, dipimpin oleh Mayor Udara Nurtanio Pringgoadisurjo.

Berdasarkan desain Nurtanio, pada tanggal 1 Agustus 1954 seksi ini sukses menerbangan prototipe pesawat ‘Si Kumbang’. Sebuah pesawat terbang yang total konstruksinya udah dibuat dari bahan logam bersama kapasitas satu orang. Pesawat ini diproduksi sebanyak tiga unit.

Pada 24 April 1957, berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia Nomor 68, Seksi Percobaan itu ditambahkan ke didalam sebuah organisasi yang lebih besar yang disebut Sub Depot Penyelidikan, Percobaan & Pembuatan.

Pada tahun 1958, prototipe pesawat latih “Belalang 89” sukses diterbangkan. Pesawat ini diproduksi sebanyak 5 unit dan dimanfaatkan melatih calon pilot pada Akademi Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, pesawat olah raga “Kunang 25” diterbangkan. Tujuan dari pembuatan pesawat ini adalah untuk memotivasi generasi muda di Indonesia agar tertarik didalam bidang pembuatan pesawat.

Untuk meningkatkan pengetahuan pada bidang industri penerbangan, sepanjang periode 1960 sampai 1964, Nurtanio dan tiga orang Indonesia lainnya dikirim ke Far Eastern Air Transport Incorporated (FEATI) Filipina, sebuah universitas penerbangan pertama di Asia. Setelah merampungkan studinya, mereka pulang ke Bandung dan bekerja untuk LAPIP (Lembaga Persiapan Industri Penerbangan).

Pesawat Tercepat Di Dunia Segera Beroperasi

Pesawat Terbang Tercepat Di Dunia
©esquire.co.id

Sebuah grup ahli penerbangan menginformasikan saat ini tengah mengembangkan rencana pembuatan pesawat supersonic bernama Boom. Pesawat ini disebut terbang 2,6 kali lebih cepat dibandingkan pesawat supersonic pendahulunya, Concorde.

Pesawat bernama Boom diklaim mampu terbang dengan kecepatan mencapai 2.336 kilometer per jam. Woow!! Dengan kecepatan yang fantastik itu, Boom mampu terbang berasal dari London ke New York kurang berasal dari 3 jam 30 menit.

Sebanyak 40 kursi penumpang tersedia di dalam kabin pesawat Boom, di mana terbagi jadi tiap-tiap dua baris di tiap tiap segi gangnya. Tiket yang ditawarkan diperkirakan seharga 5.000 dollar AS atau kurang lebih Rp 66,1 juta sekali terbang, yakni nyaris sama bersama kebanyakan harga tiket penerbangan kelas bisnis.

“Kami tengah mewujudkan pesawat jet supersonic pertama yang aman, ramah lingkungan, dan ekonomis. Percayalah, ini bukan kisah fiksi ilmiah,”

ujar Blake Scholl, penggagas Boom menegaskan.

Sadar akan potensi kontroversialnya, Blake berujar bahwa Boom didesain dengan mengggunakan bahan bakar konvensional abad ini. Hal yang membuatnya mampu terbang pada kecepatan tinggi adalah karena desain body pesawat yang menggunakan serat karbon komposit yang ringan, proses tenaga penggerak khusus, dan material bingkai udara.

Meskipun tetap berstatus prototipe, namun tim tersebut telah memberikan informasi ke publik bahwa mereka segera menguji pesawat terbang bernama Boom itu pada akhir 2017 mendatang di Colorado, Amerika Serikat (AS).

Selain itu, pesawat Boom termasuk akan diujikan nada supersonic-nya di Pangkalan Angkatan Udara AS di California.
Lake percaya Boom akan meraih sukses di dunia penerbangan. Menurutnya, Boom unggul karena lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibandingkan Concorde. Sebagai informasi, eksistensi Concorde berakhir pada 2003 silam karena sering merugi akibat harga tiketnya yang mahal, yakni 20.000 dollar AS (sekitar Rp 264 juta) sekali terbang. Selain itu, Concorde termasuk diketahui menyumbangkan polusi hawa dan nada yang memadai beresiko bagi lingkungan.

Sejauh ini, maskapai penerbangan yang diketahui telah menjajaki kerja sama bersama Boom adalah Virgin Atlantic milik miliarder Sir Richard Branson. patut kita tunggu Pesawat terbang tersebut benar-benar beroperasi, atau hanya sebuah-angan-angan.

Nah, demikianlah informasi mengenai pesawat terbang, semoga bermanfaat dan mengisnpirasi kamu untuk terbang ke berbagai penjuru dunia.

Please rate this

Sistem Ekskresi Pada Manusia dan Hewan Beserta Rangkumannya No ratings yet.

gambar paru paru

SISTEM EKSKRESI – Setiap hari kalian buang air kecil. Setiap saat kalian bernapas. Kalian akan berkeringat ketika melakukan banyak aktivitas, misalnya saat bermain bola.

Apa sebenarnya yang kalian keluarkan dan mengapa harus dikeluarkan?

Mari kita mempelajari apa yang disebut sistem ekskresi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sistem Ekskresi

gambar sistem ekskresi
Sistem ekskresi pada manusia | pixabay.com

Setiap hari kalian pasti mengeluarkan air seni (urin) pada saat buang air kecil. Saat kalian bernapas, kalian akan menghembuskan karbon dioksida, sebagai sisa pernapasan.

Jika pada siang hari kalian berada di bawah terik matahari atau di saat malam hari udara sangat panas, kalian sering berkeringat.

Jika kalian berada di salam kendaraan umum yang penuh sesah, bajukalian pun aka basah dengan keringat. Hal-hal tersebut merupakan proses yang sangat penting dan alamiah.

Mengapa zat-zat tersebut dikeluarkan dari tubuh kita? Zat-zat tersebut merupakan zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh.

Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat bersifat racun bagi tubuh. Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh dari sel-sel tubuh disebut ekskresi.

Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan. Zat sisa metabolisme dikeluarkan dari tubuh oleh alat ekskresi.

Sistem ekskresi berfungsi untuk membantu memelihara keseimbangan dalam tubuh makhluk hidup (homeostasis). Sistem ekskresi selain dilakukan dengan mengeluarkan zat sisa metabolisme, juga dengan  melakukan proses osmoregulasi.

Osmoregulasi adalah pengaturan keseimbangan air dalam tubuh makhluk hidup. Tubuh makhluk hidup perlu menyeimbangkan jumlah air yang masuk dan keluar dari dalam tubuh.

Alat Ekskresi pada Manusia

Alat ekskresi pada manusia adalah paru-paru, kulit, ginjal, dan hati. Tugas utama organ-organ tersebut yaitu membuang sisa metabolisme.

Sisa metabolisme pada manusia misalnya karbon dioksida, urea, dan zat warna empedu. Dari keempat organ tersebut, alat ekskresi yang terpenting adalah ginjal.

Namun demikian, kita akan membahas semuanya.

Alat Ekskresi – Ginjal

sistem ekskresi alat ginjal
Sistem ekskresi pada manusia| thenationonlineng.net

Ginjal atau ren berjumlah sepasang dan berwarna merah tua. Kedua ginjal itu terletak di dalam rongga perut, di sebelah kanan dan kiri ruas-ruas tulang pinggang.

Berat ginjal seseorang umumnya berkisar 0,5% dari berat badannya. Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitogren, misalnya amonia.

Amonia merupakan hasil pemecahan protein yang kita makan. Ginjal juga berfungsi mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya berlebih, misalnya vitamin.

Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengatur keseimbangan air untuk mempertahankan cairan ekstraseluler dengan mengeluarkan air dari dalam tubuh bila jumlahnya berlebihan.

Hal ini merupakan fungsi ginjal dalam osmoregulasi. Ekskresi dari ginjal berupa air seni (urin).

Ginjal terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bigian sumsum ginjal (medula), bagian luar (kulit ginjal atau korteks), dan rongga ginjal (piala ginjal atau pelvis renalis).

Kulit Ginjal (korteks)

Di dalam kulit ginjal terdapat jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri dari badan Malpigh dan tubulus saluran).

Badan malpighi tersusun atas kapsula Bowman dan glomerulus. Glomerulus merupakan anyaman pembuluh-pembuluh darah kapiler yang berupa gumpalan-gumpalan.

Flomerulus dibungkus oleh Kapsula Bowman. Kapsula Vowman berbentuk seperti mangkuk atau piala.

Sumsum Ginjal (medula)

Sumsum ginjal terdiri dari pembuluh atau saluran berliku-liku yang disebut tubuus kontortus. Tubulus kontortus bermuara pada rongga ginjal.

Rongga ginjal (pelvis renalis)

Pada rongga ginjal bermuara pembuluh atau saluran pengumpu. Dari masing-masing rongga ginjal keluar saluran yang disebut uteter.

Ureter berfungsi menyalurkan urin ke kantung kemih (vesica urinaria). Di kantung kemih, urin ditampung sementara sebelum keluar dari tubuh.

Dari kantung kemih, urin dikeluarkan melalui saluran kantung kemih atau disebut uretra.

Proses di dalam ginjal

Darah di dalam ginjal akan mengalami proses penyaringan atau filtrasi. Proses penyaringan terjadi dalam glomerulus.

Darah yang terdapat dalam glomerulus mengandung garam, ari, urea, gula, dan zat-zat yang akan disaring.

Selain penyaringan di glomerulus terjadi terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah, kepingan darah, dan sebagian besar protein plasma.

Hasil penyaringan di glomerulus adalah urin primer (filtrat glomerulus). Urin primer memiliki kandungan zat yang hampir sama dengan cairan yang menembus kapiler menuju ke ruang-ruang antar sel.

Dalam keadaan normal, urin primer tidak mengandung sel darah merah, tetapi mengandung protein yang kadarnya kurang dari 0,03%.

Selain itu, urin primer masih mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh, yaitu glukosa (gula), asam amino, dan garam-garam.

Di dalam tubulus kontortus atas (proksimal) terjadi penyerapan kembali (reabsorpsi) zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, misalnya asam amino.

Urin sekunder memiliki kadar urea yang tinggi. Urea ini bersifat racun bagi tubuh.

Di dalam tubulus kontortus bawah (distal) terjadi penambahan lagi zat-zat sisa yang tidak berguna bagi tubuh.

Urin selanjutnya disalurkan ke dalam rongga ginjal, dan kemudian disalurkan ke santung kemih melalui ureter.

Komposisi urin tersebut adalah urea, air, dan garam. Jika kantung kemih sudah cuup mengandung urin, maka dinding kantung kemih tertekan dan menyebabkan timbulnya rasa ingin buang air kecil.

Pada waktu buang air kecil, urin keluar melewati uretra. Urin seseorang yang normal mengandung air, urea, garam-garam (terutama garam dapur), dan zat warna empedu yang memberikan warna kuning pada urin.

Selain itu, urin juga sering mengandung obat-obatan yang kita makan dan hormon. Jadi, di dalam urin tidak terdapat lagi gula (glukosa) dan protein.

Jika urin seseorng mengandung gula, maka orang tersebut dikatakan menderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

Banyak sedikitnya urin dipengaruhi oleh jumlah air yang diminum. Bila air yang kita minum banyak, maka urin yang dihasilkan juga banyak, dan sebaliknya.

Selain itu, bayak sedikitnya urin yang dikeluarkan juga dipengaruhi oleh hormon antidiuretika (ADH).

Jika kita minum sedikit air, pengeluaran ADH akan terpacu. ADH memacu penyebab air. Oleh karena itu, urin yang dihasilkan akan banyak. Pengaturan jumlah air dalam tubuh inilah yang dimaksud dengan osmoregulasi.

Dari uraian di atas, dapat kita pahami betapa pentingnya fungsi ginjal. Ginjal menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa metabolesme yang bersifat racun bagi tubuh kita.

2. Alat Ekskresi – Kulit

sistem ekresi pada kulit
Sistem ekskresi pada manusia| galderma.com

 

Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karena mengandung kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang mengeluarkan keringat.

Keringat mengandung sisa-sisa metabolisme, yaitu larutan garam (terutama garam dapur), air, dan sedikit urea.

Kelenjar keringat akan menyerap larutan garam, air, dan urea dari kapiler darah yang letaknya berdekatan.

Selanjutnya, zat-zat yang terlarut itu dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori sebagai keringat. Keringat yang keluar dari tubuh akan menyerap panas tubuh, sehingga suhu tubuh akan tetap.

Pengeluaran keringat berhubungan dengan suhu lingkungan yang tinggi dan aktivitas tubuh yang meningkat. Bila suhu udara panas,kelenjar-kelenjar keringat akan bekerja giat sehingga pengeluaran keringat lebih banyak.

Sebaliknya, bisa udara dingin pengeluaran keringat lebih sedikit sehingga pengeluaran air dari tubuh banyak melalui ginjal dan menyebabkan kita sering buang air kecil.

Bila kita melakukan aktivitas tubuh yang meningkat, misalnya berolahraga, tubuh kita akan banyak mengeluarkan banyak keringat. Akibatnya kita akan merasakan haus.

Sebaliknya, bila udara di sekitar kita sangat lembap, tubuh kita tidak akan mengeluarkan keringat.

Pengeluaran keringat yang berlebih mengakibatkan hilangnya garam-garam mineral dari tubuh. Akibatnya, dapat menimbulkan kejang-kejang otot dan pingsan.

Misalnya, seseorang yang berada di bawah terik matahari dalam waktu yang lama atau seseorang yang bekerja terlalu berat.

Bila kita amati, kulit terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan dalam (dermin), dan lapisan luar (epidermis).

Epidermis

Epidermis terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan granulosum, merupakan lapisan mengandung lembak yang melindungi hilangnya cairan tubuh dan mencegah masauknya benda asing ke dalam kulit.

Lapisan korneum (lapisan tanduk), merupakan lapisan yang terdiri dari sel-sel yang telah mati dan selalu mengelupas.

Lapisan spinosum, merupakan lapisan yang memberikan kekuatan dan kelenturan kulit. Pada lapisan ini juga mengandung pigmen.

Lapisan basal, merupakan lapisan yang selalu membentuk sel-sel baru.

Dermis (kulit jaringan)

Pada bagian dermis terdapat akar rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak, serabut saraf, dan pembuluh darah.

di bawah lapisan dermis terdapat lapisan lemak yang berguna untuk melindungi tubuh dari pengaruh suhu luar.

3. Alat Ekskresi – Paru-paru

sistem ekskresi parau paru
Sistem ekskresi pada manusia| prohealthadvisor.com

Telah kalian ketahui, bahwa fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan. Namun demikian, karena paru-paru mengekskresikan zat sisa metabolisme (karbon dioksida dan uap air), maka paru-paru dibahas pula dalam sistem ekskresi.

Karbon dioksida dan air yang merupakan sisa metabolisme akan dikeluarkan dari sel-sel dalam jaringan tubuh dan masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh baik dan dibawa ke jantung.

Darah yang mengandung karbon dioksida dan akan dipompakan ke paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru.

Pada alveolus paru-paru, karbon dioksida dan air berfungsi, kemudian diekskresikan melalui saluran pernapasan.

Selanjutnya, karbon dioksida dikeluarkan melalui hidung. Sedangkan air dikeluarkan dari paru-paru dalam berbentuk uap air.

Jadi, jelas bahwa paru-paru bukan hanya sebagai pernapasan saja, tetapi juga sebagai organ ekskresi.

4. Alat Ekskresi – Hati

sistem ekskresi pada hari
Sistem ekskresi pada manusia| Dedaunan.com

Hati atau hepar terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepat di bawah sekat rongga dada. Hari berwarna merah tua dan merupakan kelenjar terbesar yang terdapat di dalam tubuh manusia.

Hati selain berfungsi sebagai kelenjar dalam sistem pencernaan, juga berfungsi sebagai organ ekskresi.

Hati merupakan bagian dari sistem ekskresi karena menghasilkan empedu. Empedu mengandung asam empedu, air, kolesterol, garam empedu, zat warna empedu, dan zat-zat lainnya.

Hati juga berfungsi sebagai tempat perombakan atau penghancuran sel-sel darah merah yang telah tua.

Hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah dirombak menjadi bilirubin (zat warna empedu).

Bilrubin dikeluarkan bersama dengan cairan empedu ke usus. Di dalam usus, blirubin mengalami pemecahan menjadi sterkoblin dan urobin. Sterkobilin memberi warna pada feses. Urobin memberi warna pada urin.

Bila terjadi penyumbatan pada saluran empedu, maka cairan empedu akan masuk ke sistem peredaran darah. Akibatnya, cairan darah menjadi lebih kuning.

Penyumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh batu empedu dan endapan kolesterol.

Di samping itu, bila hati tidak mampu menyaring blirubin dari darah (fungsi hati terganggu) maka blirubin yang berwarna kekuningan akan menumpuk pada jaringan-jaringan lain dan menyebabkan warna kuning pada kulit dan mata.

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi

Kita telah mempelajari alat ekskresi pada manusia. yaitu ginjal. paru-paru, kulit, dan hati. Alat-alat ekskresi tersebut bisa mengalami masalah dalam menjalankan fungsinya.

Gangguan tersebut dapat terjadi bisa karena ketidak normalan organ maupun terkena penyakit.

1. Kelainan dan Penyakit pada Ginjal

gambar ginjal sistem ekskresi
kibowbiotech.com | sistem ekskresi pada manusia dan hewan

Kelainan dan penyakit pada ginjal antara lain diabetes insipidus, diabetes melizus, dan balu ginjal.

Diabetes melitus

#Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi

Diabetes melitus (kencing manis) adalah penyakit yang bisa diketahui dengan adanya kadar gula (glukosai) yang tinggi dalam darah. Kadar glukosa yang tinggi dalam bisa menyebabkan penderita banyak mengeluarkan urin.

Akibatnya, orang yang mengalami penyakit diabetes akan merasa kehausan. Beberapa penderita diabetes sering mengeluhkan mual, sakit kepala, dan muntah.

Penyebab diabetes yaitu ketidakmampuan pankreas menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah.

Dalam keadaan normal, kadar gula yang tinggi dalam darah (misalnya sesudah makan), akan dinormalkan kembali oleh insulin. Cara mengatasi diabetes melitus adalah dengan mengatur kadar gula dalam darah, yaitu dengan  diet makanan untuk penderita diabetes, olahraga, suntikan hormon insulin, atau meminum obat-obatan.

Diabetes insipidus

Ciri-ciri yang tampak pada penderita diabetes insipidus adalah sering mengeluarkan urin berlebih. Penyebab diabetes insipidus yaitu kekurangan ADH.

Kurangnya ADH mengakibatkan peningkatan pengeluaran win, peningkatan dehidrasi pada penderita, rasa haus terus-menerus. dan tekanan darah rendah. Diabetes insipidus diatasi dengan pemberian ADH sintetis melalui suntikan, dihirup, ataupun tablet.

Batu ginjal

Batu ginjal adalah penyakit karena adanya batu (endapan garam kalsium) di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau di dalam kantung kemih. Adanya batu tersebut menyulitkan keluarnya urin dan menimbulkan rasa nyeri.

Salah satu penyebab penyakit batu ginajal adalah kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh, kegiatan yang berlebihan disertai dehidrasi, dan konsumsi obat-obatan yang mengandung asam urat.

Pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan operasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh).

Nefritis

Netrifitis yaitu kerusakan pada nefron (glomerulus) karena infeksi bakteri. Penyakit nefritis menyebabkan ginjal tidak bekerja dengan normal. Akibatnya, urea masuk ke dalam darah dan gejala ini disebut uremia.

Uremia menyebabkan penyerapan air terganggu sehingga terjadi penimbunan air di kaki (kaki membesar) yang disebut edema. Penyakit inilah yang sering disebut gagal ginjal.

Untuk menangani penyakit ini, dokter menganjurkan penderita gagal ginjal untuk melakukan cuci darah. Cara lain penanganan gagal ginjal untuk jangka panjang adalah dengan transplantasi ginjal (cangkok ginjal).

Cuci darah (dialisis)

Untuk melakukan cuci darah, pasien diletakkan pada suatu alat yang disebut mesin dialisis (dialiser). Selama cici darah, darah pasien diambil melalui pembuluh nadi (arteri).

Darah penderitagagal ginjal dicuci dalam dialiser. Setelah darah dicuci, diperoleh darah bersih dan kembali dimasukkan ke dalam tubuh penderita melalui pembuluh vena.

Cuci darah memerlukan waktu lebih kurang enam sampai sepuluh jam. Cuci darah dapat dilakukan sampai ginjal normal kembali, balk secara alami maupun melalui operasi.

Perbedaan antara ginjal alami dengan dialiser ini yaitu ginjal dapat melakukan penyaringan, penyerapan, dan pengeluaran. Sedangkan dialiser hanya dapat melakukan penyaringan.

Cangkok ginjal (transplantasi ginjal)

Cangkok ginjal dilakukan melalui operasi. Ginjal baru biasanya di letakkan di bawah ginjal pasien yang telah rusak. Cangkok ginjal dapat berhasil jika tubuh penderita dapat menerima ginjal bare.

Akan tetapi, cangkok ginjal kadang-kadang gagal karena ginjal ban, ditolak oleh tubuh penderita. Hal ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menolak ginjal bare yang dianggap sebagai jaringan asing.

Akibatnya, tubuh penderita mencoba menghancurkan ginjal yang masuk ke dalam tubuh. Untuk mengurangi resiko ini, organ ginjal yang dicangkokkan ke penderita berasal dari anggota keluarga atau kerabat terdekat penderita kerusakan ginjal.

2. Kelainan dan Penyakit pada Hati

gambar sakit jantung sistem ekskresi
financialtribune.com | sistem ekskresi pada manusia dan hewan

Kelainan dan penyakit pada hati misalnya hepatitis. Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Ada tujuh tipe hepatitis berdasarkan jenis virus yang menginfeksi hati, yaitu hepatitis A. B, C, D, E, F. dan G.

Namun, kita hanya akan membahas hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A disebabkan oleh infeksi Hepatitis A Virus (HAV). Hepatitis A dapat menular melalui makanan, air. dan peralatan yang terkontaminasi HAV.

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi Hepatitis B Virus (HBV). Hepatitis B dapat menular melalui darah, misalnya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis B, atau sating berganti sikat gigi dengan penderita hepatitis B.

Hepatitis C disebabkan oleh virus yang belum diketahui secara past, namun bukan virus hepatitis A maupun virus hepatitis B.

Gejala-gejala umum hepatitis A, B, dan C sama, yaitu seperti gejala terserang flu. Misalnya, demam, mual, muntah, rasa sakit di bagian perut, dan urin berwama gelap. (baca: cara mengecilkan perut)

Pencegahan hepatitis A yaitu dengan pemberian vaksin ISG (Immune Serum Globulin). Hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian vaksin HBIG (Hepatitis B Immune Globulin).

Sedangkan hepatitis C belum ada vaksinnya. Namun, pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah yang didonorkan pada seseorang yang mendapat transfusi darah.

Sistem Ekskresi pada Hewan

gambar burung hantu owl sistem ekskresi
slidesharecdn.com | sistem ekskresi pada manusia dan hewan

Sistem ekskresi pada hewan yang akan kita bahas pada kali ini meliputi sistem ekskresi pada ikan, serangga, amfibi, burung, reptil, dan mamalia.

1. Sistem Ekskresi pada Ikan

Alat ekskresi ikan berupa ginjal dan urin. mengandung nitrogen dalam bentuk amonia. Sedangkan insang mengeluarkan karbon dioksida sisa pernapasn.

2. Sistem Eksresi pada Serangga

Alat ekskresi pada serangga disebut buluh malpighi. Butul Malpighi terletak dekat ussu bagian belakang. Buluh Malpighi mengambil zat-zat sisa pencernaan dalam bentuk cairan dari darah serangga.

Zat-zat sisa berupa nitrogen diubah menjadi asam urat. Asam urat dikeluarkan dari tbuh serangga dalam bentuk pasta putih.

3. Sistem Ekskresi pada Amfibi

Alat ekskresi pada amfibi berupa ginjal dan paru-paru. Ginjal menghasilkan urin. Urin dikeluarkan melalui kantung kemih ke kloaka.

Kloaka merupakan saluran urin, saluran pencernaan, dan saluran kelami. Sedangkan paru-paru mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbon dioksida.

4. Sistem Ekskresi pada Reptil

Alat ekskresi pada reptil berupa ginjal dan paru-paru. Zat-zat sisa metabolisme dalam urin dikeluarkan oleh ginjal dan bermuara pada kloaka. Sedangkan paru-paru mengeluarkan karbon dioksida.

5. Sistem Ekskresi pada Burung

Alat ekskresi pada burung berupa ginjal dan paru-paru. Ginjal mengeluarkan nitrogen dalam bentuk asam urat.

Asam urat dikeluarkan dari tubuh burung dalam bentuk pasta putih sepreti pada serangga. Sedangkan paru-paru mengeluarkan karbon dioksida sisa pernafasan.

6. Sistem Ekskresi pada Mamalia

Sistem ekskresi pada mamalia umumnya sama seperti manusia.

Rangkuman Sistem Ekskresi

dokumen resume sistem ekskresi
unsplah.com | sistem ekskresi pada manusia dan hewan
  1. Zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna bagi tubuh harus dikeluarkan dari tubuh. Jika tidak, zat-zat sisa ini dapat bersifat racun bagi tubuh. Proses pengeluaraan zat-zat sisa metabolisme dari tubuh dan tidak lagi berguna bagi tubuh disebut ekskresi.
  2. Alat ekskresi pada manusia adalah paru-paru, ginjal, hati, dan kulit.
  3. Ekskresi ginjal berupa urea dan garam. Urea dan garam dikeluarkan berupa air seni (urin). Urin mengandung air, urea, dan garam.
  4. Ginjal manusia berwarna merah dan berjumlah sepasang. Ginjal terletak di dalam rongga perut, di sebelah kanan dan kiri ruas-ruas tulang belakang. Bagian ginjal terdiri dari kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis renalis).
  5. Kelainan dan penyakit pada ginjal antara lain diabetes insipidus, diabetes melitus, batu ginjal, dan insipidus.
  6. Penanganan penyakit gagal ginjal yaitu dengan congkok ginjal dan cuci darah.
  7. Ekskresi kulit berupa urea dan garam. Urea dan garam dikeluarkan berupa keringat yang mengandung air, sedikit  urea, dan garam.
  8. Kulit terdiri dari lapisan epidermis dan dermis. Kelenjar keringat terdapat di dalam lapisan dermis.
  9. Ekskresi paru-paru berupa uap air dan karbon dioksida.
  10. Keskresi hati berupa zat-zat kimia yang dikeluarkan berupa empedu. Empedu mengandung antara lain asam empedu, zat warna empedu, garam empedu, dan zat kimia lain.
  11. Kelainan dan penyakit pada hati yaitu hepatitis, A, B, dan C.
  12. alat eksresi pada serangga disebut bulu Malgighi.
  13. Alat ekskresi pada ikan berupa ginjal dan insang.
  14. Alat ekskresi pada amfibi, reptil, dan burung berupa ginjal dan paru-paru.

Demikian penjelasan mengenai sistem ekskresi pada manusia dan hewan yang bisa kami sharingkan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk Anda. Terimakasih.

Baca juga:

# Sistem Ekskesi Pada Manusia dan Hewan

Please rate this

Sistem Indra Pada Manusia Besarta Fungsi Setiap Bagian-bagiannya No ratings yet.

sistem indra mata melotot

SISTEM INDRA – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang sistem saraf dan sistem hormon yang merupakan bagian dari sistem komunikasi.

Kedua sistem tersebut berfungsi mengatur dan mengendalikan aktivitas organ tubuh. Aktivitas organ tubuh ini didasarkan pada proses komunikasi berupa rangsang.

Alat yang menerima rangsang sebut reseptor. Alat indra juga memiliki kemampuan untuk menerima rangsangan, jadi alat indra pada manusia bisa disebut dengan reseptor.

Alat indra terdapat pada semua makhluk hidup. Alat indra berguna sebagai media untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya, menghindari musuh, dan sebagainya.

Kepekaan alat indra dalam menanggapi rangsang dapat berkurang jika ada gangguan pada alat tersebut.

Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit atau adanya kelainan pada alat indra. Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari alat-alat indra pada manusia dan kelainan serta penyakit yang menyerangnya.

1. Sistem Indra – Mata

mata melotot
pixabay.com

Mata merupakan alat indra yang unik karena sangat peka terhadap cahaya. Mata dapat melihat benda karena adanya pantulan cahaya dari benda.

Jika kamu mengamati mata yang tampak dari luar, akan terlihat bahwa mata berbentuk bulat dan terletak di dalam rongga.

a. Bagian-bagian mata

Bola mata dilekatkan oleh beberapa otot pada tulang tengkorak. Otot-oto tersebut terdiri atas tiga pasang otot yang ketiganya disebut otot silindrais.

Ketiganya berfungsi sebagai penggerak bola mata ke bawah, ke atas, ke kiri, atau kekanan.

Agar mata dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mata dilindungi oleh alis mata, kelopak mata, rambut mata, dan kelenjar air mata.

Perhatikan teman Anda, adakah bagian-bagian yang telah disebutkan tadi?

Alis mata berfungsi untuk menahan turunnya keringat dari dahi ke bola mata. Rambut mata berfungsi melindungi bola mata dari debu atau benda-benda lainnya.

Adapun kelopak mata berfungsi menjaga bola mata dan dari debu dan manyaring sinar matahari yang menyilaukan. Kelenjar ari mata berfungsi menghasilkan air mata.

Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar mata akan disebarkan ke bagian bola mata depan saat kamu berkedip. Dengan berkedip, debu atau kotoran yang ada di bola mata akan tersingkirkan.

Selain itu, bola mata terpelihara dari kekeringan. Kedipan mata terjadi dengan jangka waktu yang sangat singkat. Mata kita akan sakit apabila tidak berkedip dalam jangka waktu yang lama.

Bola mata manusia terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan dalam (retina), lapisan tengah (koroid), dan lapisan luar (retina).

Sklera merupakan lapisan putih yang titis, namun santat kuat. Bagian depan sklera disebut kornea. Kornea berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke mata.

Lapisan tengah atau koroid berwarna gelap. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah dan berfungsi menyerap cahaya.

Selain itu juga berfungsi mengurangi berkas cahaya yang memantul di sekitar mata bagian dalam.

Bagian depan selaput ini terputus dan membentuk selaput pelangi atau iris. Selaput tersebut ada yang berwarna hitam, biru, abu-abu, atau hijau.

Bagian inilah yang menentukan warna mata orang. Pada bagian tengah iris terdapat lubang untuk masuknya cahaya ke dalam mata. Lubang ini disebut pupil.

Besar-kecilnya pupil di atau oleh iris yang berhubungan dengan banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk.

Lapisan dalam mata atau retina disebut juga selaput jala. Bagian ini merupakan reseptor pada mata. Pada retina terdapat bintik kuning.

Bintik kuning sangat peka terhadap cahaya dan warna. Oleh karena itu, jika kamu melihat suatu benda dan bayangan jauh pada bintik kining, benda tersebut akan tampak jelas dan tajam.

Seseorang yang memiliki mata sehat dan normal, dapat melihat suatu benda dari dekat maupun jauh pada jarak tertentu dengan jelas.

Hal ini karena lensa matanya mampu memipih dan mencembung sesuai dengan jarak objek benda yang dilihatnya.

Ketikakamu melihat objek benda yang jauh, otot lensa akan mengendur. Dengan demikian, lensa mata akan memipih.

Sebaliknya, ketika melihat objek benda yang dekat, otot lensa akan berkontraksi. Hal ini akan diikuti dengan mencembungnya lensa mata.

Mencembungnya dan memipihnya lensa mata bertujuan untuk memfokuskan cahaya yang terpantul dari benda yang terlihat agar bayangan jatuh tepat pada retina.

Bagai mana proses perjalanan cahaya pada bola mata? Cahaya yang ditangkap mata bertutut-turut akan melalui kornea mata, aqueous humor, pupil, lensa, vitrues humor, dan akhirnya pada retina.

Retina sebagai reseptor akan meneruskan ke otak melalui sel sarf sensorisnya dan otak akan menerjemahkan bayangan yang tertangkap oleh retina.

b. Kelalainan dan penyakit pada mata

Apakah kamu atau teman sepermainmu ada yang menggunakan kaca mata? Orang yang biasanya menunjukkan ada kelainan pada matanya.

Apa saja kelainan dan penyakit pada mata? Berikut ini beberapa kelainan dan penyakit pada mata.

1. Rabun jauh

Rabun jauh atau miopi merupakan ketidakmampuan mata untuk melihat objek yang jauh dengan jelas.

Hal ini karena lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang. Akibatnya, bayangan jatuh di depan bintik kuning. Penderita miopi dapat ditolong menggunakan kaca mata berlensa cekung.

2. Rabun dekat

Penderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat objek benda secara jelas dari jarak dekat.

Hal ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih, bayangan akan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung.

3. Astigmata

Astigmata disebabkan permukaan lensa atau lengkungan kornea yang tidak mulus. Akibatnya, bayangan yang jatuh tidak tepat pada bintik kuning. Penglihatan penderita astigmata dapat dikoreksi dengan lensa silindreis.

4. Glukoma

Glukoma merupakan suatu keadaan yang mana tekanan bola mata meninggi. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kebutaan. Umumnya penyakit ini dialami orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

5. Trachoma

Trachoma merupakan virus yang menimbulkan peradangan pada kornea. Jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Trachoma dapat diobati dengan pemberian antibiotik.

6. Katarak

Penyakit ini disebabkan terjadinya pengeruhan pada lensa. Semakin keruh lensa, semakin tidak jelas penglihatan, lama-kelamaan dapat menyebabkan kebutaan.

Pengangkatan lensa katarak dan menggantikannya dengan lensa buatan merupakan cara terbaik dalam pengobatannya.

2. Sistem Indra – Telinga

gambar telinga dari batu
pixabay.com

Kamu dapat mendengar suatu karena memiliki indra pendengar berupa telinga. Telinga merupakan alat indra yang sangat peka terhadap rangsang suara.

Hal ini karena telinga memiliki saraf-saraf pendengaran. Selain adanya saraf pendengaran, telinga tersusun atas beberapa bagian. Bagian-bagian apa saja yang menyususn telinga itu?

a. Bagian-bagian telinga

Telinga tersusun atas telinga bagian dalam, bagian tengah, dan bagian luar. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga, saluran telinga, dan selaput gendang atau membran timpani.

Daun telinga berfungsi membantu memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran pendengaran.

Selaput gendang atau membran timpani berfungsi menangkap gelombang sura.

Pada telinga bagian tengah terdapat tida macam tulang, yaitu tulang landasan (incus), tulang martil (malleus), dan tulang sanggurdi (stapes).

Ketiga tulang tersebut berfungsi meneruskan dan mengubah gelombang suara dari gendang telinga atau selaput gendang ke bagian telinga.

Di bagian tengah telinga juga terdapat suatu saluran yang berhubungan dengan pangkal tenggorokan. Saluran ini disebut saluran Eustachius.

Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara di telinga bagian luar dan tengah.

Telinga bagian dalam terdiri atas rumah siput (koklea) dan tida saluran setnah lingkaran berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.

Bagiamna perjalanan gelombang suara sehingga otak dapat mengartikan gelombang suara tersebut?

Di sekitarmu banyak terdapat gelombang suara. Gelombang suara ini ditangkap oleh daun telinga dan diteruskan menuju membran timpani.

Membran ini akan menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran. Getaran tersebut akan melewati tulang pendengaran, yaitu martil, landasan, dan sangurdi.

Dari tulang pendengaran, getaran tersebut akan diteruskan menuju rumah siput. Getran yang sampai pada rumah siput akan menyebabkan cairan yang terdapt di dalamnya bergerak.

Di rumah siput ini pun banyak terdapat reseptor berupa rambut-rambut sensoris.

Seiring pergerakan cairan pada rumah siput, rambut-rambut sensoris ini bergetar. Gerakan ini kemudian akan dikirm oleh sel saraf sensoris menuju otak dalam bentuk imuls. Otak akan menerjemahkan impuls ini sebagai suara.

b. Kelainan penyakit pada telinga

Ada beberapa kelainan dan penyakit pada pelinga. Umumnya jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan ketulian. Berikut ini beberpa kelainana dan penyakit pada telinga.

  1. Tuli.
    Otang yang sudah tidak dapt lagi mendengar dikatakan tuli. Tuli dapat disebabkan menumpuknya kotoran telinga sehingga menumbat saluran telinga. Oleh karena itu, rajin-rajinlah membersihkan saluran telinga. Guanakan pembersih telinga yang steril.
  2. Radang telinga tengah
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Biasanya radang telinga tengah diikuti radang pada saluran pernapasan bagian atas (radang tenggorokan). Biasanya radang telinga paling sering menyerang anak-anak.
  3. Mabuk perjalanan
    Mabuk perjalanan ini disebabkan adanya gangguan pada tiga saluran setengah lingkaran. Gangguan ini dapat disebabkan rangsangan yang terus-menerus oleh gerakan-gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan sehingga keseimbangan tubuh terganggu.

3. Sistem Indra – Hidung

wanita mencium bunga
pixabay.com

Apakah kamu dapat merasakan harumnya masakan pada saat ibumu menggoreng ikan di dapur? Kamu dapat mencium harumnya masakan karena memiliki indra pembau berupa hidung.

Hidung merupakan indra pembau yang peka terhadap ransang berbentuk gas dan uap. Di dalam rongga hidung terdapat sel-sel reseptor yang dilengkapi dengan rumbut-rambut halus berselaput lendir.

Paaa waktu kamu menicum aroma makanan, zat berbau yang menguap dari masakan tersebut terhirup bersama udara pernapasan.

Kemudian, larut bersama selaput lendir di dalam rongga hidung. Hal ini merangsang ujung sel saraf pembau di dalam rongga hidung.

Dari ujung sel saraf pembau di dalam rongga hidung. Dari ujung sel saraf pembau ini impuls akan diteruskan ke otak. Setelah dari otak, kamu dapt mengatakan bahwa masakan tersebut harum. Berdasarkan penjelasan ini, pastinya kamu sudah tahu apa fungsi utama dari sistem indra hidung.

Fungsi indra pembau akan hilang jika terjadi penymbatan rongga hidung (misalnya oleh polip atau tumor) dan adanya infeksi pada reseptor-rseptor pembau oleh virus.

Hilangnya fungsi indra pembau disebut anosmia.

4. Sistem Indra – Lidah

gambar anak kecil menjilat es krim
pixabay.com

Mengapa kamu dapat merasakan asinnya garam, manisnya gula, dan pahitnya kopi? Organ apa yang berfungsi untuk merasakan manis dan pahitnya sesuatu? Organ untuk mengetahui rasa ini adalah lidah.

Oleh karena itu, lidah disebut sebagai indra pengecap. Selain itu, lidah juga berfungsi untuk mengatur makanan, menelan, dan membantu berbicara.

Cucilah tanganmu dan peganglah permukaan lidahmu. Ada yang kamu rasakan? Permukaan lidah terasa kasar karena memiliki tonjolan-tonjolan atau kuncup-kuncup pengecap yang disebut papila.

Pada papila ini terdapat ujung-ujung sek saraf pengecap. Di dalamnya papila terdapat banyak puting-puting pengecap (taste bun). 

Puting pengecap ini memiliki sel reseptor yang di ujungnya terdapat rambut-rambut halus. Setiap sel reseptor dihubungkan dengan sel saraf sensoris.

Setiap makanan yang terlarut dalam mengadakan kontak dengan rmbut-rambut halus, akan mernagsang sel reseptor.

Selanjutnya, sel reseptor akan mengubah zat kimia itu menjadi impuls. Impuls selanjutnya diteruskan ke otak oleh sel saraf sensoris untuk diterjemahkan. Selanjutnya, kamu akan meraskan rasa makanan yang kamu makan.

Demikanlah beberpa hal pembahasan mengenai sistem indra pada manuisa, semoga menambah pengetahuan bagi kamu, dan menginspirasi kamu untuk mencintai ciptaan yang telah diberikan oleh  Sang Pencipta kepada kita.

Baca juga :

# Sistem Indra

Please rate this

Sistem Hormon pada Manusia Berserta Fungsi Kelenjar Endokrin dan Eksokirn No ratings yet.

erbandingan Kelenjar Eksokrin dan Kelenjar Endokrin

SISTEM HOROMON – Secara umum, hormon berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan kerja alat-alat tubuh. Selain itu, hormon berpengaruh terhadap pertukaran zat, alat reproduksi, dan tingkah laku.

Hormon yang mengatur keseimbangan tubuh dan kerja alat-alat tubuh itu sebenarnya merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (kelenjar endokrin).

Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa kelenjar endokrin. Kerja kelenjar endokrin ini tidak berdiri sendiri.

Jadi, antar kelenjar endokrin yang satu dan yang lainnya saling mendukung. Kelenjar endokrin pada manusia antara lain kelenjar hipofisis, kelenjar pangkreas, kelenjar anak gondok, kelenjar kelamin, dan kelenjar anak ginjal.

1. Perbandingan Antara Kelenjar Eksokrin dan Kelenjar Endokrin

perbedaan hormon
slideplay.com

Di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam kelenjar. Kelenjar-kelenjar tersebut ada yang mengeluarkan zatnya melalui saluran dan ada pula yang tidak melalui saluran.

Kelenjar yang mengeluarkan zat melalui saluran disebut  kelenjar eksokrin, sedangkan yang tidak melalui saluran disebut kelenjar endokrin.

Zat yang dikeluarkan kelenjar endokrin langsung disalurkan ke dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa.

Karena tidak mempunyai saluran khusus, kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu. Zat yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu disebut sekret.

Proses pengeluarannya disebut sekresi. Sekresi hasil kelenjar endokrin disebut hormoon.

Kelenjar keringat mengeluarkan sekretnya melalui saluran kecil ke permukaan kulit. Karena sekretnya melalui saluran, kelenjar keringat termasuk kelenjar eksokrin.

Hal yang sma juga terjadi pada kelenjar air susu. Adapun contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin.

Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin. Contoh kelenjar endokrin lainnya adalah kelenjar kelamin yang menghasilkan hormon testoreron dan estrogen.

Secara umum, hormon berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan kerja alat-alat tubuh. Selain itu, hormon berpengaruh terhadap alat reproduksi, tingkah laku, dan  metabolisme.

Fungsi-fungsi khusus hormon tersebut akan dijelaskan kemudian. Agar kamu lebih memahaminya perbedaan kerja antara kelenjar eksorin dan kelenjar endokrin, perhatikan pada gambar berikut.

2. Kerja Sistem Hormon dan Transportasi Hormon

transportasi hormon
moodle.kent.ac.uk

Hormon dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit, tetapi memiliki pengaruh sangat besar terhadap aktivitas tubuh.

Pengaruh hormon terhadap tubuh ada yang cepat dan ada juga yang lambat, bahkan bis sampai bertahun-tahun.

Pengaruh hormon yang dirasakan cepat, misalnya pada saat marah. Pengaruh hormon yang cukup lama terlihat pada hormon pengatur pertumbuhan badan.

Hormon tidak berperan pada saat kita marah atau tumbuh saja. Hampir semua aktivitas tubuh dipengaruhi hormon. Namun, tidak semua kerja hormon dapat diamati seperti pada contoh pertumbuhan di atas.

Pada manusia dan hewan, hormon dilepaskan ke dalam darah. Selanjutnya, hormon tersebut diedarkan bersama-sama darah melalui sistem peredaran darah ataupun pembuluh limfa.

Kemudian, hormon dikirim menuju organ-organ sasaran. Organ sasaran adalah organ yang akan menanggapi pengaruh suatu hormon.

Sebagai contoh, hormon adrenalin yang dibawa darah ke jantung, akan merangsang jantung untuk berdenyut lebih cepat. Dalam hal ini jantung adalah organ sasaran hormon adrenalin.

3. Macam-macam Kelenjar Endorkin pada Manusia

sistem endokrin manusia
ibnu-hijaz.blogspot.com

 

Dalam tubuh manusia terdapat beberapa kelenjar endokrin. kelenjar-kelenjar endokrin dapat menghasilkan hormon.

Kerja antar kelenjar endokrin tidak dapat terpisah-pisah, tetap saling mendukung. Kelenjar endokrin apa sajakah yang terdapat pada mausia, berikut ini penjelasannya.

a. Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis atau pituitari terdapat di bawah otak besar berupa tonjolan. Kelenjar ini terdiri atas bagian depan dan bagian belakang.

Bagian ini menghasilkan hormon pengatur pertumbuhan, pengatur fungsi kelenjar gondok, pengatur kelenjar anak ginjal, dan pengatur kelenjar kelamin.

Bagian belakang kelenjar hipofisis menghasilkan hormon pengatur fungsi ginjal dan alat-alat lainnya.

Kerja kelenjar hipofisis berhubungan erat dengan hipotalamus. Hipofisis mengatur aktivitas organ-organ dalam, misalnya organ pencernaan dan organ kelamin.

Hipofisis menghasilkan Hyrid stimulating hormone (TSH). Hormon ini dapat merangsang kelenjar gondok. Hipofisis juga menghasilkan luteinizing hormone (LH).

Hormon ini membantu mengeluarkan sel telur dan mengeluarkan hormon androgen pada laki-laki. Kedua hormon tersebut disimpan dan dikeluarkan oleh hipofisis bagian depan.

Hipotalamus menghasilkan hormon pelepasan (releasing hormone) dan faktor penghambat. Keduanya berpengaruh terhadap pelpasan hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis.

Kelanjar hipofisis merupakan kelenjar buntu terbesar dan sering disebut kelenjar utama atau master of glands.

Hal ini karena kelenjar tersebut menghasilkan bermacam-macam hormon yang akan mengatur kerja kelenjar lain.

Pengaturan pertumbuhan, banyak urine, tekanan darah, kelenjar anak ginjal, kerja kelenjar anak gondok, dan kelenjar kelamin dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis.

b. Kelenjar gondok

Kelenjar gondok atau tiroid terletak di bawah jakun. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur kecepatan metabolisme.

Contoh metabolisme yang dipengaruhi trioksin adalah laju penggunaan sari makanan dan penggunaan oksigen oleh sel. Hormon tiroksin juga penting untuk perkembangan tubuh dan mental.

Hormon tiroksin harus berada dalam jumlah yang tepat. Kelebihan hormon tiroksin atau hipertiroidisne ditandai dengan meningkatnya metabolisme, denyut jantung cepat, emosional, dan mudah gugub.

Seorang yang kekurangan hormon tiroksin atau hipotiroidisme dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan. Jika hal ini terjadi pada masa anak-anak, akan mengakibatkan kekerdilan. Penyakit ini dinamakan kretinisme.

Apabila kekurangan tirosin tersebut pada waktu dewasa, akan menyebabkan menurunnya metabolisme dan aktivitas peredaran darah.

Kelenjar tiroid dapat mengalami pembesaran sampai 15 kali ukuran normal. Pembesaran kelenjar inilah yang sering disebut penyakit gondok. Penyakit ini diakibatkan oleh kekurangan yodium.

c. Kelenjar anak gondok

Kelenjar anak gondok atau paratiroid berjumlah dua pasang dan menempel di belakang kelenjar tiroid. Kelenjar anak gondok menghasilkan hormon parathormon.

Hormon ini berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah. Hormon ini juga dapat meingkatkan pelepasan kalsium di tulang.

Selain itu, parathormon juga dapat meningkatkan penyerapan kalsium oleh usus dan penyerapan kembali kalsium dalam ginajal.

Oleh karena itu, seseorang yang kelebihan parathormon tulang lemah, rapuh, dan berbentuk abnormal akibat rendahnya kalsim.

Kadar kalsium yang berlebihan dalam darah meneybabkan sebagian kalsium terbawa air seni dan mengendap membentu batu ginjal.

Sebaliknya, jika kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, dapat menyebabak kejang kejang.

d. Kelenjar pangkreas

Pada proses pencernaan makanan, kelenjar pangkreas menghasilkan getah pankreas yang di dalamnya mengandung enzim. Selin itu, pangkreas juga menghasilkan hormon glukosan dan insulin.

Kedua hormon tersebut bekerja dengan mengolah makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi bentuk glukosa.

Glukosa akan masuk aliran darah. Dengan demikian, kadar glukosa dalam darah meningkat. Apabila jumlah glukosa terlalu tinggi, pangkreas akan mengeluarkan hormon insulin.

Hormon ini akan mempercepat pengubahan glukosan menjadi gula otot atau glikogen. Akibat pengubahan ini, kadar gula dalam darah akan turun.

Pada suatu saat, kadar gula dalam darah akan berada pada posisi di bawah normal. Saat itulah hormon glukagon bekerja. Glukagon akan mempercepat pengubahan glikogen menjadi glukosa.

Akibatnya, kandungan glukosa dalam darah naik kembali dan berubah menjadi kandungan glukosa dalam darah naik kembali dan berubah menjadi normal.

Dengan demikian, hormon insulin dan hormon glukagon bekerja, dengan fungsi yang berlawanan. Kedua hormon tersebut bertugas menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Apabila pankreas mendapat gangguan, misalnya terluka, pangkreas tidak mampu mengeluarkan insulin dalam jumlah yang cukup.

Akibatnya, kadar gula dalam darah akan berlebihan. Keadaan ini akan menimbulkan penyakit kencing manis atau diabetes mellitus.

e. Kelenjar anak ginjal

Kelenjar anak ginjal atau kelenjar adrenal terletak di ujung katup setiap ginjal (renal). Akibatnya, kelenjar adrenal disebut juga kelenjar suprarenalis.

Kelenjar anak ginjal berbentuk gepeng seperti piramida. Struktur kelenjar ini terdiri atas bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula).

Bagian luar berwarna kuning dan menghasilkan hormon krtison. Bagian dalam berwarna cokelat kemerahan dan menghasikan hormon adrenalin.

Hormon adrenalin dapat memepengaruhi denyt jantung, peningkatan kadar gula, tekanan darah, dan mempercepat pernapasan.

Percepatan pernapasan ini dilakukan dengan cara memperlebar jalannya udara. Jika tubuh kita kekurangan hormon adrenalin, kita akan menderita penyakit addison.

Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak merah pada kulit.

Pada kondisi normal, sekresi hormon adrenalin jumlahnya sedikit. Namun , dalam keadaan stress, malah, atau tegang, sekresi hormon ini menjadi banyak.

Banyaknya hormon adrenalin menyeabkan jantung berdetak lebih cepat. Akibatnya, volume darah yang menuju jantung bertambah.

Otot-otot saluran pernapasan pun mengencang sehingga frekuensi pernapasan menjadi cepat. Tingginya kadar hormon ini juga menyebakan pupil mata melebar. Reaksi ini terjadi jelas pada orang yang sedang marah.

f. Kelenjar kelamin

Kelenjar kelamin atau kelenjar gonad baru berproduksi pada usia remaja. Kelenjar ini memproduksi hormon kelamin yang disebut hormon gonadotopik.

Kelenjar kelamin laki-laki tidak sama dengan kelenjar kelamin perempuan. Kelenjar kelamin laki-laki disebut testis.

Testis menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi mengatur perkembangan sel  kelamin laki-laki. Hormon ini juga mengatur perkembangan seks sekunder laki-laki.

Perkembangan seks sekunder laki-laki terlihat pada perubahan suara, tumbuhnya kumis, rabun ketiak, atau rabun  pada kaki.

Kelainan kelamin perempuan disebut ovarium. Ovarium menghasilkan hormon estogen yang berfungsi mengatur perkembangan organ seks sekunder.

Perkembangan seks sekunder pada perempuan terlihat pada pertumbuhan payudara, pembesaran bagian pinggul, dan perubahan suara.

Selain hormon estrogen, ovarium juga menghasilkan hormon progesteron. Hormon ini berfungsi mengatur pertumbuhan plasenta dan merangsang pembentukan air susu.

Baca juga :

# Sistem Hormon

Please rate this

Sistem Koordinasi Pada Manusia | Penjelasan Lengkap Fungsi Alat Indra 0/5 (1)

sistem saraf

SISTEM KOORDINASI – Setelah kamu mempelajari berbagai proses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, sepertinya proses-proses tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

Sebagai contoh, sistem pencernaan tidak akan berarti jika tidak didukung oleh sistem peredaran darah. Beredarnya darah bertujuan untuk mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen.

Berbagai organ di dalam tubuh bekerja secara teratur, baik tempat maupun waktunya. Untuk mengatur segala aktivitas organ-organ tubuh tersebut diperlukan sistem koordinasi.

Sistem inilah yang akan mengatur agar antar sistem bekerja saling mendukung dan teratur. Oleh karena itu, tanpa sistem koordinasi segala aktivitas tubuh akan berjalan tidak teratur.

Pada artikel kali ini, kamu akan mempelajari sistem saraf dan sistem hormon sebagai kesatuan sistem koordinasi pada manusia, serta indra sebagai penerima rangsang atau reseptor.

Berbagai kegiatan akan kamu lakukan untuk memahami sistem koordinasi ini. Salah satunya adalah percobaan tentang terjadinya gerak refleks.

A. Pengertian Sistem Koordinasi

sistem koordinasi
pbworks.com

Hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan ketika menonton acara yang lucu? Berbagai ekspresi mulai tersenyum tertawa terbahak-bahak bisa terjadi ketika menonton acara yang lucu.

Lain halnya ketika kamu menonton film yang menakutkan. Jantungmu akan berdenyut cepat, wajah pucat pasti, dan kamu merasakan ketakutan.

Semua hal tersebut dapat terjadi karena sistem organ pada tubuhmu bekerja secara harmonis.

Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang disebut sistem koordinasi.

Sistem ini bertugas mulai dari menerima rangsang, meneruskannya ke alat koordinasi kemudian menentukan tanggapan.

***

Sistem koordinasi terdiri atas alat indra, sistem saraf, dan sistem hormon (endokrin). Masing-masing bagian dari sistem koordinasi ini memiliki karakteristik sendiri-sendiri dalam melakukan fungsinya.

Kerja sistem koordinasi diperlukan oleh makhluk hidup setiap saat. Pada banyak hewan, sistem koordinasi sangat berguna dalam mempertahankan hidup. Misalnya, pada hewan rusa.

Meskipun ia sedang merumput, sistem indra-nya, seperti mata dan telinga, tetap waspada terhadap keadaan sekeliling.

Hal ini untuk mewaspadai adanya hewan pemangsa, seperti macan atau harimau. Ketika bahaya datang, alat indra telinga dan mata akan mendengar dan melihat adanya harimau mendekat.

Sistem saraf, seperti otak dan sel-sel saraf, memerintahkan otot-otot rusa untuk berlari secepat mungkin.

Untuk mengimbangi perubahan aktivitas tubuh yang mendadak, sistem saraf pusat memerintahkan kelenjar hormon menghasilkan hormon untuk meningkatkan kerja jantung, pergantian oksigen, aliran darah, dan pembakaran cadangan makanan tubuh agar rusa dapat terus berlari menghindari kejaran harimau.

Tanpa adanya sistem koordinasi dari sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon, rusa tersebut akan dengan mudah dimangsa harimau.

Jika mata rusa tersebut ditutup, dapatkah rusa menghindari kejaran harimau? Bagaimana dengan manusia? Apakah yang akan terjadi jika manusia berlari dengan mata tertutup?. Hal ini pasti tidak mungkin dilakukan jika sistem indera tidak berkoordinasi.

B. Sistem Saraf

sistem saraf
biologia.gr

 

Pernahkah kamu memakai kaos tanpa melihat? Pernahkah kamu makan tanpa melihat?

Kamu masih dapat memakan kaos dan memasukkan makanan tanpa melihat, bukan? Hal ini dapat terjadi karena sistem saraf aktif bekerja. Alat-alat tubuh yang lain pun dapat melakukan fungsinya secara teratur akibat bekerjanya sistem saraf.

Kerja sistem saraf dimulai ketika rangsang diterima oleh sel saraf. Selanjutnya, rangsang tersebut dikirim ke saraf pusat.

Dari saraf pusat rangsang akan dikirim ke sel saraf lain yang akan menanggapi rangsang tersebut. Sebagai gambaran, dijelaskan perjalanan rangsang panas yang dirasakan oleh indra perasa.

Rangsang panas yang diterima tubuh akan diteruskan ke otak. Kemudian, secara sadar otak memerintahkan alat tubuh untuk mengatasi rasa dingin tersebut, misalnya memakai jaket.

Secara umum, sistem saraf berfungsi mengenali rangsang yang berasal dari dalam dan luar tubuh.

Kemampuan mengenali rangsang ini dibantu oleh alat indra. Sistem saraf juga berfungsi mengatur dan mengendalikan jenis aktivitas sebagai tanggapan terhadap rangsang tersebut.

1. Sel Saraf

Apakah yang menyusun sistem saraf pada manusia itu? Sistem saraf pada manusia tersusun atas jaringan saraf. Jaringan saraf tersebut terdiri atas sel-sel saraf atau neuron.

Struktur sel saraf yang satu dapat berbeda dengan yang lainnya, bergantung pada lokasi dan fungsinya.

Agar sel saraf dapat melakukan fungsinya, sel saraf harus memiliki bagian yang menerima dan mengantarkan rangsang. Oleh karena itu, sel saraf tersusun atas badan sel, akson (neurit) dan dendrit yang memiliki tugas-tugas khusus.

Badan sel saraf merupakan tempat inti sel, dan mengandung sitoplasma. Badan sel saraf berfungsi sebagai tempat pemeliharaan semua bagian sel saraf agar tetap berfungsi.

Adapun dendrit merupakan cabang-cabang sitoplasma berupa serabut. Serabut dendrit berfungsi menyalurkan rangsang atau stimulus ke badan sel.

Sementara itu, Akson merupakan juluran sitoplasma yang ukurannya lebih panjang daripada dendrit. Serabut akson berfungsi panjang daripada dendrit.

Serabut akson berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya.

sel saraf

Di dalam akson terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Bagian ini berfungsi menghantarkan impus saraf.

Akson dibungkus oleh selubung mielin. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung sel saraf dari tekanan atau luka seta mempercepat jalannya impuls saraf.

Struktur selubung meilin beruas-ruas sehingga membentuk banyak lekukan. Lekukan antar ruas tersebut dinamakan celah akson (nodus Ranvier). Pada bagian terluar terdapat selaput penyelubung sel saraf yang disebut neurolema.

Ujung akson yang berbentuk kantung berisi zat kimia asetilkolin (penghantar rangsang) dan kolinesterase (penetral bubungan pada sinapsis).

Sinapsis merupaka ncelah antara dua pertemuan sel saraf. Pertemuan tersebut dapat terjadi antara dendrit-akson, akson-badan sel saraf, akson-akson, dendrit-dendrit, dan dendrit-badan sel saraf.

a. Pengelompokan Sel Saraf Berdasarkan Fungsi

Pada dasarnya, sel saraf berfungsi membawa rangsang dari satu bagian tubuh ke bagian yang lainnya.

Sel-sel saraf tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, yitu sel saraf motoris, sel saraf sensoris, dan sel saraf penghubung (konektor).

Sel saraf sensoris membawa rangsang dari alat-alat panca indra menuju pusat susunan saraf. Sementara itu, bagian tubuh yang menerima rangsang disebut reseptor. Semua alat indra dapt dikatakan sebagai reseptor.

Sel saraf motoris membawa rangsang dari pusat susunan saraf menuju efektor.

Efektor adalah bagian tubuh yang melaksanakan perintah dari otak akibat adanya rangsang. Sebagai contoh, apabila tanganmu tersentuh api, otak memerintahkan tangan agar bergerak menghindar.

Tangan inilah yang disebut efektor. Sel saraf motoris terdidri atas banyak dendrit dan hanya satu akson. Adapun sel saraf penghubung berfungsi menghubungkan sel saraf sensoris dengan sel saraf motoris.

sel saraf motoris

Anak panah yang terlihat pada gambar dia tas menunjukkan perjalanan rangsang yang dibawa saraf sensoris menuju sumsum tulang belakang dan otak.

Rangsang diterima dan disatukan oleh sel saraf penghubung dalam sumsum tulang belakang atau dalam otak. Sel saraf penghubung juga menyampaikan rangsang menuju saraf motoris.

Sel saraf motoris membawa rangsang dari sumsum tulang belakang atau otak ke efektor.

b. Pengelompokan Sel Saraf Berdasarkan Struktur

Berdasarkan strukturnya, sel saraf dikelompokkan menjadi sel saraf bipolar, unipolar, dan multipolar. Apakah perbedaan ketiga macam sel saraf tersebut?

Sel saraf unipolar mempunyai satu juluran badan sel yang bercabang menjadi akson dan dendrit.

Sel saraf dikatkan bipolar jika terdapat juluran dendrit dan juluran akson.

Adapun sel saraf mulitpolar mempunyai banyak juluran dendrit dan satu juluran akson. Lebih jelasnya coba perhatikan gambar berikut.

saraf unipolar bipolar dan multipolar

2. Pengelompokan Sistem Saraf

Saraf pada manusia, ada yang terletak di sumbu tubuh dan ada yang terletak di tepi tubuh. Saraf-saraf yang terletak di sumbu tubuh membentuk sistem saraf pusat. Adapun yang terletak di tepi tubuh membentuk sistem saraf tepi.

pengelompokan sistem saraf

a. Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat merupakan pengendali seluruh kegiatan tubuh. Sistem ini dibangun oleh otak dan sumsum tulang belakang. Semua rangsang yang datang akan ditekan pada bagian ini.

Otak dan sumsum tulang belakang merupakan organ yang sangat penting sehingga keduanya harus dilindungi. Otak dilindungi oleh tongkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang.

Selain itu, keduanya juga dilindungi oleh selaput saraf pusat (meninges). Selaput ini terdiri atas tiga lapisan, yaitu selaput jaring-jaring (arachonoid), selaput keras (duramater), dan selaput halus (plameter),

Antara lapisan kedua dan ketiga terdapat cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi melindungi otak dari getaran.

Otak merupakan bagian terbesar dan paling rumit di antara komponen sistem saraf. Otak manusia terdiri atas otak kecil (serebelum), otak besar (serebrum), dan sumsum lanjutan (medula oblogata).

Terusan sumsum lanjutan tersebut membentuk sumsum tulang belakang (medula spinalis).

Otak besar terdiri atas lapisan dalam dan lapisan luar. Lapisan luar berwarna kelabu karena mengandung  banyak badan sel saraf. Adapun bagian dalam berwarna putih karena tersusun atas akson.

Otak besar terbagi menjadi beberapa belahan (lobus). Bagian depan otak besar merupakan pusat ingatan. Bagian atasnya merupakan pusat gerakan.

Bagian belakang otak besar merupakan pusat saraf penglihat. Adapun bagian sampingnya merupakan pusat saraf pendengar.

Otak kecil terletak di bawah otak besar. Otak kecil berfungsi untuk mengatur rangsangan yang berasal dari sel saraf motoris hingga menghasilkan gerak pada otot rangka.

Selain itu, otak kecil juga berfungsi mengatur keseimbangan tubuh.

Bagian akhir otak adalah sumsum lanjutan. Sumsum lanjutan merupakan bagian tengah otak ke bawah. Otak  ini menghubungkan otak besar dengan sumsung tulang belakang.

Sumsum lanjutan berfungsi mengatur kecepatan pernapasan, denyut jantung, dan kegiatan yang tidak disadari  tubuh.

Dengan adanya sumsum lanjutan, kehidupan masih dapat berlangsung walaupun otak besar dan otak kecil melakukan kerusakan.

Sumsum saraf pusat lainnya adalah sumsum tulang belakang. Sumsum ini terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang dan berhubungan langsung dengan sumsum lanjutan.

Bagian luar sumsung tulang belakang berwarna putih dan bagian dalamnya berwarna kelabu. Masih ingatkah apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan warna ini.

sistem saraf pusat

Pada gerakan normal, sumsum tulang belakang berperan dalam perambatan rangsang dari sel saraf sensoris menuju otak dan dari otak menuju ke saraf motoris dari seluruh tubuh menuju otak.

Selain itu, sumsum tuang belakang pun merupakan pusat saraf pengatur gerakan refleks.

Gerakan reflesks adalah gerakan tiba-tiba tanpa disadari saat terjadi hal yang membahayakan tubuh. Pada gerakan ini, rangsangan yang dibawa saraf sensoris menuju saraf pusat tidak diolah terlebih dahulu.

Rangsang ini langsung diteruskan oleh saraf motoris menuju otot gerak. Gerak refleks pun ada yang diatur oleh otak, contohnya gerak membesar dan mengecilnya pupil mata dan menutupnya kelopak mata karena adanya angin berdebu. Ada banyak contoh yang lain dari gerakan refleks dari tubuh kita.

contoh gerak refleksi

Gambar di atas adalah suatu contoh gerak refleks. Rangsang yang diberikan pada bagian bawah tempurung (tendon) diteruskan oleh sel-sel saraf sensoris menuju sumsum tulang belakang.

Rangsangan tersebut tidak diteruskan ke otak untuk diolah, melainkan langsung diteruskan oleh sel saraf penghubung pada sumsum tulang belakang  menuju sel saraf motoris.

Sel saraf motoris ini membawa perintah yang harus dilakukan oleh otot paha. Hasilnya, sesaat setelah palu karet dipukulkan, otot paha berkontraksi.

b. Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi tersusun atas saraf-saraf yang tersebar di tepi seluruh tubuh. Pangkal sistem saraf adalah sumsum tulang belakang dan otak.

Sistem saraf ini mencakup seluruh sistem saraf, kecuali otak dan sumsum tulang belakang. Pada sistem saraf tepi terdapat 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang dan 12 pasang yang keluar dai otak.

Saraf yang keluar dari otak disebut saraf kranial, sedangkan yang keluar dari sumsum tulang belakang disebut saraf spinal.

Pada sistem saraf tepi terdapat saraf pengatur aktivitas tubuh yang disadari dan saraf pengatur aktivitas tubuh yang tidak disadari. Saraf yang mengatur aktivitas tubuh yang disadari membentuk sistem saraf somatis.

Adapun saraf-saraf yang mengatur aktivitas tubuh yang tidak disadari membentuk sistem saraf otomata. Apakah perbedaan kedua sistem saraf tersebut?

  1. Sistem saraf somatis
    Sistem saraf somatis 
    terdiri atas saraf-saraf motoris penghubung otak dan sumsum tulang belakang dengan otot rangka. Sistem saraf ini didpengaruhi kesadaran . Artinya , kerja saraf ini sesuai dengan kehendak kita. Oleh karena itu, sistem saraf somatis sering disebut sistem saraf sadar.
  2. Sistem saraf otonom
    Sistem saraf otonom
    terdiri atas saraf-saraf motoris yang menuju otot polos, otot jantung, dan kelenjar. Sistem saraf ini tidak dipengaruhi kesadaran. Artinya, kerja saraf ini di luar kehendak kita.Itulah sebabnya, sistem saraf otonom disebut juga sistem saraf tak sadar. Pada sistem saraf otonom terdapat saraf yang sifat kerjanya berlawanan, yaitu sara simpatis dan saraf parasimpatis.
sistem saraf
wikipedia.com

Saraf parasimpatis dan simpatis ini ada yang bekerja pada waktu bersamaan, misalnya pada denyut jantung,  tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat.

Hal yang sama juga terjadi pada organ–organ. Namun, ada juga yang bekerjanya tidak dalam waktu bersamaan. Berbagai fungsi organ tubuh yang dikendalikan oleh saraf simpatis dan saraf parasimpatis dapat kamu lihat pada gambar di atas.

Bersambung  >> Sisten Hormon pada Manusia

Baca juga :

# Sistem Koordinasi

Please rate this

Sistem Saraf Pada Manusia Lengkap Dengan Penjelasan dan Fungsi Setiap Bagiannya No ratings yet.

sistem saraf manusia

Sistem saraf memiliki tugas untuk mengumpulkan dan memproses informasi, memberikan reaksi terhadap berbagai rangsangan, dan mengatur kerja berbagai sel. Bahkan ubur-ubur dan cacing, yang merupakan hewan tingkat rendah dan sederhana, memiliki bentuk sederhana dari sistem saraf ini.

Pada hewan-hewan yang paling sederhana dan hanya bisa makan, bergerak, dan mengeluarkan kotoran ini, “sistem” yang dimiliki mungkin hanya terdiri dari satu atau dua sel saraf.

Pada manusia, yang mampu melakukan berbagai tugas komplek seperti memasak, berdansa, dan mengikuti kursus psikologi, sistem saraf yang dimiliki mengandung miliaran sel. Para ilmuan membagi jaringan kerja yang rumit ini ke dalam dua bagian utama, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

Sistem Saraf Pusat

sistem saraf manusia
netdoctor.cdnds.net

Sistem saraf pusat atau central nervous system (CNS) berfungsi untuk menerima, memproses, mengintepretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang seperti informasi mengenai suara, rasa, warna, bau, kondisi organ internal, tekanan pada kulit, dan lain-lain.

Sistem saraf pusat juga mengirimkan pesan untuk kelenjar, otot, dan organ internal.

Secara konseptual, sistem saraf pusat dapat dikatakan memiliki dua komponen: otak dan saraf tulang belakang (spinal cord). 

Sebenarnya saraf tulang belakang merupakan perpanjangan dari otak. Saraf tulang belakang bermula dari dasar otak, kemudian menjulur di sepanjang bagian tengah punggung dan dilindungi oleh tulang punggung.

Saraf tulang belakang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan otak dengan bagian-bagian lain dari tubuh yang terletak di bawah leher.

Saraf tulang belakang sendiri dapat menghasilkan beberapa perilaku, tanpa bantuan apa pun dari otak. Refleks saraf tulang belakang atau refleks spinal 

Sebagaimana contoh, seandainya Anda secara tiba-tiba menyentuh teko panas yang berisi air, maka dengan reflek Anda akan menjauhkan tangan Anda dari teko tersebut dengan segera, bahkan sebelum otak memproses peristiwa yang sedang terjadi.

Impuls saraf membawa pesan ke saraf tulang belakang (panas!), dan saraf tulang belakang mengirimkan perintah berupa implus saraf ke otot tangan Anda untuk menarik tangan agar menjauh dari teko panas.

Reflek di bagian atas seperti mengedipkan mata atau bersin, lebih melibatkan bagian bawah otak daripada saraf tulang belakang.

Jaringan saraf yang melandasi berbagai refleksi tulang belakang berhubungan dengan jalur-jalur saraf yang terbentuk ke dan dari saraf tulang belakang, ke dan dari otak.

Karena hubungan inilah refleks terkadang dapat dipengaruhi oleh pikiran dan emosi kita. Contohnya adalah ereksi pada pria, di aman reflesk tulang belakang dapat dihambat oleh kecemasan atau pikiran yang menganggu dan dipicu oleh pikiran erotis.

Beberapa refleks dapat dikendalikan secara sadar. Jika berkonsentrasi, Anda mungkin dapat mengusahakan agar lutut Anda tidak tertarik ketika di tekuk, seperti yang biasanya akan terjadi secara normal.

Demikian pula, sebagian besar pria seperti yang biasanya akan terjadi secara normal.

Demikian pula, sebagian besar pria dapat belajar menunda ejakulasi. Ini merupakan bentuk refleksi tulang belakang lainnya (banyak pria yang bisa melakukannya).

Sistem Saraf Perifer

Sistem saraf perifer atau peripheral nevous system (PNS) berfungsi menangani pesan informasi yang masuk dan keluar dai sistem saraf pusat.

Sistem saraf perifer meliputi semua bagian dari sistem syaraf yang terletak di luar otak dan saraf tulang belakang, sampai saraf-saraf ujung jari tangan dan jari kaki.

Seandainya otak Anda tidak mengumpulkan informasi dari dunia sekitar dengan menggunakan sistem saraf perifer, situasi itu dapat diibaratkan seperti sebuah radio tanpa alat penerima.

Pada sistem saraf pusat, saraf-saraf sensorik membawa pesan dari reseptor-reseptor khusus di otot, kulit, dan organ indera internal dan eksternal, ke saraf tulang  belakang.

Selanjutnya, saraf tulang belakang akan meneruskan pesan-pesan tersebut ke otak. Saraf-saraf ini memungkinkan kita untuk tetap berhubungan dengan dunia luar dan dengan aktivitas di dalam tubuh kita sendiri.

Saraf motorif  berfungsi membawa pesan dari sistem saraf pusat ke sejumlah kelenjar, otot, dan organ internal.

Saraf motorik membuat kita dapat bergerak sekaligus menyebabkan kelenjar dapat berkontraksi dan mengeluarkan sejumlah substansi, termasuk pesan-pesan kimiawi yang disebut hormon.

***

Selanjutnya, para ilmuan membagi sistem saraf perifer ke dalam dua bagian, yaitu sistem saraf otonomik dan sistem saraf somatis.

Sistem saraf somatis (somatic nervous system) yang kadang kala disebut juga sebagai sistem saraf soskeletal, terdiri dari safar-saraf yang berhubungan dengan reseptor sensorik, sel yang membuat Anda dapat merasakan dunia, otot-otot skeletal juga memungkinkan Anda melakukan tindakan yang disengaja.

Ketika Anda merasakan seekor serangga berjalan di lengan Anda, atau ketika Anda menulis nama, atau Anda mematikan lampu, sistem somatis berada dalam kondisi aktif.

Sistem saraf otonomik (autonomic nervous system) berfungsi untuk mengatur fungsi pembuluh kelenjar, pembuluh darah, dan organ intrenal, seperti kandung kemih, jantung, dan perut.

Ketika Anda melihat seseorang yang Anda suka,  sehingga mengakibatkan jantung Anda berdebar kencang, pipi andan merah, dan tangan Anda dingin. Andan daat menyalakan sistem saraf otonomik.

***

Sistem saraf otonomik terbagi menjai dua bagian, yakni sistem saraf prasimaptik (parasysmpathetic nervous system), dan sistem saraf sipatik (sympathetic nervous system).

Kedua bagian ini saling bekerja sama secara berlawanan, untuk membuat tubuh mampu menyesuaikan didi dengan perubahan lingkungan.

***

Kerja sistem saraf simpatik menyerupai pedal gas mobil. Artinya, sistem saraf simpatik mengerahkan usaha untuk untuk bertindak dan mengeluarkan energi.

Saraf simpatik membuat kulit Anda mengeluarkan keringat, wajah memerah, dan bernafas lebih dalam.

Sistem saraf simpatik juga meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Sistem simpatik akan bekerja ketika Anda berada dalam situasi yang menurut Anda melarikan diri, berkelahi, atau mengatasi suatu keadaan.

Cara kerja sistem saraf parasimpatik lebih menyerupai rem. Artinya, sistem ini tidak menghentikan proses di dalam tubuh, namun cenderung memperlambat atau menjaga agar semuanya berlangsung dengan halus.

Sistem saraf parasimpatik membuat tubuh dapat menghemat dan menyimpan energi.

Seandainya Anda harus melompat dari sebuah sepeda motor yang sedang melaju dengan kencang, sistem saraf simpatik akan meningkatkan detak jantung.

Setelah itu, sistem saraf parasimaptik akan memperlambat lagi detak jantung dan menjaga agar ritme jantung tetap teratur.

Komunikasi Sistem Saraf pada Manusia

Sebagaimana yang telah digambarkan sebelumnya tentang otak, sebenarnya cetak biru hanya dapat memberikan ide umum mengenai struktur sistem syaraf.

Kini mari kita bahas detailnya.

Sistem saraf tersusun oleh neuron-neuron atau sel-sel saraf. Neuron merupakan spesialis komunikasi otak yang bertugas mengirimkan informasi dari, ke, dan intra sistem saraf pusat.

Neuron terletak di suatu temapt yang bernama gila atau sel-sel gila (berasal dari istilah Latin yang berarti lem atau “glue“). Gila ini menyusun sekitar 90 persen dari sel-sel otak.

Cukup lama orang beranggapan bahwa sel-sel gila hanya berfungsi membungkus atau menyekat neuron-neuron penting.

Meskipun demikian, sekarang kita mengetahui bahwa sel-sel gila memiliki berbagai fungsi penting, yaitu menyelubungi neuron, memberi gizi pada neuron, melindungi otak dari bahan beracun, dan menyingkirkan sisa neuron yang sudah mati.

Sel-sel gila juga berkomunikasi satu sama lain secara kimiawi. Tanpa sel0sel gila, mungkin neuron-neuron tidak dapat berfungsi secara efektif.

Sebagaimana contoh, ada sejenis sel gila yang tampaknya bertugas untuk memperbolehkan neuron menjadi hubungan dan “berbicara” satu sama lain (Ullian, Christopheseon, & Barrens, 2004).

Seiring dengan beralannya waktu, gila membantu menemukan bungan saraf mana yang semakin kuat dan yang semakin lemah. Hal ini memperlihatkan bahwa sel gila memainkan peran penting dalam proses belajar dan ingatan (Fields, 004).

Meskipun demikian, neuron telah dianggap sebagai struktur pembangaunan sistem saraf (berbentuk keping salju yang sangat indah dan memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda satu sama lain).

Pada jerapah, sebuah neuron bermula dari saraf tulang belakang, turun hingga ke kaki belakang, dengan panjang yang dapat mencapai 9 feet.

Neuron pada manusia memiliki bentuk mikroskopis (amat sangat kecil). Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan berapa banyak neuron yang terdapat pada otak manusia, namun secara umum diperkirakan ada sekitar 100 miliar neuron.

Jumlah ini kurang lebih sama dengan jumlah bintang di galaksi kita, dan beberapa ahli bahkan memiliki perkiraan yang lebih besar lagi.

Struktur Neuron

Sebagaimana dapat Anda lihat pada gambar di atas, sebuah neuron terdiri dari tiga bagian utama, yaitu badan sel , dendrit, dan akson.

Bentuk dendrit (dendrite) menyerupai dahan-dahan pohon, dalam bahasa Latin, kata dendrit berarti “pohon kecil”.

Cara kerja dendrit dapat diibaratkan seperti antena, dendrit menerima pesan dari 10.000 sel saraf lain dan mengirimkan pesan ini ke badan sel. Dendirt juga melakukan proses awal terhadap pesan-pesan tersebut.

Badan sel (cell body), yang bertugas untuk menjaga agar neuron tetap hidup.  Badan sel juga memainkan peran inti dalam menentukan apakah neuron seharusnya aktif mengirmkan pesan ke neuron-neuron lainya, hal ini tergantung pada input dari neuro lainnya.

Akson (axon) berasal dari istailah Yunani untuk “axle” atau “as roda”. Berfungsi untuk mengirimkan pesan dari tubuh sel ke neuron lain, atau ke otot dan ke sel kelenjar.

Umumnya, ujung akson bercabang menjadi ranting, yang disebut terminal akson. Pada manusia, panjang akson dapat bervariasi, mulai yang panjangnya satu per empat ribu inci, hingga yang panjangnya dapat mencapai beberapa kaki.

Dendrit adan akson memberikan peran ganga pada neuron. Sebagaimana dikatakan oleh seorang peneliti, neuron pertama-tama bertugas sebagai penangkap informasi, kemudian bertugas sebagai pengirim informsi (Gazaniga, 1988),

Banyak akson, khususnya yang lebih besar, dibungkus dengan lapisan berlemakyang disebut selubung mielin (myelin sheath), yang di sistem saraf pusat terbentuk dari sel-sel gila.

Batas0bata pinggir selubung ini , yang disebut node, membaginya menjadi segmen-segmen dan membuatnya terlihat seperti ikatan sosis .

Salah satu fungsi membran mielin adalah mencegah terjadinya gangguan sinyal di antara sel-sel yang letaknya saling berdesakan.

Di samping itu, membran mielin juga bertujuan mempercepat konduksi dari impuls saraf.

Ketiadaan mielin dapat menyebabkan sinyal saraf menjadi tidak beraturan, yang menyebabkan hilangnya sensasi, kurang koordinasi, lumpuh, atau menyebabkan masalah penglihatan, seperti yang dialami oleh individu yang menderita multiple sclerosis.

Dalam sistem saraf perifer, setiap serabut neuron (akson dan kadang-kadang dendrit) bergabung dalam sebuah berkas yang diseut saraf (nerve), yang berbentuk menyerupai jaringan kabel telepon.

Tubuh manusia memiliki 43 pasang saraf perifer, di mana satu dari setiap pasang saraf ini terletak di sisi kiri tubuh, dan lainnya di sisi kanan.

Kebanyakan saraf ini memasuki atau meninggalkan saraf tulang belakang, namun ada 12 pasang yang terletak di dalam kepala, yang disebut saraf kranial. 

Demikianlah penjelasan mengenai sistem saraf pada manusia, semoga bermanfaat. Penjelasan pengenai beberpa penyakit sendi dan saraf bisa Anda baca pada artikel berikut ini ( BioCypress Obat Untuk Penyakit Sendi dan Saraf  )

Baca juga: Cara Mengecilkan Perut Secara Efektif

Refrensi : Buku PSIKOLOGI, Edisi 9, jilid 1 (Wade Carole dan Carol Tavris)

# Sistem Saraf

Please rate this